1,185 research outputs found
Asuhan Kebidanan Komprehensif Pada Ny ”M” Di Praktik Mandiri Bidan Ellna Palembang
World Health Organization (WHO) menyatakan AKI di dunia pada tahun 2015 yaitu 216/100.000 KH, di Indonesia menurut SUPAS yaitu 305/100.000 KH, di kota Palembang tahun 2017 AKI 7 orang dari 27.876 KH. Asuhan kebidanan secara Continuity of Care (COC) adalah salah satu upaya untuk menurunkan AKI dan AKB. Asuhan Kebidanan COC merupakan asuhan kebidanan berkesinambungan yang diberikan kepada ibu dan bayi dimulai pada saat kehamilan, persalinan, bayi baru lahir, nifas dan keluarga berencana.
Laporan Tugas Akhir ini memberikan asuhan kebidanan komprehensif pada Ny “M” di PMB Ellna Palembang sejak 15 Desember – 26 Februari 2019, di mulai dari kehamilan, persalinan, BBL, nifas, neonatus dan KB. Teknik pengumpulan data menggunakan data primer dan data sekunder. Metode studi kasus yang digunakan yaitu metode deskriptif dengan menggunakan catatan perkembangan metode SOAP.
Hasil yang diperoleh dari asuhan kebidanan komprehensif yaitu pada kehamilan tanpa komplikasi, pada persalinan ibu tidak kooperatif sehingga dirujuk atas permintaan sendiri dan keluarga, nifas dan bayi fisiologis.
Kesimpulan dari data pengkajian subjektif dan objektif yang didapatkan maka ditegakkan diagnosa kehamilan, persalinan, nifas, neonatus fisiologis. Penatalaksanaan asuhan kebidanan dilakukan sesuai dengan analisa yang ditegakkan. Saran yang diharapkan bidan dapat mempertahankan pelayanan asuhan kepada pasien, klien dapat menjaga kesehatannya dan bayi sesuai dengan edukasi yang diberikan
Factors predisposing 6 to 11-year old children in the first stage of orthodontic treatment to temporomandibular disorders
INTRODUCTION: The etiology of temporomandibular disorders (TMD's) is currently considered multifactorial, involving psychological factors, oral parafunctions, morphological and functional malocclusion. OBJECTIVES: In keeping with this reasoning, we evaluated children who seek preventive orthodontic treatment, to better understand their grievances and to assess the prevalence of TMD signs and symptoms in these patients. METHODS: Two examiners evaluated 65 children aged 6 to 11 years. RESULTS: In our sample, bruxism featured the highest prevalence rate, whereas atypical swallowing displayed the highest rate among predisposing factors. CONCLUSION: We therefore recommend that the evaluation of possible TMD signs and symptoms in children be adopted as routine in the initial clinical examination.INTRODUÇÃO: atualmente, considera-se multifatorial a etiologia da desordem temporomandibular (DTM), na qual fatores psicológicos, parafunções orais, má oclusão morfológica e funcional constituem possíveis causas para o desenvolvimento dessa disfunção. OBJETIVO: avaliar as crianças que procuram por tratamento ortodôntico preventivo, visando compreender melhor suas queixas e avaliar a prevalência de sinais e sintomas de desordem temporomandibular. MÉTODOS: sessenta e cinco crianças, com idades variando entre 6 e 11 anos, foram avaliadas por dois examinadores. RESULTADOS: o bruxismo foi o sintoma que apresentou o maior índice de prevalência na amostra estudada e a deglutição atípica apresentou o maior índice dentre os fatores predisponentes. CONCLUSÃO: recomenda-se que a avaliação dos possíveis sinais e sintomas da DTM em crianças seja adotada como rotina durante o exame clínico inicial.UMESPEPM UNIFESPUNIFESP-EPM Departamento de FonoaudiologiaUniversidade Metodista de São Paulo Faculdade de OdontologiaUNIFESP, EPM, UNIFESP, EPM Depto. de FonoaudiologiaSciEL
Ibu Bekerja terhadap Perkembangan Sosial Anak 5-6 Tahun Di Kb Kasturi Desa Wai Sari
Penelitian ini membahas pengaruh keterlibatan ibu yang bekerja terhadap perkembangan sosial anak usia 5–6 tahun. Berdasarkan kajian literatur dan data dari KB Kasturi Desa Wai Sari, ditemukan bahwa meskipun ibu yang bekerja memiliki waktu terbatas untuk berinteraksi dengan anak, anak-anak tersebut tetap dapat menunjukkan perkembangan sosial yang baik. Hal ini bergantung pada manajemen waktu yang efektif dan dukungan dari lingkungan sekitar seperti ayah, kakek-nenek, atau pengasuh. Pola pengasuhan yang berbagi peran, yang melibatkan lebih dari satu anggota keluarga, terbukti dapat mendukung perkembangan sosial anak. Selain itu, kualitas interaksi emosional dan sosial anak lebih menentukan daripada kuantitas waktu yang dihabiskan bersama ibu. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peran lembaga pendidikan seperti KB sangat penting dalam membantu anak mempelajari norma sosial dan keterampilan sosial dasar. Kolaborasi antara keluarga dan lembaga pendidikan sangat diperlukan untuk mendukung perkembangan sosial anak-anak, terutama di tengah keluarga dengan ibu bekerja
La represión desesperada
No abstract available.
ECA Estudios Centroamericanos, Vol. 35, No. 386, 1980: 1211-1219.No hay resúmenes disponibles.
ECA Estudios Centroamericanos, Vol. 35, No. 386, 1980: 1211-1219
La honestidad del sector público
No abstract available.ECA Estudios Centroamericanos, Vol. 31, No. 334, 1976: 347-348.No hay resúmenes disponibles.ECA Estudios Centroamericanos, Vol. 31, No. 334, 1976: 347-348
Ultimos pronunciamientos del PCN
No abstract available.
ECA Estudios Centroamericanos, Vol. 36, No. 387-388, 1981: 109-112.No hay resúmenes disponibles.
ECA Estudios Centroamericanos, Vol. 36, No. 387-388, 1981: 109-112
Una buena noticia: La Iglesia nace del pueblo latinoamericano
No abstract available.
ECA Estudios Centroamericanos, Vol. 33, No. 353, 1978: 161-173.No hay resúmenes disponibles.
ECA Estudios Centroamericanos, Vol. 33, No. 353, 1978: 161-173
The Dualism of Contemporary Traditional Governance and the State
In many parts of the world, people live in “dual polities”: they are governed by the state and organize collective decision making within their ethnic community according to traditional rules. We examine the substantial body of works on the traditional–state dualism, focusing on the internal organization of traditional polities, their interaction with the state, and the political consequences of the dualism. We find the descriptions of the internal organization of traditional polities scattered and lacking comparative perspective. The literature on the interaction provides a good starting point for theorizing the strategic role of traditional leaders as intermediaries, but large potentials for inference remain underexploited. Studies on the consequences of “dual polities” for democracy, conflict, and development are promising in their explanatory endeavor, but they do not yet allow for robust conclusions. We therefore propose an institutionalist research agenda addressing the need for theory and for systematic data collection and explanatory approaches
Comunicado del Obispo de las Verapaces sobre la expulsión de Sor Raymunda Alonso Queralt
No abstract available.
ECA Estudios Centroamericanos, Vol. 33, No. 356-357, 1978: 552-553.No hay resúmenes disponibles.
ECA Estudios Centroamericanos, Vol. 33, No. 356-357, 1978: 552-553
- …
