22,577 research outputs found
LAPORAN INDIVIDU KEGIATAN PRAKTEK PENGALAMAN LAPANGAN (PPL) LEMBAGA PENGEMBANGAN MUTU PENDIDIKAN DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) merupakan sebuah program yang
telah direncanakan oleh Universitas Negeri Yogyakarta yang wajib diikuti oleh
mahasiswa yang mengambil program kependidikan. Program PPL merupakan
cara untuk menambah kompetensi mahasiswa dalam bidang pekerjaan yang
nantinya akan digeluti. Program PPL yang dilaksanakan di dalam lingkungan
lembaga kependidikan ini merupakan bentuk penerapan daripada yang telah
didapatkan dibangku kuliah. PPL sendiri merupakan kegiatan praktek ilmu di
bidang Teknologi Pendidikan. Sebelum pelaksanaaan kegiatan PPL, terlebih
dahulu diadakan observasi ke LPMP DIY dan hasil dari observasi tersebut
selanjutnya akan dijadikan pertimbangan dalam menentukanprogram kerja yang
terdapat pada divisi/seksi yang ada di LPMP yang akan dilaksanakan selama 1
bulan (5 minggu). Dalam pelaksanaan PPL ini dapat memperoleh pengalaman
yang dapat dijadikan bekal kelak ketika sudah benar-benar terjun di dunia kerja.
Program kerja (proker) yang penyusun jalankan meliputi program kerja
yang berasal dari Subbag Umum (SBU) yaitu Penataan Lab, Lomba &Perayaan
17 Agustus, Pembuatan Papan Plang dan Peringatan UU Keistimewaan
Yogyakarta; dari Seksi Fasilitasi Peningkatan Mutu Pendidikan (FPMP) yaitu
Pengelolaan Database Diklat Kepsek Papua & Jateng; dari Seksi Pemetaan Mutu
dan Supervisi (PMS) yaitu Posterisasi; dan dari Widyaiswara (WI) yang
merupakan jabatan fungsional dari SI yaitu Workshop & Diklat Cakepsek Papua.
Secara keseluruhan pelaksanaan dan analisis hasil pelaksanaan program kerja
individu yang sudah penyusun jalankan di LPMP DIY telah mencapai target yang
direncanakan dan pelaksanaan kegiatan tersebut memiliki kebermanfaatan bagi
lembaga dan mahasiswa baik untuk menambah wawasan, keterampilan, dan
keahlian
Model Inkubator Bisnis Untuk Menumbuhkan Kompetensi Kewirausahaan
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model inkubator bisnis yang diorientasikan menjadi sebuah inovasi. Pengembangan digunakan sebagai metodologi penelitian itu sendiri. Adapun populasi yang digunakan adalah mahasiswa Universitas Serang Raya Banten yang secara tergabung berkumpul dalam sebuah inkubator bisnis, yakni sebanyak 145 mahasiswa. Sementara teknik pengumpulan data yang digunakan adalah sampel penuh yang memilih keseluruhan populasi sebagai subjek penelitian. Lebih jauh lagi, teknik yang digunakan untuk mengumpulan data tersebut dilakukan dengan cara memberikan tes, kuesioner, bimbingan observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Kemudian data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif, persentase, dan statistik non parameter dengan Microsoft excel, dan sistem SPSS 19. Hasil penelitian, ada beberapa pokok persoalan yang dapat disimpulkan bahwa 1) perencanaan pemesanan dan perkembangan model incubator bisnis siap dilaksanakan dengan didasarkan pada teori dan penelitian empiris dalam bidang studi secara terkonsep dan terstruktur dengan baik. 2) Proses perkembangan model inkubator bisnis diselenggarakan dengan melalui tiga tahapan, yaitu: pendahuluan, mengembangkan model, dan uji coba model. 3) Model inkubator bisnis yang mendorong keterampilan kewirausahaan terhadap mahasiswa UNSERA adalah model inkubator bisnis yang diorientasikan untuk menjadi inovasi dan menyaratkan keahlian kewirausahaan didalamnya. 4) Model inkubator bisnis yang dikembangkan di UNSERA memungkinkan terciptanya pembentukkan keterampilan kewirausahaan pada peserta
Upaya Meningkatkan Kemampuan Membaca Al-Qur’an dengan Menggunakan Strategi Card Sort Siswa Kelas IV SDN Tampang Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Hulu Sungai Selatan
