155 research outputs found
Filsafat Manusia Dalam Memetika Richard Brodie (Pengaruh Iklan Komersial Terhadap Kesadaran Dan Kebebasan Manusia)
This study is using Richard Brodie\u27s memetic approach to analyze commercial advertisement, start from how the mechanism of spreading ideas used in commercial advertisement, to how the products of that mechanism could penetrate human consciousness and influenced their life as a whole.From the research regard to related issues, I figured out commercial advertisement has been used memetic principles in their production, thus at the end turned commercial advertisement into a meme that\u27s ready to infect human mind so that more copies of that particular meme will be generated and construct a new culture. I also construed Richard Brodie\u27s Memetic as philosophical, as I found the values and elements of philosophy of human, those are consciousness, free will and determinism. It has been ascertained that commercial advertisement has been pervaded into human consciousness and determined their thinking process, which also means commercial advertisement could influence human free will and determination
Pengaruh Stimulasi Media Interaktif Terhadap Perkembangan Bahasa Anak 2-3 Tahun
Latar Belakang: Perkembangan bahasa merupakan indikator dari seluruh gangguan perkembangan. 80 % gangguan perkembangan disebabkan oleh kurangnya stimulasi. Media interaktif merupakan salah satu stimulasi di era digital ini. Media interaktif merupakan media audio visual yang diperkirakan dapat meningkatkan kemampuan bahasa anak 2-3 tahun. Media ini dapat meningkatakan kosa kata, fonasi serta kemampuan anak untuk memahami warna, dan angka.Tujuan: Menganalisis perkembangan bahasa anak setelah pemberian stimulasi media interaktifMetode: Penelitian ini berjenis quasi eperimental dengan rancangan pre test dan post test design. Sampel dipilih dengan mengunakan teknik purposive sampling. Sampel merupakan siswa dari Toddller Setulus Hati dan Tadika Puri Kota Semarang (n=30). Pemberian intervensi media interaktif dilakukan selama 3 minggu (2 kali dalam satu minggu) dengan durasi 30 menit setiap pemberian intervensi. Perkembangan bahasa dinilai sebelum dan sesudah pemberian intervensi selama 3 minggu dengan menggunakan instrument Capute Scale.Hasil: Didapatkan peningkatan perkembangan yang bermakna sebelum dan sesudah pemberian intervensi media interaktf dengan nilai (P = 0,0001)Simpulan: Terdapat peningkatan perkembangan bahasa anak sesudah stimulasi media interakti
Penelusuran Sejarah Instrumen Akordeon dalam Ansambel Musik Melayu di Kota Pontianak
This study generally aims to trace the history of the instrument in Malay Music Ensemble in Pontianak. The method used is a form of qualitative methods to historical research. Sources of data in this study is Muhammad Thaha, that is, those who know the history of the accordion instrument in Malay Music Ensemble in Pontianak. The main data collection tool in the study were researchers themselves as a key instrument. Based on the results of a study of the history of the accordion instrument in Malay Music Ensemble in Pontianak found some related documents. Accordion instruments entered in Pontianak before the 1960s. In 1961 the accordion become part of the Malay Music Ensemble in Pontianak. Accordion became a very important instrument in the music play Malays Malays so that people want to maintain the accordion instrument that can be characteristic of Malay ethnic instruments in Pontianak
Pemanfaatan Limbah Padat Tandan Kosong Kelapa Sawit dan Tanaman Pakis-pakisan untuk Produksi Kompos Menggunakan Aktivator Em-4
The composting process using oil palm solid wastes (EFB), palm oil mill effluent (POME), fern tree using effective microorganism 4 (EM 4) has been conducted and this would facilitate reduction of the wastes from palm oil industry. The aim of this research was to find the best formulation using oil palm wastes, ferns, and EM 4 in producing a composted material. The quality of compost was determined according toits pH, water content and C/N ratio at each 5 days for 30 days composting period. The water content of sample was determined using Gravimetri methode, while total-N was analyzed by Kjeldahl methode. The result indicated that co-composting of EFB andferns using POME and EM-4 as the activators didn't have significance difference compared with that of the composting products with the value of P>0,05. The value of pH, water and C/N ratio of composting products were respectively 7-8, 40-60% and 1314, following 30 days composting period
Prevalensi Dan Jenis Masalah Emosional Dan Perilaku Pada Anak Usia 9-11 Tahun Dengan Perawakan Pendek Di Kabupaten Brebes
