3,205 research outputs found
Social Responsibility, Business Strategy and Development: The Case of Grameen-Danone Foods Limited
The aim of this paper is to study the phenomenon of Social Business Enterprises (SBEs) and gain an understanding of their nature, operations, objectives and implications by using Grameen Danone Foods Limited (GDFL) as an illustration. Within this context, some questions that this paper seeks to explore are: is the concept of Social Businesses just another ‘fashionable business marketing fad’ that will fade and wither with time, or does it offer a real workable solution to cure the ills of global poverty? The paper seeks to investigate, with Grameen Danone’s case, if, how and to what extent such social businesses help towards social and economic uplift of the poor by simultaneously being both suppliers and consumers of their services. The case of GDFL is evaluated critically and compared analytically with similar social businesses in the dairy business sector, in order to gauge its impact on local communities, especially on the target market – malnourished children. Finally, project sustainability is discussed along with consequences of a possible commercial scale-up in operations
PERAN ASEAN DALAM ATF UNTUK MENINGKATKAN PARIWISATA DI INDONESIA
ABSTRAK
Pariwisata merupakan salah satu sektor yang sangat penting bagi negara
negara di dunia saat ini, tidak terkecuali dengan Indonesia. Seperti yang
diketahui, Indonesia memiliki keindahan alam dan keunikan budaya dari masing
masing daerah dan ini merupakan salah satu hal yang membuat Indonesia sangat
menarik untuk dikunjungi. Pemerintah Indonesia sekarang ini sangat fokus dalam
pembangunan industri pariwisata, karena industri ini dapat dijadikan sebagai
sumber penghasil devisa negara. Keberadaan ASEAN Tourism Forum (ATF) di
ASEAN yang bertujuan dalam mempromosikan kawasan ASEAN sebagai tujuan
wisata ini diharapkan dapat membantu dalam pembangunan industri pariwisata di
Indonesia. Selain ATF dijadikan alat promosi wisata, forum ini juga diharapkan
dapat memulihkan citra pariwisata Indonesia yang dulu sempat rusak akibat ulah
terorisme.
Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kegiatan dan
aktifitas ASEAN Tourism Forum (ATF) bagi industri pariwisata di kawasan
ASEAN. Selanjutnya juga ingin memahami kebijakan dan strategi pemerintah
dalam pembangunan industri pariwisata Indonesia yang korelasinya dengan
keberadaan ATF, ingin mengetahui kontribusi apa yang telah diberikan industri
pariwisata Indonesia, serta ingin mengetahui tantangan dan peluang yang dihadapi
pemerintah dalam pembangunan industri pariwisata Indonesia.
Berdasarkan perumusan masalah, kerangka pemikiran dan asumsi yang
telah dikemukakan diatas, maka penulis dapat menarik hipotesis: Jika aktifitas
ASEAN Tourism Forum (ATF) merekomendasikan bagi kegiatan berinvestasi,
serta perlunya memelihara stabilitas keamanan di ASEAN, maka dapat memberi
kontribusi bagi devisa negara serta percepatan pertumbuhan pembangunan
industri pariwisata Indonesia.
Dalam melakukan penelitian ini, penulis menggunakan metode penelitian,
yaitu Metode Penelitian Deskriptif. Serta menarik kesimpulan bahwa industri
pariwisata Indonesia memberi kontribusi yang baik bagi devisa negara dan dengan
keberadaan ASEAN Tourism Forum (ATF) di ASEAN dapat membantu
percepatan pertumbuhan pembangunan industri pariwisata Indonesia.
Kata Kunci : ASEAN Tourism Forum (ATF), industri
pariwisata Indonesia, kegiatan dan aktifitas, kontribusi,
pembangunan, kebijakan dan program
KONTRIBUSI POWER LENGAN DAN FLEKSIBILITAS SENDI BAHU TERHADAP KECEPATAN LEMPARAN PITCHING DALAM CABANG OLAHRAGA BASEBALL : Studi Deskriptif pada Atlet Pelatcab Baseball Kabupaten Bandung
Dalam cabang olahraga baseball, melakukan teknik gerakan lemparan pitching perlu ditunjang oleh komponen kondisi fisik yang mendukung terhadap teknik lemparan pitching diantaranya power lengan dan fleksibilitas sendi bahu. Memahami tentang keterkaitan variabel tersebut akan berdampak kepada pemahaman yang lebih baik dalam upaya memperbaiki teknik lemparan pitching dan variabel yang mempengaruhinya. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah terdapat kontribusi yang positif dari power lengan dan fleksibilitas sendi bahu baik secara parsial maupun secara bersama-sama terhadap hasil lemparan pitching pada cabang olahraga baseball. Populasi dalam penelitian ini adalah atlet pelatcab baseball Kabupaten Bandung dengan populasi 20 orang dan sampel 12 orang. Teknik pengambilan data menggunakan teknik total sampling. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan istrumen penelitian menggunakan SKLZ sports radar untuk mengukur kecepatan lemparan, medicine ball throw untuk mengukur power lengan dan shoulder elevation untuk mengukur fleksibilitas sendi bahu. Hasil penelitian dengan menggunakan uji parametrik power lengan dan fleksibilitas sendi bahu dengan kecepatan lemparan pitching menjukan bahwa kontribusi atau dukungan yang diberikan oleh power lengan terhadap kecepatan lemparan pitching sebesar 62,38%, fleksibilitas sendi bahu terhadap kecepatan lemparan pitching adalah sebesar 60,24%, sedangkan gabungan dari keduanya power lengan dan fleksibilitas sendi bahu memberikan kontribusi terhadap kecepatan lemparan pitching adalah 77,36%, sedangkan sisanya sebesar 22,64% adalah kontribusi yang diberikan oleh aspek lain terhadap kecepatan lemparan yang tidak diteliti oleh penulis. Kesimpulan dari penelitian ini adalah power lengan dan fleksibilitas sendi bahu memberikan kontribusi yang positif terhadap kecepatan lemparan pitching dalam cabang olahraga baseball
