19,243 research outputs found
A CONTENT ANALYSIS OF ESP TEXTBOOK FOR BANKING AND FINANCIAL MANAGEMENT DEPARTEMENT ”ENGLISH FOR BANKING” PUBLISHED BY LANGUAGE CENTER UMM PRESS BASED ON THE STUDENTS’ NEEDS
This study was focused on the analysis of “English for Banking 2” textbook published by language center UMM press based on the students’ needs. This research wanted to know the students’ needs of learning “English for Banking” and the relevance of the content of “English for Banking” textbook with the students’ needs in learning English for specific purpose (ESP) at D3 of Banking and Financial Management Department of the University of Muhammadiyah Malang.
The design used in this study was quantitative approaches because this study used objective measurement and statistical analysis of numeric data. The object of this study was the ESP textbook “English for Banking 2” published by LC UMM press. Meanwhile, for the instrument, the writer used documentation and questionnaire. Rating scale was used to analyze the data.
The findings showed that there were nine aspects of the content of “English for Banking 2” textbook needed by the students. They include: (1) the language description should be practical and understandable language (functional); (2) the language elements covered in the material of the book should be practical English (functional); (3) the types of reading text used should be article texts, dialog texts, and visual texts such as, pictures, diagrams, graphs and cartoons; (4) the subject matter of the book should contain topic about bank; (5) the content arrangement throughout the book needed by the students should be focused on the subject matter; (6) the content sequenced within a unit should be from comprehension to production; (7) the content of reading material should be reading material that was not only related to the Bank term but also to synonym and antonym; (8) the content of writing material should be essay writing; (9) the content of speaking material should be general material rather than only job vacancy interview. In relation with the students’ needs in learning English for specific purpose it was found that out of 52 students’ of D3 Banking and Financial Management Department, 5 students (9.7%) considered the content of “English for Banking 2” textbook to be very relevant with their needs, 44 students (84.7%) considered the content of the book to be relevant, and three students (5.8%) considered the content of the book not to be really relevant
PEMBELAJARAN MATEMATIKA PADA SISWA BERKEBUTUHAN KHUSUS DI SDN JUNREJO 02 BATU
Relating at target and function Education of National and also Directorate mission and vision of PLB hence there are some Elementary Schools carrying out education of inklusi. Inklusi is class involving student which was have special requirement to learn together with student which coeval him in public class.
Target in this research is to know process learn to teach at student which is have special requirement to (student of inklusi) in class of inklusi, especially mathematics subject.
This research use research qualitative which in form of description. To get data which in needing through three phase, that is (1) interview; (2) conducting observation; (3) collecting document which in needing. While becoming the source of data is special counselor teacher of class of
inklusi in State Elementary School Junrejo 02 Batu.
Result of research indicate that in study of mathematics in class of inklusi, special counselor teacher always repeatedly explain moment discussion fundamental in front of and a more regular individually at class student of inklusi because student of inklusi have difficulty remember and difficulty comprehend concept.
