2,885 research outputs found
PEMBERDAYAAN LANSIA MELALUI PENINGKATAN AKTIVITAS PRODUKTIF DI DESA JANGGAN KECAMATAN PONCOL KABUPATEN MAGETAN
The aim of this research is to see how the Elderly Empowerment program is through Increasing Productive Activities in Janggan Village, Poncol District, Magetan Regency. In life, growing old is a certain thing. Elderly is a life cycle that every elderly person will go through. The image of us being elderly in everyone's mind is that of an old grandmother or grandfather who is helpless and weak because of age, but from this general perspective we can change our perspective by empowering the elderly well so that in old age they do not suffer and feeling unhappy for the rest of his life.
This research is a type of qualitative research research. This is a research method based on postpositivism which is used to examine natural objects, where the researcher is the key instrument, sampling data, data sources are carried out purposively and snowballing, collection techniques are triagulation (combined), data analysis is inductive/qualitative.
The results of this research indicate that the empowerment program that took place in Janggan Village, Poncol District, Magetan Regency was not successful because the program was Project Based oriented. This program has not been successful in increasing activity towards the program provided by the village. The activities carried out at Mawar Indah Elderly Family Development (BKL), Janggan Village, are deemed to be less effective if we want to increase the productive activities of the elderly because there are several factors, such as the Village Government not supporting it in terms of policy
Efficiency and Labour Absorption in Irrigated Rice Farms in Nueva Ecija: Philippines
The focus of the study is on the determination of economic
efficiency and labour absorption capacity of rice farms
operating under the two types of small-scale irrigation systems (gravity type and pump type) in Nueva Ecija , Philippines.
Rice farms from both types of irrigation systems were
assessed using the normalized restricted profit function . Data from two hundred and sixty two rice farmers, 110 from
Cristamakita Farmer Irrigators' Association (CFIA) comprising
the gravity irrigated farms and 122 from Penaranda Irrigators'
Association (PIA) comprising the pump irrigated rice farms ,
was analysed using the SAS Syslin computer package.
Profitability analysis shows that among the variable
inputs considered, only labour, fertilizer and seeds possess
the correct a priori signs and only fertilizer is significant to farm profit. Land has positive coefficient as expected but
the coefficient is not significant. Land tenure status of the farmers affects farm profit in favour of owner-operators.
Owner-operators have greater income per farm and per hectare
compared to other farmer-groups considered, regardless of farm
proximity to the irrigation canal.
Empirical findings show no difference in relative economic
efficiency between the farmer-groups considered. Both farmer groups
operate on the same level of economic efficiency.
Both farmer-groups failed to maximize prof it in the short
run . Both groups of farmers were not successful in equating
the marginal value products of the variable resources to their
respective prices.
The elasticity of demand for labour with respect to its
price is inelastic (-0.29). This implies that under existing
farm conditions, rice farming is unlikely to absorb excess farm labour without decreasing wage rate. Labour however, is
responsive to output price changes. Fertilizer was found out
to be responsive to its own price (-1.43) and also responsive to output price.
Response of paddy supply to changes in the price of the
variable inputs supports a priori expectations, but all the
coefficients are not significant. Moreover, paddy supply is
more sensitive to seed price compared to the price of labour, fertilizer, pesticides and animal-machine.
Human labour and animal-machine were found to be
complementary inputs. The rest of the inputs considered were
also found to be complementary with each other like labour with
fertilizer, labour with seeds and labour with pesticides. This
shows that decrease in the prices of fertilizer, pesticides and
seeds will encourage increase in their usage hence, will also increase labour demand
Demand for variable input s was not responsive to land, but
responsive to irrigation fee.
