6,322 research outputs found

    Pengaruh Perputaran Modal Kerja terhadap Rentabilitas Kud Sedyo Tomo Klirong Kebumen

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) pengaruh perputaran kas, piutang dan persediaan terhadap rentabilitas KUD Sedyo Tomo Klirong Kebumen, (2) pengaruh perputaran kas terhadap rentabilitas KUD Sedyo Tomo Klirong Kebumen, (3) pengaruh perputaran piutang terhadap rentabilitas KUD Sedyo Tomo Klirong Kebumen, (4) pengaruh perputaran persediaan terhadap rentabilitas KUD Sedyo Tomo Klirong Kebumen, (5) besarnya kontribusi pengaruh modal kerja terhadap rentabilitas KUD Sedyo Tomo Kliromg Kebumen, dan (6) elemen modal kerja yang dominan mempengaruhi rentabilitas KUD Sedyo Tomo Klirong Kebumen. Populasi dalam penelitian ini adalah semua laporan keuangan KUD Sedyo Tomo Klirong Kebumen, sedangkan sampel diambil dengan teknik cluster sampling yaitu laporan keuangan periode tahun 2007 s/d 2011. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah analisis kualitatif dengan menggunakan rumus keuangan dan analisis kuantitatif (regresi linear berganda). Berdasarkan hasil analisis kuantitatif maka hasil pengujian hipotesis 1, 2, 3 dan 4 dapat diambil kesimpulan bahwa perputaran kas, piutang dan persediaan baik secara bersamaan maupun secara individual berpengaruh signifikan terhadap rentabilitas KUD Sedyo Tomo Klirong Kebumen (Sig < 0,05). Secara individual perputaran kas dan piutang berpengaruh positif terhadap rentabilitas, sedangkan perputaran persediaan berpengaruh negatif terhadap rentabilitas. Dari hasil pengujian hipotesis kelima dan keenam ini dapat diketahui besarnya pengaruh perputaran kas, piutang dan persediaan terhadap rentabilitas yaitu sebesar 100%. Dilihat dari koefisien regresinya terlihat bahwa perputaran piutang memberikan kontribusi terbesar pengaruhnya terhadap rentabilitas dibandingkan perputaran kas dan perputaran persediaan, karena koefisien regresi untuk perputaran piutang paling tinggi dibandingkan dengan koefisien regresi perputaran kas dan perputaran persediaan

    Intensity dependences of the nonlinear optical excitation of plasmons in graphene

    Get PDF
    Recently, we demonstrated an all-optical coupling scheme for plasmons, which takes advantage of the intrinsic nonlinear optical response of graphene. Frequency mixing using free-space, visible light pulses generates surface plasmons in a planar graphene sample, where the phase matching condition can define both the wavevector and energy of surface waves and intraband transitions. Here, we also show that the plasmon generation process is strongly intensity-dependent, with resonance features washed out for absorbed pulse fluences greater than 0.1 J m−2. This implies a subtle interplay between the nonlinear generation process and sample heating. We discuss these effects in terms of a non-equilibrium charge distribution using a two-temperature model.Peer ReviewedPostprint (author's final draft

    Personalisasi Modul Similaritas Pencarian Lowongan Kerja dengan Algoritma Extended Weighted Tree Similarity

    Full text link
    Extended Weighted Tree Similarity is an algorithm used to get the similarity level between two objects by multiplying and calculating the weight of the objects. The result is determined by the range between zero to one, and the result that closer to one has the highest similarity level. In this study, extended weighted tree similarity used to apply search system of jobs by using Indonesian language as the input. Extended weightedtree similarity used to compare user input to web page and find the value of similarity. As a result, this system will display the web page from the highest rank to the lowest rank for the similarity method. This system compares the result of search by AND method, OR method, and extended weighted tree similarity then displayed in a graph. Based on the result of graph, the similarity method is between AND method and ORmethod. Similarity is better than other method, because the result from search process not to wide and narrow and the information that is served not too strict and not tooloose

    Generalized Log-Normal Chain-Ladder

    Full text link
    We propose an asymptotic theory for distribution forecasting from the log normal chain-ladder model. The theory overcomes the difficulty of convoluting log normal variables and takes estimation error into account. The results differ from that of the over-dispersed Poisson model and from the chain-ladder based bootstrap. We embed the log normal chain-ladder model in a class of infinitely divisible distributions called the generalized log normal chain-ladder model. The asymptotic theory uses small σ\sigma asymptotics where the dimension of the reserving triangle is kept fixed while the standard deviation is assumed to decrease. The resulting asymptotic forecast distributions follow t distributions. The theory is supported by simulations and an empirical application

    Penggunaan Multimedia Cai Pada Pembelajaran Mekanik Otomotif Kompetensi Pemeliharaan Rem Hidrolik Di SMK