M. Hamdan. 2013. Upaya Meningkatkan Kemampuan Membaca Al-Qur’an dengan Menggunakan Strategi Card Sort Siswa Kelas IV SDN Tampang Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Skripsi, Jurusan Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan. Pembimbing : Dra. Hj. Mudhiah, M. Ag\ud
\ud
Kata Kunci : Meningkatkan, Kemampuan, Membaca Al-Qur’an, Strategi Make A Match\ud
\ud
Pembelajaran PAI di sekolah selama ini sebagian besar masih menggunakan strategi pembelajaran yang bersifat konvensional, hal ini mengakibatkan rendahnya interaksi dan perhatian siswa sehingga hasil belajar yang dicapai mereka menjadi kurang optimal. Hal tersebut juga terjadi pada SDN Tampang Kecamatan Sungai Raya\ud
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV semester I pada SDN Tampang Kecamatan Sungai Raya untuk mata pelajaran PAI dengan menggunakan strategi Card Sort.\ud
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus penelitian. Pada setiap siklus penelitian terdiri atas dua kali pertemuan. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas IV SDN Tampang pada semester ganjil tahun ajaran 2013/20014, dengan jumlah siswa 9 orang. Pengumpulan data dalam penelitian ini diperoleh melalui teknik observasi dan tes evaluasi, sedangkan teknik analisis data yang digunakan adalah persentasi dan skala likert.\ud
Hasil penelitian ini diperoleh (1) Partisipasi siswa mengalami peningkatan dari akhir siklus 1 ke akhir siklus 2 sebesar 33,33% menjadi maksimal, jika pada siklus I masih ada beberapa komponen siswa yang harus ditingkatkan yaitu kerjasama dengan siswa lain dan interaksi antara siswa dengan guru, maka pada siklus II kedua komponen tersebut sudah aktif dilaksanakan siswa bahkan ada yang mencapai sangat aktif; (2) Hasil peningkatan aktivitas guru pun secara umum juga mengalami peningkatan yaitu dari kategori baik (akhir siklus 1) menjadi kategori sangat baik (akhir siklus 2); (3) Hasil tes evaluasi kemampuan membaca Al-Qur’an siswa sebesar 55,56% (akhir siklus 1), mengalami peningkatan menjadi 100% (akhir siklus 2) dengan nilai/skor siswa di atas standar ketuntasan belajar minimum mata pelajaran PAI yang telah ditetapkan yaitu 68; bahkan mencapai indikator keberhasilan penelitian yang ditetapkan sebesar 80%\ud
Pembelajaran dengan menggunakan strategi Card Sort dapat meningkatkan aktivitas dan pemahaman/pengetahuan siswa kelas IV SDN Tampang, serta tingkat kemampuan kognitif anak sudah dapat diklasifikasikan
Aerated blast furnace slag filters for enhanced nitrogen and phosphorus removal from small wastewater treatment plants
Rock filters (RF) are a promising alternative technology for natural
wastewater treatment for upgrading WSP effluent. However, the application
of RF in the removal of eutrophic nutrients, nitrogen and phosphorus, is very
limited. Accordingly, the overall objective of this study was to develop a lowcost
RF system for the purpose of enhanced nutrient removal from WSP
effluents, which would be able to produce effluents which comply with the
requirements of the EU Urban Waste Water Treatment Directive (UWWTD)
(911271lEEC) and suitable for small communities. Therefore, a combination
system comprising a primary facultative pond and an aerated rock filter
(ARF) system-either vertically or horizontally loaded-was investigated at
the University of Leeds' experimental station at Esholt Wastewater
Treatment Works, Bradford, UK.
Blast furnace slag (BFS) and limestone were selected for use in the ARF
system owing to their high potential for P removal and their low cost. This
study involved three major qperiments: (1) a comparison of aerated
vertical-flow and horizontal-flow limestone filters for nitrogen removal; (2) a
comparison of aerated limestone + blast furnace slag (BFS) filter and
aerated BFS filters for nitrogen and phosphorus removal; and (3) a
comparison of vertical-flow and horizontal-flow BFS filters for nitrogen and
phosphorus removal.