Latar belakang. Diperkirakan prevalensi masalah emosional dan perilaku pada anak adalah sebesar 20%. Terdapat berbagai macam jenis masalah emosional dan perilaku seperti gangguan emosi, gangguan perilaku, hiperaktif, dan masalah dengan teman sebaya. Masalah emosional dan perilaku dipengaruhi oleh multifaktor yang masing-masing dapat berdiri sendiri atau saling mempengaruhi. Nutrisi dan stimulasi yang adekuat sebagai dasar perkembangan anak wajib diberikan secara optimal. Perawakan pendek merupakan salah satu bentuk dari gangguan nutrisi kronik yang dapat menimbulkan berbagai macam masalah emosional dan perilaku pada anak. Mengingat penatalaksanaan masalah emosional dan perilaku tidak dapat dilaksanakan sebelum dilakukannya identifikasi jenis masalah emosional dan perilaku, maka identifkasi jenis masalah emosional dan perilaku penting untuk dilakukan. Tujuan penelitian. Mengetahui prevalensi dan jenis masalah emosional dan perilaku yang terjadi pada anak dengan perawakan pendek. Metode penelitian. Merupakan penelitian observasional deskriptif. Penelitian dilakukan di beberapa sekolah dasar di Kabupaten Brebes. Subyek penelitian adalah anak berperawakan pendek umur 9-11 tahun. Variabel yang diteliti adalah masalah emosional dan perilaku pada anak perwakan pendek menggunakan kuesioner SDQ. Hasil Penelitian. Sebanyak 70 anak perawakan pendek terdiri dari 30(42.85%) anak perempuan, dengan rerata umur subyek 121.14±6.62 bulan. Subyek dengan nilai total kesulitan abnormal sebanyak 6(8%) dan borderline 28(40%). Skala gangguan emosi abnormal sebanyak 17(24.2%) dan borderline 12(17.1%). Subyek dengan skala masalah perilaku abnormal sebanyak 19(27.1%) dan borderline sebanyak 21(30%). Subyek dengan skor masalah dengan teman sebaya dalam klasifikasi abnormal sebanyak 23(32.8%) dan borderline 18(25.7%). Simpulan. Prevalensi masalah emosional dan perilaku yang terjadi pada anak dengan perawakan pendek lebih tinggi daripada prevalensi masalah emosional dan perilaku pada populasi anak normal. Urutan jenis masalah yang paling tinggi adalah masalah dengan teman sebaya, kemampuan prososial yang kurang, masalah perilaku dan emosi
Sistem Inferensi Fuzzy Untuk Mengetahui Pengaruh Motivasi Belajar Dan Lingkungan Belajar Terhadap Prestasi Belajar Mahasiswa
Prestasi belajar adalah hasil belajar mahasiswa/ pelajar terhadap bidang yang ditekuninya. Prestasi belajar yang dicapai bisa baik atau buruk tergantung dari faktor yang mempengaruhinya, diantaranya faktor motivasi belajar dan lingkungan belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh motivasi belajar dan lingkungan belajar terhadap prestasi belajar mahasiswa Universitas Muhammadiyah Purwokerto menggunakan Sistem Inferensi Fuzzy Metode Tsukamoto. Data yang diperoleh dalam penelitian ini berasal dari angket motivasi belajar dan lingkungan belajar yang telah diisi oleh mahasiswa serta prestasi belajar yang diperoleh melalui metode dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh, jika skor motivasi belajar 3,2 (rendah) dan skor lingkungan belajar 2 (mendukung) maka output untuk prestasi belajar diprediksi 3,23 yang artinya prestasi belajar yang dicapai kurang baik sebesar 34% cenderung menuju prestasi belajar baik sebesar 66
Pengaruh Abu Dan Proporsi Pasir-Kompos Di Dalam Media Pada Pertumbuhan Tanaman Sorgum (Sorghum Bicolor L.)
The aim of this experiment was to determine the effect of the addition of ash and sand-compost proportion in the media on the growth of sorghum (Sorghum bicolor L.). Theexperiment was conducted on December 2015 to January 2016 in the Botanical Laboratory,Biology Department, Faculty of Mathematic and Natural Science, Lampung University, andwas conducted in a complete randomized design by using two treatments. The first treatmentwas the addition of ash in two equivalents (with and without ash), the second treatment wasthe addition of sand-compost proportion in four equivalents (2 kg of sand, 1¾ kg of sand +¼ kg of compost, 1½ kg of sand + ½ kg of compost, 1¼ kg of sand + ¾ kg of compost). Theobserved variables of the growth were the number of the roots, the crown\u27s length, the wetweight, and the dry weight. The number of the roots was determined by observing thenumber of the roots present at the base of the stalk of each plants. The length of the crown(cm) was determined by measuring it from the stalk\u27s base to the edge of the longest leaf.The wet weight (g) was determined by measuring the whole part of the plant using ananalytical balance. The dry weight (g) was measured after the plants were stored in an ovenfor three hours in the temperature of 70o-80oC. The result showed that the best growth wasobtained from the media with the sand equivalent of 1¼ kg of sand added with ¾ kg ofcompost without ash
Analisis Perubahan Kepadatan Zooplankton Berdasarkan Kelimpahan Fitoplankton pada Berbagai Waktu dan Kedalaman di Perairan Pulau Badi Kabupaten Pangkep
Basic of zoooplankton dependence on the phytoplankton to fulfill the requirement energy needs and creates acomplex relationship. The relationship of dependency between fitoplankton and zooplankton are very close,eventually can cause the changing in the zooplankton density in the time and space. The aims of study toaanalyze the changes in the zooplankton density on the phytoplankton abundance based on various time anddepth in the waters Badi Island of Pangkep Regency. The research has been carried out December 2009 toApril 2010. The results showed that changes in zooplankton density, not only because of the phytoplanktonabundance but also due to other factors such as sunlight
- …
