743 research outputs found
Analysis of Genotype by Environment Interaction on Cocoa Hybrids (Theobroma Cacao L.) Resistance to Phytophthora Pod Rot
Phenomenon of genotype by environment interaction was able to influence the stability performance of cocoa resistance to Phytophthora pod rot (PPR). This research had an objective to evaluate the effect of genotype by environment interaction on resistance of cocoa hybrids to PPR. The tested hybrids were F1 crosses between selected clones of TSH 858, Sulawesi 1, Sulawesi 2, NIC 7, ICS 13, KEE 2 and KW 165. There were 14 tested hybrids and an open pollinated hybrid of ICS 60 x Sca 12 was used as control in multilocation trials at four different agroclimatic locations, namely Jatirono Estate ((highland-wet climate), Kalitelepak Estate (lowland-wet climate), Kaliwining Experimental Station (low land-dry climate) and Sumber Asin Experimental Station (highland-dry climate). Trials were established in the randomized complete block design with four replications. Resistance to PPR were evaluated based on the percentage of infected pod for the years during wet climate of 2010 in Jatirono, Kalitelepak and Kaliwining followed in dry climate of 2011–2015 in Kaliwining and Sumber Asin. Variance of data were analyzed for detecting the effect of genotype by environment interaction (GxE) then visualized with a graph of genotype main effect and genotype by environment interaction (a graph of GGE) biplot. There was consistently no interaction effect between hybrid and location to PPR incidence which was affected by single factor of hybrid, year, location and interaction between year and location. The effect of year indicated yearly change of weather was more important to PPR incidence than location difference. A graph of GGE biplot indicated a stable performance of the tested hybrids among locations
Pengawasan dan Pengendalian terhadap Pembangunan Menara Telekomunikasi Berdasarkan Pasal 29 Ayat (1) Peraturan Daerah Kabupaten Ponorogo Nomor 11 Tahun 2011tentang Pembangunan, Penataan dan Retribusi Pengendalian Menara Telekomunikasi (Studi di Kantor P
Agung Budi Setiawan, Hukum Administrasi Negara, Fakultas Hukum Universitas Brawijaya, Juni 2013, “Pengawasan dan pengendalian terhadap pembangunan menara telekomunikasi berdasarkan pasal 29 ayat (1) Peraturan Daerah Kabupaten Ponorogo Nomor 11 Tahun 2011 Tentang Pembangunan, Penataan dan Retribusi Pengendalian Menara Telekomunikasi”, Lutfi Effendi,SH.M.Hum., Agus Yulianto,SH.MH.Dalam skripsi ini penulis membahas mengenai masalah pengawasan dan Pengendalian terhadap pembangunan menara telekomunikasi Oleh Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu Kabupaten Ponorogo. Hal ini dilatar belakangi bahwa di Kabupaten Ponorogo telah ditemukan permasalahan mengenai pengawasan dan Pengendalian terhadap pembangunan menara telekomunikasi. Permasalahan inilah yang diangkat penulis untuk penelitian pengawasan dan Pengendalian terhadap pembangunan menara. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode yuridis sosiologis, yang mendasarkan penelitian pada peraturan-peraturan yang berlaku dan juga dikaitkan dengan Kenyataan yang terjadi sebenarnya di lapangan. Penulis menggunakan data primer yang diperoleh langsung melalui wawancara dan data sekunder melalui studi kepustakaan. Berdasarkan hasil penelitian, penulis memperoleh jawaban atas permasalahan yang ada bahwa pengawasan dan Pengendalian terhadap pembangunan menara telekomunikasi oleh Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu Kabupaten Ponorogo yang meliputi menetapkan izin operasional penggunaan menara bersama telekomunikasi, membentuk Tim Penataan dan Pengawasan Pembangunan Menara Telekomunikasi Kabupaten Ponorogo yang selanjutnya disingkat TP3MT, menarik retribusi secara rutin terhadap menara telekomunikasi yang berdiri di wilayah Kabupaten Ponorogo sudah berjalan cukup baik. Akan tetapi pengawasan dan Pengendalian terhadap pembangunan menara telekomunikasi oleh Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu Kabupaten Ponorogo masih terdapat hambatan-hambatan dalam pelaksanaannya. Diantaranya kurangnya anggota dalam melaksanakan pengawasan dan pengendalian terhadap pembangunan menara telekomunikasi, sarana dan prasarana yang digunakan dalam untuk dalam melaksanakan pengawasan dan pengendalian terhadap pembangunan menara telekomunikasi belum memadai. Solusi terkait hambatan-hambatan yang terjadi dalam pengawasan pengawasan dan pengendalian terhadap pembangunan menara telekomunikasi yaitu Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu Kabupaten Ponorogo mengajukan permohonan kepada Pemerintah Kabupaten Ponorogo agar ditambahkannya jumlah anggota atau personil dalam Tim TP3MT untuk mempermudah dalam melaksanakan pengawasan dan pengendalian terhadap pembangunan menara telekomunikasi