From research result earn in concluding that special counselor teacher more apply individual study, where special counselor teacher often have interaction to individually in each student of inklusi in explaining discussion fundamental and student do problem
PENGARUH MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN
The labor conditions in Indonesia are confronted with issues of unemployment, low productivity, and a significant number of workers employed in the informal sector. Low productivity impacts the level of employee performance. Performance becomes a crucial issue in the success of a company by requiring high-quality human resources. High-quality human resources will yield high performance. Enhancing performance requires motivation to create a greater sense of enthusiasm for task completion. The objective of this research is to determine the influence of work motivation on employee performance. This research employs a quantitative approach with data collected through accidental sampling technique involving 174 subjects. The analysis method used is multiple linear regression. The measurement tools used are IWPQ (Individual Work Performance Questionnaire) and MWMS (Multidimensional Work Motivation Scale), which consist of six dimensions: amotivation, extrinsic regulation social, extrinsic regulation material, introjected regulation, identified regulation, and intrinsic motivation. The overall results of this study through the six dimensions on the MWMS scale motivation does not have an influence on employee performance
KEUNGGULAN SISTEM KOMUNIKASI DENGAN SERAT OPTIK
Abstrak: Serat optik merupakan solusi cerdas dunia telekomunikasi untuk mentransmisikan sinyal cahaya dari suatu tempat ke tempat lain dengan kecepatan tinggi. Cahaya yang ada di dalam serat optik keluar karena indeks bias dari kaca lebih besar daripada indeks bias dari udara. Sumber cahaya yang digunakan adalah laser karena laser mempunyai spektrum yang sangat sempit. Kecepatan transmisi serat optik sangat tinggi sehingga sangat bgaus digunakan sebagai saluran komunikasi. Serat optik terbuat dari bahan dielektrik berbentuk seperti kaca (gelass). Di dalam serat inilah energi cahaya yang dibangkikan oleh sumber cahaya disalurkan (ditransmisikan) sehingga dapat diterima di ujung unit penerima (receiver). Struktur serat optik pada umumna terdiri dari 3 bagian, yaitu: (1) Bagian yang kaca (glass) yang berdiameter antara 2 -125 mm, dalam hal ini tergantung dari jenis serat optiknya (2) Bagian yang kedua dinamakan lapisan selimut (cladding), dimana bagian ini mengelilingi bagian inti dan mempunyai indeks lebih kecil dibandingkan dengan bagian inti. Terbuat dari kaca yang berdiameter antara 5-250 mm, juga tergantung dari jenis serat optiknya; (3) Bagian yang ketiga dinamakan lapisan jaket (coating), dimana bagian ini merupakan pelindung lapisan inti dan selimut yang terbuat dari bahan plastik yang elastis. Keunggulan yang didapatkan dalam penggunaan serat optic adalah: (1) Lebih murah: Pembuatan kabel serat optik memerlukan bahan-bahan yang relatif murah; (2) lebih tipis: memiliki diameter yang lebih kecil dari kawat tembaga; (3) kapasitas muatan lebih besar: memungkinkan membawa lebih banyak saluran telpon atau televisi; (4) Penurunan sinyal lebih sedikit: kerugian sinyal cahaya pada serat optik lebih sedikit daripada kawat tembaga; (5) Sinyal cahaya: sinyal cahaya dari satu serat tidak tercampur (interferensi) dengan sinyal lain pada kabel serat yang sama. Ini memberikan percakapan telepon atau gamber TV yang lebih jelas; (6) Daya lebih sedikit: karena sinyal pada serat optik hanya berkurang sedikit, lebih sedikit pula daya trasmitter yang digunakan dibanding trasmitter listrik tegangan tinggi untuk kawat tembaga. Selain itu hal ini juga menghemat biaya; (7) tidak mudah terbakar: karena tidak ada listrik yang dilewatkan, maka tidak ada resiko kebakaran; (8) Ringan: lebih ringan karena serat optik memerlukan ruang penempatan yang lebih sedikit: dan (9) Fleksibel: karena serat optik fleksibel dan dapat mentransmisikan dan menerima cahaya, banyak digunakan dalam kamera digital
PERKEMBANGAN TEKNOLOGI KOMUNIKASI SELULER GLOBAL SYSTEM FOR MOBILE COMMUNICATION (GSM)