Security and Reconciliation in Post-Conflict Society: The Matter of Closing the Books in South Africa and Somalia
Pengembangan Ekonomi Lokal untuk Meningkatkan Daya Saing pada UKM Ekonomi Kreatif Batik Bakaran di Pati, Jawa Tengah
The purpose of this study is to establish the SME development strategy of creative economy, batik burnt in Pati, Central Java, to improve competitiveness. SMEs of creative economy of burnt batik are felt capable of developing the local economy of the surrounding community through science, creativity, and innovation. SMEs are also considered to be able to develop jobs. However, the SMEs of creative economy of burnt batik are unable to give special characteristics to the Pati itself. This study uses Analytical Network Process (ANP). Analysis of the development strategy of competitiveness in SMEs kreati burnt batik covering aspects of the industry, technology, resources, institutions, and financial intermediation. ANP analysis results shows that the five aspects of competitiveness developer in the SME creative burnt batik can generate the resources as a top priority and the development of appropriate strategies to improve the quality of human resources in hopes can help the use of renewable raw materials. Recommended strategies for improving the quality of creative human resources is a strategic with the highest priority with a score of 0.2329
STRATEGI PENGEMBANGAN EKONOMI LOKAL UNTUK MENINGKATKAN DAYA SAING PADA UKM EKONOMI KREATIF BATIK BAKARAN DI PATI, JAWA TENGAH
The purpose of this study is to decide SME creative economy development strategy for bakaran batik in Pati, Central Java to improve competitiveness. SMEs creative economy bakaran batik believed to able to develop the local economy surrounding communities armed with knowledge, creativity, innovation and in the develop employment. However, SMEs creative economy bakaran batik still not able to be characteristic spesific for Pati, Central Java. This study uses the Analytical Network Process (ANP). Analysis of the development strategy of SMEs competitiveness in creative bakaran batik covers aspects of the industry, technology, resources, institutional, and financial intermediation. ANP analysis results showed that of the five aspects of the development of creative SMEs competitiveness in bakaran batik, generating resource aspects as the top priority and the appropriate development strategies to do is to improve the quality of human resources in hopes of helping creative utilization of renewable raw materials. Strategy recommendation of improving the quality of creative human resources is with the highest priority strategy with a score of 0.2329
The Relations Between Concentration of Nitrate and Phosphate to Abundance of Planktonic Diatom in Sakera Coast Waters of Bintan Regency of Kepulauan Riau Province
The research was conducted in February 2017 at Sakera coast Bintan regency of Kepulauan Riau Province,with the aims to determine the concentration of Nitrate and Phosphate in water, abundance of planktonic diatom and, the relationship between the concentration of Nitrate and Phosphate with abundance of planktonic diatom.The research methods used a was survey method. Each station consists of three sampling points. The results showed that the concentration of Nitrate ranged from 0.179-0.240 mg / L, whereas Phosphate concentration ranged from 0.175-0.194 mg/ L. The planktonic diatom found in the waters of Sakera coast consists of 2 ordo and 9 genus . The most dominant species were Isthmia sp, Chaetoceros sp and Nitzschia sp.The highest abundance was at station 4 which was a residential area (5540 ind /L), while the lowest was at station 1 which was the oil refining area (3488 ind / L). The relationship between concentration of Nitrate with diatom abundances has weak positive correlation, while the relationship between concentration of Phosphate with diatom abundances has weak negative correlation
Tingkat Kesuburan Perairan Berdasarkan Kelimpahan Fitoplankton dan Nitrat-Fosfat terhadap Tingkat Kekeruhan Muara Sungai Rokan Kabupaten Rokan Hilir
Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari 2017 bertempat di Muara Sungai Rokan,Kabupaten Rokan Hilir. Penelitian bertujuan untuk mengetahui tingkat kesuburanperairan dan tingkat kekeruhan muara Sungai Rokan serta mengetahui hubungannya.Metode yang digunakan selama penelitian adalah metode survei dan penentuan titikstasiun dengan cara purposive sampling. Pengambilan sampel parameter Fisika danKimia secara in situ seperti kekeruhan, kedalaman, kecerahan, kecepatan arus, suhu,salinitas, oksigen terlarut (DO), derajat keasaman (pH). Hasil analisis kekeruhan berkisarantara 173–749 NTU, kelimpahan fitoplankton rata-rata yaitu <302 ind/l dan spesiesfitoplankton yang ditemukan paling banyak dari kelas Bacillariophyceae yaitu 16spesies. Konsentrasi nitrat berkisar 0,0625 – 0,9431 mg/l, sementara konsetrasi fosfatberkisar dari 0,2131 – 0,3466 mg/l. Pengukuran kualitas perairan seperti kecepatanarus 0,85 m/dtk, kecerahan 16,6 cm, kedalaman 3,77 m, suhu 29,7 ºC, pH dengan 7-8,DO 5,4 mg/l dan salinitas 20 ppt. Berdasarkan hasil penelitian, tingkat kekeruhan sudahmelebihi baku mutu lingkungan air laut, sedangkan tingkat kesuburan perairantergolong rendah. Nilai produktivitas primer kotor menunjukkan bahwa lokasi penelitianini, fotosintesis masih dapat berlangsung dengna baik, namun respirasi yang dibutuhkanlebih besar daripada proses fotosintesis
- …