The results of the study indicate room for increasing food
supply through improvement of farmers' allocative efficiency
PEMBENTUKAN KARAKTER BANGSA INDONESIA
Artikel ini mendeskripsikan dan membahas tentang bagaimana membangun karakter bangsa Indonesia, politik identitas pendidikan di Indonesia, dan pembentukan karakter bangsa Indonesia. Karakter bangsa Indonesia sudah digagas pertama kali oleh presiden Soekarno lewat refleksi fal- safah Pancasila yang menyatakan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar dan untuk membangun bangsa yang besar perlu kerja keras, gotong royong, dedikasi tinggi untuk negeri ini. Selain itu, presiden Soeharto melalui P4 juga menggagas karakter bangsa Indonesia lewat Pan- casila bahwa karakteristik bangsa Indonesia ialah individu yang mampu mengamalkan falsafah Pancasila karena Pancasila merupakan cermin kepribadian bangsa Indonesia. Soekarno dan Soe- harto setuju bahwa Pancasila merupakan dasar negara Indonesia serta dijadikan sebagai pedoman karakter bagi Masyarakat Indonesia. Karakter merupakan salah satu ekspektasi karena menjadi penopang perilaku seseorang yang seyogyanya karakter tidak terbentuk secara instan. Diperlukan proses yang sangat lama dan berkesinambungan supaya karakter bisa menjadi bagian dari integral dalam diri individu. Melalui pancasila, bisa mendedar kearifan nilai-nilai pendidikan karakter agar menjadi manusia indonesia seutuhnya (MIS).
Kata Kunci: Karakter, Bangsa Indonesi
IMPLEMENTASI TEKNIK DEPTH OF FIELD DAN ARTIFICIAL LIGHTING DALAM PEMBUATAN VIDEO DOKUMENTER PERLINDUNGAN ANAK DI KAWASAN LOKALISASI DOLLY
Dalam tugas akhir ini,akan dibuat sebuah film dokumenter mengenai kisah dan eksistensi seorang aktivis, serta perjuangannya dalam melindungi anak –anak di lingkungan tersebut agar tidak terjerumus dalam pengaruh lingkungan yang keras . Dengan penekanan pada teknik pasca produksi depth of field dan artificial lighting pada sesi editing sehingga video yang dihasilkan lebih menarik. Adapun proses perancangan film dokumenter ini terdiri dari identifikasi program, pencarian data dan fakta pendukung, sinopsis dan treatment, proses produksi, proses post produksi, dan perancangan media pendukung. Proses yang ditekankan, pada tahap post produksi yang akan menghasilkan video editing dengan artificial lighting dengan tujuan optimalisasi pencahayaan pada ruang atau sudut yang cenderung gelap, serta menciptakan suasana ruang. Serta depth of field untuk focusing objek sehingga tampak objek yang perlu ditonjolkan. Rancangan yang dihasilkan berupa film dokumenter dengan durasi 3 menit, mengusung pesan pokok tentang perlindungan anak –anak terhadap lingkungan yang keras. Sofware yang digunakan adalah Adobe Premiere, Adobe After Effect , dan Adobe Photoshop. Dengan hadirnya film dokumenter ini, diharapkan dapat memberikan pandangan terhadap masyarakat, betapa pentingnya melindungi anak – anak terhadap pengaruh lingkungan yang keras.
Kata Kunci : Film Dokumenter, perlindungan anak, teknik Depth of Field, Artificial lightin
CITRA PEREMPUAN DALAM NOVEL BELENGGU KARYA ARMIJN PANE: Analisis Feminis
Permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini, yaitu (1) Bagaimana citra perempuan yang terdapat dalam novel Belenggu? (2) Bagaimana bias gender yang muncul dalam novel Belenggu?
Tujuan penelitian ini adalah (1) Mendeskripsikan citra perempuan yang terdapat dalam novel Belenggu. (2) Mendeskripsikan bias gender yang muncul dalam novel Belenggu.
Metode yang digunakan penelitian ini adalah analisis feminis. Objek material pada penelitian ini adalah novel Belenggu karya Armijn Pane. Objek formalnya adalah bias gender serta citra perempuan dalam novel Belenggu karya Armijn Pane.