Abstrak: Global System For Mobile Communication (GSM) merupakan standar yang diterima secara global untuk komunikasi selular digital. GSM adalah nama group standarisasi yang di mapankan pada tahun 1982 untuk menghasilkan standar telpon bergerak di Eropa, digunakan sebagai formula spesifikasi untuk system selular radio bergerak yang bekerja pada frekuensi 900 Mhz. Teknologi komunikasu selular sebenarnya sudah berkembang dan banyak digunakan pada awal 1980-an. Namun teknologinya yang masih analog membuat sistem yang digunakan bersifat regional sehingga sistem antara negara satu dengan yang lain tidak saling kompatibel dan menyebabkan mobilitas pengguna terbatas pada suatu area sistem teknologi tertentu saja. Pada awal pengoperasiannya, GSM telah mengantisipasi perkembangan jumlah penggunanya yang sangat pesat dan arah pelayanan per area yang tunggi, sehingga arah perkembangan teknologi GSM adalah DCS (Digital Cellular System) pada alokasi frekuensi 1800 Mhhz. Keuntungan dari sistem teknologi digital teknologi digital adalah mudahnya pensinyalan, inferferensi yang lebih rendah, terintegrasinya transmisi dan switching, dan bertambahnya kemampuan untuk mencukupi permintaan kebutuhan kapasitas. Perangkat-perangka telekomunikasi GSM kini telah tersebar luas di seluruh lapisan masyarakat, dominasinya belum mampu disaingi oleh perangkat CDMA meskipun CDMA terus mengalami peningkatan jumlah user. Teknologi GSM yang kita pakai saat ini menggunakan frekuensi 900 MHz dengan daya jangkau 1,5 km sampai 2 km saja. Akan tetapi daya jangkau itu dapat diperluas dengan menggunakan antena payung yanh tinggi (umbrella). Dengan penggunaan antena payung, jaak jangkau GSM dapat mencapai 35 km
Peningkatan Kemampuan Menulis Pengalaman melalui Metode Pemberian Tugas Siswa Kelas V SD Negeri 001 Pagaran Tapah Darussalam
This research is motivated by the lack of writing skills students of class V SDN 001 PagaranTapah Darussalam. This study aims to improve the ability of writing experience fifth gradestudents at SDN 001 Pagaran Tapah Darussalam with the method of assignment, which iscarried out for 1 month. The subjects were fifth grade students at SDN 001 Pagaran TapahDarussalam totaling 33 people consisting of 15 men and 18 women. Form of research isclassroom action research. The research instrument consists of instruments and instrumentperformance data collection activity observation sheet form teacher and student activity. Basedon the results of the study revealed that the method of administration tasks can improve theability of fifth grade students at SDN 001 Pagaran Tapah Darussalam writing experience. It isknown from (a) the activities of teachers has increased in the first cycle obtain a percentage of74.3% (Good) and the second cycle gained 82.9% (Very Good). In addition the student activityalso increased in the first cycle obtained 71 , 1% (Good) and the second cycle cycle obtain apercentage of 75.8% (Good); and (b) increased learning outcomes in basic score average valueincreased 64.4 students in the first cycle students' average score of 70.9 and the second cycle ofthe average value of 85 students
Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Materi Larutan Asam, Basa dan Garam melalui Penerapan Strategi Pembelajaran Resoursce Based Learning (Rbl) pada Siswa Kelas XI IPA 3 di Sman 22 Bandung
This research was conducted to improve student learning outcomes using the Resource Based Learning (RBL) strategy. The research method was class action research. The process of this research was carried out through 2 cycles. The researcher used worksheets and evaluation sheets to find out the increase in students\u27 understanding in the upper, middle and lower groups. The subjects in this study were students of class XI IPA 3. The average value of students\u27 abilities in the high group was obtained at 88 in the first cycle and 89 in the second cycle. The medium group average value was 79 in the first cycle and 85 in the second cycle. The low group average value 66 in the first cycle and 72 in the second cycle. Based on learning outcomes data obtained in the first and second cycle, proving that the learning outcomes of class XI IPA 3 students of SMAN 22 Bandung, through the Resource Based Learning (RBL) strategy was increased
REVIEW JURNAL MAKNA METODOLOGI DALAM PENELITIAN
Abadi, T. W. (2011). Jurnal Komunikasi dan Ilmu Administrasi Negara: Makna
Metodologi Dalam Penelitian Kalamsiasi. Vol.4, No. 2. Hal 105-214.
