259 research outputs found
Perbandingan Keberhasilan Smart City DKI Jakarta Dengan Kota Banda Aceh
Smart city adalah konsep penggunaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) untuk meningkatkan kualitas hidup warga dan meningkatkan kinerja layanan publik. Jurnal ini dibuat bertujuan untuk membandingkan keberhasilan DKI Jakarta dalam menjadi smart city dengan Kota Banda Aceh yang mencoba menjadi smart city akan tetapi masih banyak penghambat Kota Banda Aceh untuk menjadi smart city, terutama dalam pengelolaan sumber daya, baik itu sumber daya manusia, sumber daya alam, dan sumber daya ekonomi. Tujuan peneliti melakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat keberhasilan implementasi smart city di kedua kota dengan melihat indikator dari smart city. Metode penelitian yang peneliti lakukan adalah menggunakan metode penelitian. DKI Jakarta tergolong telah berhasil dalam menjalankan konsep dari smart city sedangkan Banda Aceh masih tertinggal dari Jakarta yang di mana indikator dari smart city masih belum sepenuhnya tercapai. Padahal Kota Banda Aceh dan Jakarta keduanya memiliki status otonomi khusus, memberikan kewenangan tambahan dalam mengatur urusan daerah. Meskipun demikian, Banda Aceh tertinggal dalam hal mobilitas penduduk dan sarana prasarana dibandingkan dengan Jakarta, yang merupakan ibu kota dan pusat kegiatan ekonomi, bisnis, dan pemerintahan negara. Konsep smart city mencakup enam bagian: Smart Government, Smart Mobility, Smart Living, Smart Economy, Smart People, dan Smart Environment. Banda Aceh dan Jakarta telah mengimplementasikan proyek dan inisiatif untuk mewujudkan visi smart city, dengan Jakarta memiliki perkembangan yang lebih maju
Pengaruh Modifikasi Terhadap Karakteristik Tepung Gadung Termodifikasi : Studi Kepustakaan
Review ini bertujuan untuk melihat pengaruh perlakuan modifikasi tepung gadung terhadap karakteristik tepung gadung yang dihasilkan dan mengetahui komposisi pati tepung gadung. Proses modifikasi tepung gadung dilakukan untuk memperbaiki karakteristik tepung yang dihasilkan. Tepung gadung termodifikasi juga menghasilkan sifat tepung yang lebih baik dari tepung gadung biasa. Proses modifikasi dapat dilakukan melalui beberapa cara diantaranya adalah melalui modifikasi secara fermentasi dan annealing. Hasil review menunjukkan bahwa proses modifikasi dengan cara fermentasi menggunakan ragi tape terbukti dapat memperbaiki karakteristik tepung gadung lebih baik dari pada menggunakan modifikasi annealing, diantaranya adalah perbaikan komposisi kimia serta perbaikan karakteristik tepung gadung. Tepung gadung termodifikasi memiliki potensi untuk mensubtitusi tepung terigu pada pengolahan pangan sehingga mengurangi ketergantungan pangan terhadap terig
Mujeres trans trabajando: estrategias laborales/emocionales
Plantea la exploración y análisis de las historias laborales/emocionales de tres mujeres trans residentes en Lima Metropolitana, con el objetivo de indagar ¿cómo se configuran las estrategias laborales/emocionales de las mujeres trans (residentes en Lima Metropolitana) para posicionarse en el mercado laboral de Lima Metropolitana (2019) frente a la vulnerabilidad social? Desde el marco teórico que ofrece la Sociología Crítica y Estratégica del Trabajo, la Sociología del Cuerpo/Emociones, el transfeminismo y la teoría queer, abordaremos dicha configuración, enfatizando el proceso de búsqueda-ingreso al mercado laboral, resolución de adversidades mientras trabajan y el desplazamiento (cambio de trabajos) laboral, teniendo en cuenta las