The vertical upward-flow ARF system was found to be superior to the
horizontal-flow ARF system in terms of nitrogen removal, mostly thiough
bacterial nitrification processes in both the aerated limestone and BFS filter
studies. The BFS filter medium (whieh is low-cost) showed a much higher
potential in removing phosphortls from pond effluent than the limestone
medium. As a result, the combination of a vertical upward-flow ARF system
and an economical and effective P-removal filter medium, such as BFS,
was found to be an ideal optionfor the total nutrient removal of both nitrogen
and phosphorus from wastewater.
In parallel with these experiments, studies on the aerated BFS filter effective
life and major in-filter phosphorus removal pathways were carried out. From
the standard batch experiments of Pmax adsorption capacity of BFS, as well
as six-month data collection of daily average P-removal, it was found that
the effective life of the aerated BFS filter was 6.5 years. Scanning electron
microscopy and X-ray diffraction spectrometric analyses on the surface of
BFS, particulates and sediment samples revealed that the apparent
mechanisms of P-removal in the filter are adsorption on the amorphous
oxide phase of the BFS surface and precipitation within the filter
SIMULASI PROSES PERMESINAN SUDU TURBIN MIKRO HIDRO MENGGUNAKAN PERANGKAT LUNAK CAD/CAM
AbstrakPembangkit listrik tenaga air (PLTA) memproduksi seperlima dari total energi listrik dunia (World Energy Council1). Bahkan sedikit saja peningkatan atau penurunan efesiensi yang dilakukan pada desain hidrodinamiknya dapat berpengaruh besar terhadap jumlah suplai energi listrik dunia. Kesesuain desain dan hasil manufaktur dari komponen PLTA seperti sudu turbin menjadi sangat penting karena akan berpengaruh pada efesiensi turbin. dalam upaya pemotongan single setup atau dengan kata lain seluruh pembuatan komponen dilakukan dengan satu mesin CNC 5-axis saja. Secara umum mesin yang digunakan ada dua jenis, yaitu CNC 3-axis untuk pengerjaan roughing dengan CNC 5-Axis untuk pengerjaan semi-finishing dan finishing komponen sudu turbin (Prajapati et al.2, Munar et al.3). Tujuan dari penelitian pada Tugas Akhir ini untuk mendapatkan algoritma (tahapan) pada pembuatan model 3D runner turbin Kaplan berdasarkan data hasil perhitungan dan algoritma simulasi proses permesinan mesin CNC 5-axis pada pembuatan runner turbin Kaplan dengan single setup. Dari hasil penelitian yang telah di lakukan, adalah Proses Simulasi Sudu turbin dapat dibuat dengan pembuatan satu komponen dilakukan dengan satu mesin CNC 5-axis, dalam Proses simulasi permesinan 5-axis komponen runner dimulai bentuk properties permesinan seperti memilih jenis mesin yang digunakan, tool setting, stock, dan safety zone-nya dan Secara keseluruhan proses permesinan komponen runner menghabiskan waktu 47 jam 56 menit.Kata Kunci: Sudu Turbin , Simulasi, CAD/CAM
STUDI RELEVANSI MATERI MATA KULIAH GAMBAR TEKNIK DAN MATERI MATA PELAJARAN PRODUKTIF SMK PROGRAM KEAHLIAN GAMBAR TEKNIK DENGAN MATERI STANDAR UJI KOMPETENSI
Gambar Teknik sebagai bagian dari ilmu dalam bidang keteknikan, yang dipelajari baik oleh SMK teknologi salah satunya program Keahlian Gambar Teknik, maupun dalam perkuliahan khususnya di Departemen Pendidikan Teknik Mesin FPTK UPI, meskipun sama-sama dipelajari sejauh ini belum dilakukan pemetaan sekuen materi gambar teknik dan relevansi antara Gambar Teknik yang dipelajari di perkuliahan dengan yang dipelajari di SMK. Dunia SMK yang dihadapkan dengan Uji Kompetensi Keahlian khususnya pada Program Keahlian Gambar Teknik menjadikan mahasiswapun semestinya mampu melaksanakan hal yang sama, sebagai tolak ukur kompetensi yang dimilikinya pada bidang keahlian tertentu, meskipun sejauh ini belum dilakukan. Prinsip relevansi merupakan salah satu dari prinsip pengembangan kurikulum, sebagai pedoman agar kurikulum terus selaras dengan perkembangan jaman. Penelitian ini dilakukan untuk menghasilkan deskripsi relevansi materi, dan pemetaan sekuen dari ketiga materi Gambar Teknik yang terdapat pekuliahan, SMK Teknologi dan Uji Kompetensi. Metode penelitian yang digunakan adalah evaluasi dengan pendekatan descrepancy. Relevansi materi antara Mata Kuliah Gambar Teknik, Mata Pelajaran Produktif Gambar Teknik dan Uji Kompetensi Keahlian Gambar Teknik dan pemetaan materi diperoleh melalui hasil penelitian yang kemudian dipaparkan dan dibahas. Materi Mata Kuliah Gambar Teknik sudah mendukung (100%) sepenuhnya pada materi Mata Pelajaran Produktif Gambar Teknik di SMK, tetapi Mata Pelajaran Produktif Gambar Teknik tidak sepenuhnya (85%) mendukung materi yang terdapat di Mata Kuliah Gambar Teknik, dan keduanya sudah mendukung seraca utuh (100%) pada materi Standar Uji Kompetensi Gambar Teknik.