https://scholar.google.co.id
Atmadja, A. T. (2013). Pergulatan Metodologi dan Penelitian Kualitatif dalam Ranah Ilmu
Akutansi. Jurnal Akutansi Profesi, Vol. 3, No. 2 2013. https://scholar.google.co.id
Dewi, H. R., Indiariani, D. (20017). Pelatihan Karya Tulis Metode Penulisan Kuantitatif,
Kualitatif & PTK (untuk Guru SD/MI) Se-Kabupaten Bangkalan. https://scholar.google.co.id
Dr. Priyono, MM. (2008). Metde Penelitian Kuantitatif. Diterbitkan oleh ZIFATAMA
PUBLISHING. https://scholar.google.co.id
Hayati, N. (2015). Pemilihan Metode yang Tepat Dalam Penelitian (Metode Kuantitatif dan
Metode Kualitatif). Jurnal Tarbiyah al-Awlad, Vol. IV. Edisi 1, Hal 345-357.
https://scholar.google.co.id
Ibrahim, D. 2014. Metode penelitian dalam kajian islam. Jurnal Intizar UIN Raden Fatah,
Palembang,, Vol. 20, No2, 2014, 247-266. http://jurnal.radenfatah.ac.ic/metode- penelitian-
dalam-kajian-islam. (diakses pada pukul 14.50).
Iskandar. (2012). Analisis Unsur Karbon Aktif Tempurung Kelapa dengan Metode Analisis
Ultimat (Ultimat Analysis). https://scholar.google.co.id
Mulyadi, M. (2011). Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif Serta Pemikiran Dasar
Menggabungkannya. Jurnal STUDI KOMUNIKASI DAN MEDIA, Vol. 15, No. 1 2011.
https://scholar.google.co.id
Musianto, L. S. (2002). Perbedaan Pendekatan Kuantitatif dengan Kualitatif dalam Metode
Penelitian. Jurnal Manajemen & Kewirausahaan, Vol. 4, No. 2, Hal 23-136.
https://scholar.google.co.
LAPORAN PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN II UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA LOKASI: SD NEGERI PAKEM 1
Program Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Universitas Negeri Yogyakarta yang dilaksanakan pada semester khusus tahun 2015 memberikan kesempatan bagi mahasiswa UNY untuk meningkatkan kemampuannya dalam bidang pendidikan. SDN Pakem 1 merupakan salah satu sekolah yang ditunjuk oleh pihak UNY untuk menjadi lokasi PPL pada tahun 2015. Tujuan dari program Praktik Pengalaman Lapangan adalah untuk memberikan pengalaman kepada mahasiswa dalam bidang manajerial dan pembelajaran di sekolah; memberikan pengalaman kepada mahasiswa dalam rangka melatih dan mengembangkan keprofesionalan dalam bidang keguruan atau pendidikan; memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengenal, belajar, dan memahami seluk beluk sekolah dengan segala permasalahannya; serta memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk menerapkan pengetahuan dan kemampuan yang telah dimiliki dalam proses pembelajaran.
Program PPL ini meliputi pelaksanaan praktik mengajar terbimbing sebanyak 5 kali, yang dilaksanakan dari tanggal Agustus 2015 dan ujian praktik mengajar sebanyak dua kali pada tanggal 10 dan 11 September 2015. Praktik mengajar dilaksanakan di kelas rendah dan tinngi, yakni kelas 1, 2, 3, 4, dan 5. Pelaksanaan kegiatan PPL meliputi tiga tahapan yaitu, tahap persiapan, pelaksanaan, dan analisis hasil. Tahapan persiapan PPL meliputi pembekalan dan orientasi pengajaran mikro, pengamatan AVA, praktik pengajaran mikro, observasi pembelajaran, dan membuat persiapan mengajar. Tahap pelaksanaan meliputi praktik mengajar terbimbing, mandiri, dan ujian. Tahap analisis hasil berisi hasil pelaksanaan, hambatan, solusi, dan refleksi. Dari pelaksanaan kegiatan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL), maka dapat disimpulkan bahwa kegiatan PPL dapat memberikan pengalaman kepada mahasiswa dalam pengembangan kompetensi di bidang pendidikan, memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar dan mengenal segala permasalahan di sekolah yang terkait dengan proses pembelajaran, memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk menerapkan ilmu, pengetahuan, dan keterampilan yang telah dipelajari dalam kehidupan nyata di sekolah, serta dapat meningkatkan hubungan kemitraan yang baik antara UNY dengan sekolah yang terkait
- …