redes laborales y prácticas de gestión corpóreo emocional y de aprendizaje. La metodología fue cualitativa con un diseño fenomenológico narrativo yuxtapuesto, en la cual se usó diversas técnicas de investigación como la entrevista semi-estructuradas a profundidad, la observación participante, análisis del dicurso, las historias laborales emocionales, y técnicas de dibujo y pintura. Los resultados señalan que las estrategias laborales emocionales implican una configuración creativa (imaginativa, proyectiva, lúdica), relacional y conflictiva frente a la vulnerabilidad social.Perú. Universidad Nacional Mayor de San Marcos. Vicerrectorado de Investigación y Posgrado. Programa de Promoción de Tesis de Pregrado. E18030044-PTPGRADO
PENINGKATAN KOMPETENSI PERAKITAN SISTEM KENDALI BERBASIS MIKROKONTROL MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL PADA SISWA KELAS XI PROGRAM KEAHLIAN OTOMASI INDUSTRI
PENINGKATAN KOMPETENSI PERAKITAN SISTEM KENDALI BERBASIS
MIKROKONTROL MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL
PADA SISWA KELAS XI PROGRAM KEAHLIAN OTOMASI INDUSTRI
Oleh :
Asca Dewi Irnanda
NIM. 10518244028
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh model pembelajaran
kontekstual yang dapat meningkatkan kompetensi siswa kelas XII program
keahlian Teknik Otomasi Industri SMK N 2 Depok pada standar kompetensi
perakitan sistem kendali berbasis mikrokontrol.
Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilakukan
dalam dua siklus. Setiap siklus penelitian terdiri dari tiga pertemuan
dengan empat tahap pelaksanaan yaitu perencanaan, tindakan, observasi,
dan refleksi. Pengumpulan data dilakukan menggunakan instrumen pretest dan
posttest, lembar observasi afektif serta lembar observasi psikomotorik. Analisis
data dilakukan dengan mereduksi data, memaparkan data, dan
menyimpulkan data. Kriteria keberhasilan yang ditetapkan untuk indikator
afektif adalah 80%, sedangkan kriteria keberhasilan yang ditetapkan untuk
kompetensi aspek kognitif dan psikomotor siswa adalah 80,00.
Hasil penelitian tindakan kelas ini menunjukkan bahwa model pembelajaran
kontekstual yang sesuai pada kompetensi perakitan sistem kendali berbasis
mikrokontrol yakni pembelajaran yang dimulai dengan berdoa, salam dan guru
memotivasi siswa serta mengaitkan materi pada kehidupan bermasyarakat, guru
menjelaskan materi dan mendemontrasikan cara membuat program, guru
memberikan penguatan dengan melakukan tanya jawab pada siswa terhadap
materi yang diajarkan, guru melibatkan siswa dalam menutup pelajaran dengan
menyimpulkan ide-ide penting, guru menutup dengan doa dan salam penutup.
Pada akhir siklus 2 diperoleh pencapaian kompetensi perakitan sistem kendali
berbasis mikrokontrol melalui model pembelajaran kontekstual pada siswa kelas
XI program keahlian otomasi industri dengan memanfaatkan media pengendali
pemanas menggunakan sensor suhu LM35 dan sensor pendeteksi jumlah orang
(potensiometer) berbasis mikrokontroller Atmega 8, trainer ADC dan interrupt
pada aspek afektif secara kolektif sebesar 88,6%, aspek psikomotorik secara
individu sebesar 88,57 dengan persentase kelulusan siswa sebesar 93%, dan
aspek kognitif secara individu sebesar 97,34 dengan persentase kelulusan siswa
sebesar 100%. Peningkatan pada aspek afektif secara kolektif sebesar 89,31%,
pada aspek psikomotorik secara individu sebesar 56,15% dan pada aspek
kognitif secara individu sebesar 39,39%. Pencapaian kompetensi ini sudah
memenuhi kriteria yang ditentukan.
Kata kunci : kompetensi, pembelajaran kontekstual, media pembelajaran
- …