Upaya Mempertahankan Eksistensi Cengkeh di Provinsi Maluku melalui Rehabilitasi dan Peningkatan Produktivitas
Cengkeh merupakan salah satu komoditas perkebunan yang memberikan kontribusi terhadap pendapatan nasional maupun daerah secara berkelanjutan, baik sebagai komoditas ekspor maupun untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Cengkeh berkembang pertama kali di lima pulau kecil di Maluku, yakni Bacan, Makian, Moti, ternate, dan Tidore. Masyarakat Maluku telah mem- budidayakan cengkeh secara turun temurun dan Maluku memiliki keragaman sumber daya genetik cengkeh yang tinggi. Cengkeh asli Maluku yang banyak dikenal adalah cengkeh AFO, Tibobo, Tauro, Sibela, Indari, Air mata, Dokiri, dan Daun Buntal, sedangkan cengkeh budi daya yaitu Zanzibar, Siputih, Sikotok, dan Ambon. Keanekaragaman varietas dan kondisi agroekologi yang mendukung menjadikan Maluku sebagai produsen cengkeh terbesar di Indonesia setelah Sulawesi Selatan. Produksi cengkeh di Maluku pada masa mendatang diperkirakan akan terus menurun karena berbagai kendala, terutama akibat minimnya peremajaan atau rehabilitasi tanaman rusak karena ditinggalkan petani sebagai dampak rendahnya harga atau minimnya introduksi teknologi sehingga produktivitas tanaman rendah. Tulisan ini menjelaskan proyeksi produksi cengkeh Maluku dengan dan tanpa rehabilitasi. Berdasarkan hasil analisis model sistem dinamis diproyeksikan penurunan produksi cengkeh terus berlanjut hingga 15 sampai 30 tahun mendatang. Upaya mempertahankan eksistensi Maluku sebagai penghasil cengkeh dan peningkatan produksi harus segera dilakukan terutama dengan cara rehabilitasi tanaman dalam jangka panjang. Upaya rehabilitasi dengan cara mengganti tanaman tua danmempebaiki 10% lahan rusak per tahun akan memenuhi permintaan cengkeh yang meningkat 1,5% per tahun. Rehabilitasi tanaman harus diiringi dengan upaya peningkatan produktivitas melalui pemupukan guna memperbaiki kerusakan tanaman setelah panen dan dilakukan dalam jangka pendek.Kata kunci: Cengkeh, areal pertanaman, rehabilitasi, produktivit
Pengaruh Perubahan Iklim Terhadap Produksi Tanaman Pangan Di Provinsi Maluku
This study was aimed to determine the impact of climate change on food crops performance in the Maluku province, based on the climatological data from 1995 to 2012, and to find out crop commodities that are adaptable to climate change. This study used four models of trend analysis: linear least square pattern, quadratic, exponential, and moving averages. The results of forecasting were used to estimate food crop production in the year of climate change to determine the impact of climate change on crop production. Results showed that soybean was the most sensitive crop to climate change, it had the biggest impact on production, yield declined on both El Nino (10.7%) and La Nina (11.4%). Paddy which is generally cultivated on the wetlands, El Nino had the smallest effect on a decrease of production of 2.9% and 2.4% increased on the La Nina. Corn production decreased 7.4% on the El Nino and 3.9% increased during the La Nina. Sweet potatoes was the most resistant crop to climate change, the impact was increased production by 2.5% during El Nino. To reduce the impacts of climate changes could be done through some efforts, namely: (1) to identify areas of potential drought, floods, pests and diseases endemic based on climate and soil conditions, (2) to develop prediction techniques, based on weather and climate forecasts to provide early warning to farmers, (3) to prepare and disseminate a package of technology which is able to withstand the adverse conditions of the El Nino and La Nina, including varieties, pest and disease prevention, and production inputs which are easily obtained by farmers, (4) to improve irrigation and drainage channels, mainly on the paddy fields to increase production capacity and to prevent crop failure during the dry season
TINDAK PIDANA PEMALSUAN SURAT TANDA NOMOR KENDARAAN BERMOTOR (STNKB) (SUATU PENELITIAN DI WILAYAH HUKUM POLRES LANGSA)
