2,779 research outputs found
PERANCANGAN ULANG PISTON MOBIL TOYOTA HARDTOP 6 SILINDER BAHAN BAKAR BENSIN 4200 CC
Piston represent important component in motor burn of where motor burnheating power become mechanic energy by way of combustion of fuel. Whenheating power for combustion to become activator tanaga yielded outside from machine referred motor burn outside is Combustion Engine, while motor which combustion of fuel [done/conducted] direct the than machine referred is ( Internal [of] Combution Engine).\ud
With many type him of room burn not influence performance of piston, making energy caused mix effect of fuel and air. Of motor burn happened friction this matter cylinder wall and torak caused by ring of torak have to snuggle to cylinder wall to prevent infiltration of gas of room burn crank keruang. As effect of oil coat interpolating among that cylinder wall and torak oppressed to become to attenuate once. Hence piston, piston ring, pen of piston have to be made ofheatresistant materials high temperature. so that reached motor performance matching with room capacities and energy burn which provided. tiredly of maximum capacities hence will be obtained values of mechanical pressure, actual horsepower, indication pressure, mechanical energy, indication energy and of efesiensi mechanical
KOLONISASI BAKTERI PATOGEN POTENSIAL PENYEBAB INFEKSI DAERAH OPERASI PADA KULIT PASIEN PRAOPERATIF
Backgroud : Surgical Site Infection (SSI) is associated with mortality and morbidity in hospital. The most common pathogen that caused SSI are Staphylococcus aureus, Escherichia coli, Enterobacter sp, Pseudomonas sp. , and Klebsiella sp. Most SSIs are associated with the endogenous pathogen from patient normal flora, therefore skin colonization by pathogenic organisms a risk factor for SSI.
Aim : To determine the prevalence of colonization by potential pathogen causing SSI and to analyze whether age, smoking habit, personal hygiene and pre-operative hospital stay were the risk factors.
Methods : Observational analytic study with cross sectional data retrieval. Thirty eight pre-operative patient in the surgical ward of Dr Karidi hospital were taken their skin swab around the incision area within 2 hours before surgery. Patient personal data were taken using a questionnaire. Isolate from the skin swab specimen were identified in microbiology laboratory. The association between
risk factors and skin colonization were analyzed using chi square/fischer exact test
Result : The prevalence rate for S. aureus, Escherichia coli, Enterobacter sp, Pseudomonas sp. , and Klebsiella sp. skin colonization are 94.7%, 0%, 2.6%, 5.3% and 5.3% respectively. Bivariate analysis resulted that there were no significant value as risk factor for all variables.
Conclusion : The prevalence of S. aureus skin colonization was high,that of Gram-negative bacilli was low. Age, smoking habit, personal hygiene and hospital stay were not risk factors for skin colonization by potential pathogenic bacteria causing SSI from pre-operative patient.
Keyword : Risk factors, SSI, Staphylococcus aureus, Escherichia coli, Enterobacter sp, Pseudomonas sp. , Klebsiella sp., skin colonization, pre-operativ
PROBLEMATIKA DALAM PELAKSANAAN PERJANJIAN KERJA KONSTRUKSI ANTARA PEMERINTAH KOTA PANGKALPINANG DENGAN PERUSAHAAN PENYEDIA JASA
Pelaksanaan perjanjian kerja konstruksi antara Pemerintah Kota
(Pemkot) Pangkalpinang dengan perusahaan penyedia jasa merupakan
sebuah tindakan yang ditujukan untuk memajukan kesejahteraan umum
sesuai amanat UUD 1945. Berdasarkan Rencana Umum Pengadaan
(RUP) Kota Pangkalpinang Tahun 2014, terdapat 63 paket pekerjaan
konstruksi yang telah dilelang dan dilaksanakan, tetapi terjadi berbagai
bentuk wanprestasi hingga menyebabkan progress bahkan hasil akhir
pekerjaan tidak sesuai dengan perjanjian.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk wanprestasi
dan faktor pemicu wanprestasi dalam pelaksanaan perjanjian kerja
konstruksi antara Pemkot Pangkalpinang dengan penyedia jasa serta
penyelesaian dan pencegahannya.
Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis empiris.
Spesifikasi dalam penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif yang bertitik
tumpu pada data primer dan data sekunder.
Pelaksanaan perjanjian kerja konstruksi antara Pemkot
Pangkalpinang dengan perusahaan penyedia jasa pada tahun 2014 telah
terjadi wanprestasi meliputi : Pertama, wanprestasi PPK, yaitu
keterlambatan pembayaran termin. Kedua, wanprestasi penyedia jasa,
yaitu :(1) tidak memasang papan nama pekerjaan;(2) indikasi
penyimpangan penggunaan uang muka; dan(3) tidak terpenuhinya
kualitas dan kuantitas fisik pekerjaan sebagaimana spesifikasi teknis yang
telah ditetapkan. Faktor pemicu terjadinya wanprestasi meliputi :(1)
kelenaan penyedia jasa sehingga melalaikan kewajibannya; dan(2)
penghentian aktifitas pekerjaan oleh penyedia jasa karena terjadinya
keadaan kahar tanpa pemberitahuan kepada PPK. Penyelesaian terhadap
wanprestasi pertama adalah pemberian kompensasi berupa waktu
tambahan bagi penyedia jasa sesuai dengan waktu keterlambatan
pembayaran termin. Penyelesaian wanprestasi kedua oleh PPK meliputi
:(1) memanggil penyedia jasa atau melakukan crosscheck sekaligus
memberikan surat teguran sebanyak tiga kali selama masa perjanjian;(2)
melaporkan penyedia jasa kepada Badan Pemeriksa Keuangan agar
dilaporkan secara pidana kepada pihak yang berwenang disertai dengan
pemutusan perjanjian secara sepihak, sita jaminan, dan register penyedia
jasa ke dalam daftar hitam nasional.
Saran yang dapat diberikan terkait dengan permasalahan dalam
penelitian ini, yaitu :(1) agar Pemerintah Kota Pangkalpinang dalam
perumusan RUP mengalokasikan dana ganti rugi bagi keterlambatan
pembayaran termin sehingga terwujud tertib perjanjian. Selain itu agar
pemerintah lebih menyesuaikan honorarium dan beban kerja pengawas
lapangan sehingga terwujud proporsionalitas bagi pengawas lapangan. Di
sisi penyedia jasa, agar dalam melaksanakan kegiatan terkait dengan
pemenuhan prestasinya senantiasa berpedom pada perjanjian sehingga
terwujud tertib perjanjian
Partisipasi Perempuan dalam Pengembangan Desa Wisata Samiran Kecamatan Selo Kabupaten Boyolali
Dhani Ryansa. D0311019. 2015. Partisipasi Perempuan dalam Pengembangan Desa Wisata Samiran, Kecamatan Selo Kabupaten Boyolali Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Sebelas Maret. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang partisipasi perempuan dalam Pengembangan Desa Wisata Samiran, Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori aksi yang dikemukakan oleh Talcott Parsons. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan metode studi kasus. Studi kasus dipilih karena biasa digunakan untuk meneliti fenomena kontemporer dalam kehidupan nyata, kasus yang spesifik serta memiliki batasan yang jelas. Proses pengumpulan data dilakukan dengan beberapa teknik, yakni observasi, wawancara serta penelaahan dokumentasi yang berkaitan dengan studi ini. Penulis menggunakan teknik pengambilan sampel purposive sampling, sehingga sampel yang diambil benar-benar representatif serta mengetahui secara pasti apa yang penulis butuhkan. Informan dalam penelitian adalah dari Ketua Desa Wisata Samiran, Perempuan pelaku wisata, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Boyolali dan Pemerintah Desa Samiran. Untuk menjamin validitas data digunakan triangulasi sumber, sedangkan analisis data yang digunakan adalah model interaktif dan analisis gender oleh harvard. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi perempuan dalam Pengembangan Desa Wisata diantaranya, mereka tergabung di dalam kelompok-kelompok dan beberapa kelompok tersebut beranggotakan perempuan semua. Salah satu kelompok yaitu Kelompok wanita pengusaha homestay membuat sebuah arisan yang menunjang homestay mereka dengan membuat arisan barang berupa sprei, bantal, Kasur dan sebagainya. Pengelolaan hasil pertanian yang dijadikan makanan ringan juga di buat oleh perempuan melalui Kelompok Wanita Tani (KWT). Mereka juga mengikuti pelatihan-pelatihan yang diberikan oleh berbagai pihak untuk bisa mengambangkan diri mereka dan terakhir mereka juga mengikuti perkumpulan rutin bulanan. Profil Aktivitas juga di dominasi oleh perempuan hingga kegiatan seperti menanam dan pembibitan yang seharusnya dilakukan oleh laki-laki, disini perempuan juga melakukan kegiatan itu. Pada Akses dan kontrol perempuan lebih memegang kepada sumber daya keuangan dan laki-laki lebih kepada kepemilikan rumah dan tanah. Faktor pendorong yang mempengaruhi dalam berpbrtisipasi ialah faktor ekonomi, rasa ingin meningkatkan Desa Wisata Samiran, dan berdomisili di wilayah Desa Wisata
PENERAPAN MODUL MESIN BUBUT CNC UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIVAN DAN KOMPETENSI SISWA PADA MATA PELAJARAN CNC DASAR DI SMK MUHAMMADIYAH 1 SALAM
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengevaluasi peningkatan keaktivan belajar siswa kelas XII MPA SMK Muhammadiyah 1 Salam selama proses pembelajaran mata pelajaran CNC dasar dengan menggunakan media modul pembelajaran, dan (2) mengevaluasi peningkatan kompetensi belajar siswa kelas XII SMK Muhammadiyah 1 Salam selama proses pembelajaran mata pelajaran CNC dasar dengan menggunakan media modul pembelajaran.
Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan model Kemmis & Mc Taggart. Penelitian ini dilaksanakan dalam tiga kali putaran (siklus). Setiap pertemuan menggunakan langkah-langkah: plan, action, observation, dan reflektif. Jumlah siswa yang menjadi subjek penelitian ada 16 siswa. Instrumen pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar observasi, catatan lapangan, lembar penilaian praktik dan tes hasil belajar. Data tentang keaktivan siswa diperoleh melalui observasi kelas dan dianalisis untuk membandingkan tingkat keaktivan siswa pada setiap siklus. Data tentang prestasi belajar diperoleh melalui tes dan unjuk kerja kemudian dianalisis untuk membandingkan hasil ujian pada setiap siklus.
Hasil penelitian menunjukan bahwa pembelajaran dengan menggunakan modul mesin bubut CNC dapat meningkatkan keaktivan dan kompetensi belajar siswa selama proses pembelajaran. Hal tersebut dibuktikan dengan meningkatnya keaktivan siswa yaitu: (1) siswa yang patuh dalam mengerjakan evaluasi pada modul yang semula pada siklus I 8 anak meningkat menjadi 16 anak pada siklus III, (2) siswa yang patuh dalam mencatat materi tambahan yang semula pada siklus I 6 anak menjadi 15 anak pada siklus III, (3) siswa yang berani menyajikan temuanya atau mempraktikan didepan kelas yang semula 4 anak menjadi 10 anak pada siklus III, (4) siswa yang berani menjawab pertanyaan guru yang semula pada siklus I hanya 4 anak menjadi 10 anak pada siklus III, (5) kerjasama dalam hal pembagian tugas kelompok juga dapat berjalan, (6) kerjasama dalam meyelesaikan praktik juga dapat terlaksana dengan baik, (7) siswa yang memperhatikan penjelasan guru juga meningkat dari 9 anak pada siklus I menjadi 15 anak pada siklus III, dan (8) siswa yang memperhatikan saat siswa lain mengungkapkan pendapat juga meningkat yang semula siklus I 7 anak menjadi 15 anak pada siklus III. Sedangkan peningkatan kompetensi dibuktikan dengan nilai rata-rata ujian siswa mengalami peningkatan yang semula pada siklus I 6.4 menjadi 7.9 pada siklus III dan nilai rata-rata praktik mengoperasikan mesin bubut CNC yang semula 0 menjadi 8.5 pada siklus III. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan modul mesin bubut CNC dengan sistem kontrol sinumerik 802S pada mata pelajaran CNC dasar dapat meningkatkan aktivitas pembelajaran dan kompetensi siswa kelas XII MPA SMK Muhammadiyah 1 Salam