    Full text link
    The implementation of vocational school curriculum was noticed a difference learning from complexand abstract concepts become more simple, concrete, and easy to understand. One solution to handle thatproblem is a multimedia learning with CAI. This study aims to obtain a real condition of increasing students\u27mastery learning of the material also compared the differences between student learning using multimedia CAIwith conventional learning. Research method used was quasi-experimental methods are conducted to 30 studentas an experiment samples and the control group with the number of samples of 30 people. The results showedthat students who use multimedia CAI can learn to fully implement the concept and the concept of independentlearning and competency based. Learning by using multimedia CAI can improve student\u27s mastery learning andhelp to deliver student to achieve a complete mastery of competency and inprove the students mastery of thematerial with a significant difference compared with students who are not using the multimedia CAI

    Prinsip Kehati-Hatian Pejabat Pembuat Akta Tanah dalam Peralihan Tanah yang Belum Bersertifikat

    Full text link
    Peralihan tanah yang belum bersertifikat rawan menimbulkan sengketa apabila PPAT tidak menerapkan prinsip kehati-hatian. Penelitian ini menganalisis, pertama, apakah Peraturan Jabatan PPAT telah menerapkan prinsip kehati-hatian? Kedua, bagaimana prinsip hehati-hatian PPAT dalam peralihan tanah yang belum bersertifikat. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif. Dari penelitian ini disimpulkan bahwa: pertama, Peraturan Jabatan PPAT telah menerapkan prinsip kehati-hatian. Kedua, prinsip kehati-hatian PPAT dalam peralihan tanah yang belum bersertifikat direfleksikan dalam kewajiban PPAT menolak membuat akta apabila tidak disertai data formil

    Hot phonon decay in supported and suspended exfoliated graphene

    Get PDF
    Near infrared pump-probe spectroscopy has been used to measure the ultrafast dynamics of photoexcited charge carriers in monolayer and multilayer graphene. We observe two decay processes occurring on 100 fs and 2 ps timescales. The first is attributed to the rapid electron-phonon thermalisation in the system. The second timescale is found to be due to the slow decay of hot phonons. Using a simple theoretical model we calculate the hot phonon decay rate and show that it is significantly faster in monolayer flakes than in multilayer ones. In contrast to recent claims, we show that this enhanced decay rate is not due to the coupling to substrate phonons, since we have also seen the same effect in suspended flakes. Possible intrinsic decay mechanisms that could cause such an effect are discussed.Comment: 4 pages, 3 figure

    Prinsip Kehati-hatian Pejabat Pembuat Akta Tanah dalam Pengurusan Peralihan Tanah “Letter C”

    Get PDF
    Penulisan jurnal ini membahas mengenai salah satu permasalahan tentang Prinsip Kehati-Hatiaan Pejabat Pembuat Akta Tanah Dalam Pengurusan Peralihan Tanah “Letter C”. Permasalahan yang muncul adalah Prinsip Kehatian-hatian PPAT hanya dijelaskan dalam Pasal 22 PP No. 37 Tahun 1998 bahwa Akta PPAT harus dibacakan/dijelaskan isinya kepada para pihak dengan dihadiri oleh sekurang-kurangnya 2 (dua) orang saksi sebelum ditandatangani seketika itu juga oleh para pihak, saksi-saksi dan PPAT. Sementara dalam pengurusan peralihan tanah Letter C seharus-nya seorang PPAT tidak hanya memastikan bahwa para pihak menghadap dengan PPAT sebagai Pejabat yang membacakan dan menjelaskan akta akan tetapi sesuai prinsip kehati-hatian PPAT dapat menghindari dan mencegah terjadinya kesalahan yang menyebabkan munculnya permasalahan dalam pengurusan peralihan Letter C. karena dalam praktek pengurusan Letter C, PPAT tidak membacakan dan menjelaskan isi akta yang mana para pihak tidak hadir di hadapan PPAT. Sehingga PPAT tidak hati-hati dalam menjalankan jabatannya. Selain itu dalam Pasal 23 Ayat (1) dijelaskan mengenai prinsip kehati-hatian yakni “PPAT dilarang membuat akta, apabila PPAT sendiri, suami atau istrinya, keluarganya sedarah atau semenda, dalam garis lurus tanpa pembatasan derajat dan dalam garis ke samping sampai derajat kedua, menjadi pihak dalam perbuatan hukum yang bersangkutan, baik dengan cara bertindak sendiri maupun melalui kuasa, atau menjadi kuasa dari pihak lain.” Sementara dalam praktiknya PPAT dalam pengurusan Letter C menjadi pihak dengan membuat kuasa pengurusan Letter C. Tujuan penelitian ini untuk Mengkaji dan menganalisis kedudukan dan kekuatan hukum Letter C sebagai alat bukti kepemilikan tanah dan Mengkaji dan Menganalisis bentuk pelaksanaan prinsip kehati-hatiaan PPAT dalam pengurusan peralihan tanah Letter C. dengan menggunakan metode penelitian pada jenis adalah penelitian hukum normatif. Penelitian hukum normatif adalah memecahkan masalah hukum secara normatif yang pada dasarnya bertumpu pada analisa dan mendalam terhadap bahan-bahan pustaka dan dokumen-dokumen hukum yang relevan dengan permasalahan hukum yang dikaji. Penelitian melalui metode normatif dalam penulisan ini adalah Prinsip Kehati-Hatiaan Pejabat Pembuat Akta Tanah Dalam Pengurusan Peralihan Tanah “Letter C”
    corecore