Chromatographic Identification of Leaf Color Characteristics on Fine-flavor and Bulk Cacao as Selection Indicator
A problem encountered in plant breeding process to determine bean color quality of fine-flavor cocoa is a long selection period. Preliminary results indicatedthat the fine-flavor cocoa has a low color reflectance than bulk cocoa. The objectiveof this study is to find more applicable and easier method to do the early detectionof fine-flavor cocoa on the breeding population. Detection of the leaf color haracteristics was done by chromatographic and spectrophotometry analysis. hromatographic analysis was carried out in Kaliwining Experimental Station, IndonesianCoffee and Cocoa Research Institute using complete random design consistedof two types of cocoa; fine-flavor (10 clones) and bulk cocoa (10 clones). pectrophotometric analysis was conducted at Ma Chung University, Malang, East Java.Four clones of bulk cocoa and six clones of fine flavor cocoa were used in thisanalysis. The results of the study showed that the flush color characteristics of thefine-flavor cocoa were different from the bulk cocoa characteristics as shown bythe differences in the value of L*, b* and anthocyanin content. Flush characteristic s ofthe fine-flavor cocoa had brighter color, more toward green with higher yellowlevel, while the bulk cocoa had darker flush, red and lower yellow level. Thecolor parameter of L* and b* had a higher genetic variation compared with theenvironment variation. However, the parameter a* had a higher environmental variation compared with genetic variation. Grouping of fine-flavor cocoa and bulk cocoacould be done through the detection of flush anthocyanin content, when tendencyof flush anthocyanin content on fine-flavor cocoa was lower than bulk cocoa.The detection of flush color particularly L* and b* parameters through hromatographic analysis and anthocyanin content through spectrophotometric analysismay be used as a criteria for selection the fine flavor cocoa on seedling phase
Pengaruh Gaya Kepemimpinan Situasional dan Motivasi Kerja terhadap Komitmen dan Prestasi Kerja Karyawan Rumah Sakit Anak dan Bersalin Muhammadiyah Tuban
Hospitals as one form of business services for the community-oriented services in the field of health care is not much different form other endeavors. Understanding of the hospital is an institution of health care professionals whose services are provided by doctors, nurses and other health experts. Rumah Sakit Anak dan Bersalin Muhammadiyah Tuban located at Jalan Diponegoro No. 1 Tuban with type "C". This study aims to prove and analyze the theory of situational leadership styles and motivation as applied to Rumah Sakit Anak dan Bersalin Muhammadiyah Tuban does have a significant relationship with commitment and job performance of employees Rumah Sakit Anak dan Bersalin Muhammadiyah Tuban. The population of this study are employees of Rumah Sakit Anak dan Bersalin Muhammadiyah Tuban. Sampling was conducted with a total sampling / census of the employees Rumah Sakit Anak dan Bersalin Muhammadiyah Tuban, as many as 120 people and responded to as many as 114 pieces or 95% of the total workforce Rumah Sakit Anak dan Bersalin Muhammadiyah Tuban. Data collected through questionnaires and then processed using the Stuctural Equation Modelling operated through the program insisted AMOS 16.0.Finally, this study provides recommendations to Rumah Sakit Anak dan Bersalin Muhammadiyah Tuban evaluation materials and standards to regulate or manage the hospital employee with either through the application of situational leadership style, and compliance with the appropriate motivation. As well as for academics in order to make the study materials that will enrich the science, particularly related to the situational leadership style, work motivation, employee commitment, and job performance of employees
Hubungan antara Nilai Bidang Studi Kewirausahaan dengan Minat Berwirausaha pada Siswa Smk Negeri 8 Purworejo