Simpulan penelitian ini adalah 1) Citra Perempuan yang terdapat di novel Belenggu ini dapat dijabarkan dalam bentuk domestifikasi perempuan sebagai alat ideologi patriarki, perempuan sebagai konco wingking, perempuan sebagai makhluk yang irasional. Domestifikasi perempuan sebagai alat ideologi patriarki diartikan perempuan merupakan makhluk yang irasional. Perempuan lebih mengedepankan emosinya daripada logikanya dalam berpikir. Dalam masyarakat, perempuan dianggap secara kontruksi budaya sebagai seorang ibu, yang hanya mengurus rumah tangga dan suaminya. Perempuan dianggap sebagai konco wingking, menjelaskan posisi dari perempuan hanya memikirkan mengenai kodratnya saja, yaitu menjadi istri yang mengurus suami dan rumah tangga. Perempuan sebagai makhluk yang irasional dimaksudkan perempuan memiliki pemikiran berbeda dengan laki-laki yang menggunakan rasional. Perempuan menggunakan perasaannya dalam melakukan tindakan. 2) Bias gender yang terdapat di novel Belenggu ini dapat dijabarkan dalam bentuk dominasi laki-laki terhadap perempuan, subordinasi perempuan, dan posisi perempuan dalam kehidupan. Dominasi laki-laki terhadap perempuan dimaksudkan laki-laki mampu mendominasi setiap keputusan yang diambil, sedangkan perempuan tidak. Perempuan dikondisikan dalam posisi lebih rendah dari laki-laki. Kondisi ini membuat perempuan berada dalam posisi tertindas, inferior, tidak memiliki kebebasan atas diri dan hidupnya. Posisi perempuan dalam kehidupan menjelaskan posisi dari perempuan tersebut tidak lebih dari seorang yang mampu bertahan sendiri
A Spatial Integration Analysis of the Regional Fertilizer Markets in the Philippines
Fertilizer, which is an important production input, holds a significant share in total cost of production for some crops. Based on the available fertilizer price data, it can be observed that price levels vary greatly across regions. To help determine whether or not this variability is alarmingly high, a spatial market integration analysis was done. Based on the Granger causality test, it is found that the price in one region either causes or affects prices in another region. The cointegration test suggests that regional markets are integrated. Long-run relationships are also shown to be statistically significant. The finding that regional fertilizer markets in the Philippines are integrated is consistent with the absence of market power in the fertilizer industry. The number of market players in the industry makes it highly unlikely for one or few dealers of fertilizer to control the market price of fertilizer
Hak Anak Yang Lahir Dari Perkawinan Yang Tidak Dicatatkan Dalam Mendapatkan Akta Kelahiran
Anak adalah makhluk tidak berdosa dan anugerah dari tuhan yang diberikan kepada pasangan suami isteri jika melakukan hubungan seksual di dalam suatu perkawinan, tapi kadangkala ada pasangan yang hanya melakukan perkawinan tetapi tidak mencatatkan perkawinannya ke Pegawai Pencatat Nikah,sehingga anak yang lahir dari pasangan tersebut tidak mempunyai akta kelahiran yang menyebabkan hak anak jadi terabaikan, tapi ada solusi yang dijelaskan lebih lanjut dalam pasal 55 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan, bahwa anak yang tidak mempunyai akta kelahiran dapat diajukan permohonan penetapan asal-usul anak oleh orangtuanya ke Pengadilan dengan membawa bukti-bukti yang memenuhi syarat. Seperti pada 2 (dua) penetapan Pengadilan Agama Sidoarjo yang diterima dan juga ada yang ditolak permohonannya karena bukti yang kurang memenuhi syarat. Dan pada akhirnya penulis mengambil kesimpulan bahwa bukti-bukti yang memenuhi syarat adalah ; KTP pasangan suami isteri, kartu keluarga, surat keterangan kelahiran dan surat kelahiran, serta syarat yang paling penting adalah pasangan tersebut harus mencatatkan perkawinannya ke Pegawai Pencatat Nikah dengan tidak adanya masalah-masalah perkawinan sebelumnya
- …