Kata kunci: Relevansi, Pemetaan Materi, Gambar Teknik, Mata Pelajaran Produktif, Mata Kuliah, Standar Uji Kompetensi
Engineering Drawing as part of study fields in engineering, which is learned not only by engineering vocational high school students such as Engineering Drawing major, but also university students especially Mechanical Engineering Education Department of FPTK UPI, although it is learnt by both engineering drawing major and mechanical engineering education department students but there has not been conducted material sequence mapping of engineering drawing subject and the relevancy between engineering drawing which is learnt in university and vocational high school. Vocational high school students have to take competency test especially in Engineering Drawing Major, in which it gives assumption that university students are expected to be able to do the same, as competence measure which should be acquired in specific competency, even though it has not been done thus far. Relevancy principle is one of the curriculum developmental principles, as a compass that it is to be in accordance with the world development. This study was conducted to obtain the description of the subject relevancy, and sequence mapping of the three materials of engineering drawing in the university, engineering vocational high school and competency test. The method that is used in this study is evaluation with discrepancy approach. Material relevancy between Engineering Drawing Course, the Engineering Drawing Productive Subject and competency test of engineering drawing and contents material mapping were obtained from the research which then be presented and analyzed. The course material of engineering drawing had completely supported (100%) toward the subject material of engineering drawing in vocational high school, however the engineering drawing productive subject was not totally (85%) support the contents material which is included in engineering drawing course, and both of them had totally supported (100%) toward the contents material in engineering drawing standard competency test.
Keywords: relevance, material mapping, engineering drawing, productive subject, course, competency standard test
Framework for sustainable TVET-Teacher Education Program in Malaysia Public Universities
Studies had stated that less attention was given to the education aspect, such as
teaching and learning in planning for improving the TVET system. Due to the 21st
Century context, the current paradigm of teaching for the TVET educators also has
been reported to be fatal and need to be shifted. All these disadvantages reported
hindering the country from achieving the 5th strategy in the Strategic Plan for
Vocational Education Transformation to transform TVET system as a whole.
Therefore, this study aims to develop a framework for sustainable TVET Teacher
Education program in Malaysia. This study had adopted an Exploratory Sequential
Mix-Method design, which involves a semi-structured interview (phase one) and
survey method (phase two). Nine experts had involved in phase one chosen by using
Purposive Sampling Technique. As in phase two, 118 TVET-TE program lecturers
were selected as the survey sample chosen through random sampling method. After
data analysis in phase one (thematic analysis) and phase two (Principal Component
Analysis), eight domains and 22 elements have been identified for the framework for
sustainable TVET-TE program in Malaysia. This framework was identified to embed
the elements of 21st Century Education, thus filling the gap in this research. The
research findings also indicate that the developed framework was unidimensional and
valid for the development and research regarding TVET-TE program in Malaysia.
Lastly, it is in the hope that this research can be a guide for the nations in producing a
quality TVET teacher in the future
- …