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: Ada tidaknya hubungan positif dan signifikan antara nilai bidang studi kewirausahaan dengan minat berwirausaha siswa program keahlian teknik kendaraan ringan SMK Negeri 8 Purworejo Tahun Pelajaran 2012/2013. Penentuan jumlah sampel menggunakan tabel yang dikembangkan oleh Isaac dan Michael dengan taraf kesalahan 5% dari populasi 103 siswa diambil sampel 78 siswa. Pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode dokumentasi dan metode angket atau kuesioner. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif dan analisis kuantitatif. Berdasarkan analisis deskriptif menunjukkan bahwa nilai bidang studi kewirausahaan berada pada kategori cukup 52,56% dan minat berwirausaha siswa berada pada kategori cukup sebesar 51,28%. Berdasarkan analisis kuantitatif menunjukkan bahwa nilai bidang studi kewirausahaan berhubungan positif dan signifikan dengan minat berwirausaha siswa SMK Negeri 8 Purworejo Tahun Pelajaran 2012/2013 dengan harga koefisien korelasi sebesar 0,357 dengan sig < (0,001)
Analisis Partisipasi Masyarakat dalam Pembangunan Sumber Daya Manusia di Desa Gadingkulon, Kecamatan DAU, Kabupaten Malang
: People participation analysis in human resource development in Gadingkulon village is an important thing in order to improve human resource skills by involving people participation actively in each development process.The research use qualitative approach with data collection technique via interview, observation, and documentation, while informer in this research is village government and society by taking samples using snowball sampling. To test data validity, researcher uses technique triangulation. Data analysis is done by data reduction, data serve, and conclusion taking. Research result are: 1) people participation in human resource development in Gadingkulon village, whether in human resource development planning or human resource development application is huge, but in supervising level, it needs optimization; 2) method in improving people participation in developing human resource through education or health are: cooperating with outside party, whether government or private institution to facilitate people in giving training and education, also educated people participation to actualize each skill and knowledge possessed.
Keywords: Participation, Development, Human Resourc
ENTERTAINMENT CENTER PUWROKERTO
Saat ini Indonesia menjadi negara berkembang dengan pertumbuhan ekonomi yang pesat. Meningkatnya pula tingkat stress pekerja yang membuka kesempatan membuat fasilitas-fasilitas hiburan untuk penduduk kota. Hiburan merupakan suatu konsep rekreasi yang berhubungan dengan suatu fenomena atau aktifitas yang dapat menarik perhatian dan menyenangkan bagi orang yang melakukannya. Jenis hiburan yang dibutuhkan penduduk kota juga beragam dari hiburan keluarga, private, grup, maupun komunitas, dengan fasilitas-fasilitasnya pun bermacam-macam seperti pusat perbelanjaan, taman hiburan, taman terbuka, single building entertainment.
Purwokerto adalah ibukota dari Kabupaten Banyumas, yang merupakan kota strategis karena lokasinya diantara 4 Kabupaten yaitu Cilacap, Banjarnegara, Purbalingga, Kebumen bisa disebut juga sebagai jalur lintas perdagangan sehingga menjadikan Purwokerto termasuk mempunyai potensi wisata.Disamping itu Purwokerto sudah memiliki jasa transportasi yang terus berkembang seperti stasiun Purwokerto yang menjadi tempat singgah beberapa kereta eksekutif dari Jakarta maupun Jakarta atau kota besar lainnya,adanya terminal besar juga mempengaruhi arus transportasi dari dalam maupun luar daerah,terus akan adanya Bandara Wirasaba di Purbalingga menjadi potensi lalu lintas udara sebagai jalur lain menuju Purwokerto.Kota Purwokerto merupakan sebuah kota yang sedang berkembang pesat dengan adanya pembangunan sebuah mall, hotel berbintang, tempat wisata yang terus dikembangkan serta fasilitas dan sarana lainnya, tingkat lapangan kerja yang tinggi serta dikenal sebagai kota pensiunan membuat Purwokerto sangat potensial untuk mengembangkan area komersil dan hiburan khususnya Entertainment Center.
Entertainment Center merupakan solusi yang menarik dimana tempat hiburan biasa sudah terlalu menjamur di Purwokerto, konsep arsitektur yang baru ini bisa menjadi solusi permasalahan kebutuhan hiburan oleh masyarakat Purwokerto, Entertainment Center ini baik dari sisi komersil karena sebagai salah satu bentuk hiburan untuk masyarakat Purwokerto yang gaya hidupnya mulai berubah mengikuti gaya hidup kota kota besar. Berdasarkan pernyataan diatas penulis menyimpulkan bahwa Purwokerto membutuhkan Entertainment Center sebagai solusi akan kurangnya fasilitas hiburan dengan konsep yang menarik.
Sebagai kesimpulan, luaran program ruang yang diperlukan, serta gambar-gambar 2 dimensi dan 3 dimensi sebagai ilustrasi desain
- …