PROSES PEMBUATAN CEKAM dan RUMAH BEARING PADA MESIN PILIN BESI SPIRAL
Tujuan dari penulisan laporan Proyek Akhir ini adalah; 1) Untuk mengetahui jenis bahan yang digunakan dalam pembuatan cekam dan rumah bearing pada mesin pilin besi spiral; 2) Untuk mengetahui mesin dan peralatan apa saja yang dibutuhkan dalam proses pembuatan cekam dan rumah bearing pada mesin pilin besi spiral; 3) Untuk mengetahui cara pembuatan cekam dan rumah bearing pada mesin pilin besi spiral; dan 4) Mengetahui berapa waktu yang dibutuhkan untuk mengerjakan cekam dan rumah bearing tersebut. Proses pembuatan cekam dan rumah bearing meliputi pengidentifikasian jenis bahan, pemilihan jenis mesin dan peralatan bantu yang akan digunakan, menentuan proses kerja pembuatan cekam dan rumah bearing, dan menghitung berapa waktu yang dibutuhkan untuk pembuatan cekam dan rumah bearing pada mesin pilin besi spiral. Hasil dari proses pembuatan cekam dan rumah bearing adalah 1) Bahan yang digunakan untuk membuat cekam dan rumah bearing pada mesin pilin besi spiral; adalah St-50 untuk Cekam dan St-37 untuk Rumah bearing; 2) Mesin yang digunakan dalam proses pembuatan cekam dan rumah bearing pada mesin pilin besi spiral adalah mesin bubut, mesin frais, mesin skrap, mesin bor, mesin slot dan perlengkapan lainnya; 3) Proses pembuatan cekam pada mesin pilin besi spiral meliputi : proses pemotongan bahan, proses pembubutan, pengeboran, pengefraisan, pengeslotan dan pengikiran, Sedangkan pada rumah bearing meliputi proses pemotongan, proses penyekrapan, proses pembubutan, dan pengeboran. Pada proses pembuatan cekam dan rumah bearing komponen yang pertama dibuat adalah cekam sistem suaian yang dipakai adalah berbasis lubang dan jenis suaian yang dipakai adalah suaian pas yaitu 30 H7/h6, kedua adalah rumah bearing jenis suaian yang dipakai untuk pasangan rumah bearing dan bearing adalah suaian paksa 46 h6/P7; 4) Proses pembuatan cekam dan rumah bearing pada mesin pilin besi spiral memerlukan waktu 1247 menit atau 20 jam 47 menit
Konsep Dasar Kewirausahaan dan Proses Kewirausahaan
Kewirausahaan adalah padanan kata darientrepreneurship dalam bahasa Inggris. Sedangkan diIndonesia diberi nama kewirausahaan. Kata entrepreneurberasal dari bahasa Perancis yaitu entreprende yangberarti petualang, pengambil risiko, kontraktor,pengusaha (orang yang mengusahakan suatu pekerjaantertentu), dan pencipta yang menjual hasil ciptaannya.Entrepreneurship adalah suatu kemampuan untukmengelola sesuatu yang ada dalam diri Anda untukdimanfaatkan dan ditingkatkan agar lebih optimal (baik)sehingga bisa meningkatkan taraf hidup Anda dimasamendatang.Indonesia entrepreneurial skill untuk bisa menekansekecil mungkin tingkat kemiskinan yang tinggi.Mengandalkan investor asing untuk membuka lapangankerja tidaklah cukup, menghimbau kepada Perusahaanuntuk tidak mem-PHK karyawan atau buruhnya juga sulitdiwujudkan. Salah satu cara atau jalan terbaiknyaadalah mengandalkan sektor pendidikan untuk mengubahpola pikir lulusannya dari berorientasi mencari kerjamenjadi mencetak lapangan kerja sendiri
- …
