46 research outputs found
Pengaruh Bahan Baku Ikan terhadap Nilai Organoleptik dan Nilai Kandungan Gizi Produk Stik Ikan di Kabupaten Kotawaringin Barat
The fisheries sector has a potential force in supporting development in the region, particularly the nutritional needs of local communities in addition to being a factor of regional economic growth. Diversification of products processed fishery products into one solution for success in nutrition. Stick fish into processed products to diversify the selection of raw material use fish that generally only use mackerel fish. The research objective was to determine the organoleptic properties of the product stick fish on the fish raw material and determine the effect of different types of fish as the raw material to the nutritional value of the product of fish sticks. The experimental design used in this study is completely randomized design (CRD) single factor consisting of 3 treatments 3 repetitions. Treatment use of raw materials of different fish include mackerel, manyung and remang. The results showed that the organoleptic stick mackerel have the highest average total of 8.38 (so ideal) compared with other fish sticks. The use of raw materials of different fish to produce value or nutrient content is not much different. That is very possible manyung and remang fish as the choice of raw materials substitute mackerel fish
Website Persediaan Sparepart Menggunakan Metode Waterfall Pada Konter Star Cell
Abstrak —Penelitian ini mengkaji pengembangan sebuah website persediaan sparepart menggunakan metode waterfall di konter Star Cell. Penggunaan waterfall dalam pengembangan sistem ini membantu dalam merancang, membangun, dan mengelola sistem dengan lebih efisien. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengoptimalkan manajemen persediaan sparepart, meningkatkan efisiensi operasional, dan memberikan pelayanan yang lebih baik kepada pelanggan. Penelitian ini mencakup analisis kebutuhan, perancangan sistem, implementasi, dan pengujian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi website persediaan sparepart dengan metode waterfall pada konter Star Cell berhasil meningkatkan akurasi stok, mengurangi kerugian persediaan, dan mempermudah pelanggan dalam mencari dan memesan sparepart. Dengan demikian, penelitian ini memberikan kontribusi positif terhadap perbaikan proses manajemen persediaan dan pelayanan di konter Star Cell, serta dapat menjadi contoh bagi bisnis sejenis dalam mengadopsi metode waterfall untuk pengembangan sistem mereka
Pengaruh Konsentrasi Zat Pengatur Tumbuh Paklobutrazol Terhadap Mutu Lima Varietas Tanaman Krisan Pot (Chrysanthemum sp.)
Tanaman krisan (Chrysanthemum sp.) adalah salah satu komoditas tanaman hias yang mempunyai nilai ekonomi dan estetika tinggi. Tanaman krisan banyak digemari karena bunganya yang indah. Kebutuhan krisan pot belum dapat terpenuhi baik secara kualitas maupun kuantitasnya, karena teknik budidaya yang belum optimal. Perbaikan dapat dilakukan dengan cara intensifikasi melalui aplikasi zat pengatur tumbuh Paklobutrazol. Penelitian bertujuan untuk menentukan pengaruh konsentrasi paklobutrazol, jenis varietas dan interaksi terhadap mutu lima varietas krisan pot. Penelitian ini dilaksanakan mulai Desember 2018 sampai April 2019 di screenhouse Desa Mendongan, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang. Penelitian ini merupakan percobaan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) faktorial dengan 2 faktor dan 3 ulangan. Faktor pertama adalah pemberian paklobutrazol, 3 taraf yaitu 100 ppm, 200 ppm dan 300 ppm. Faktor kedua adalah varietas krisan pot, 5 jenis yaitu Super Red, Lolipop, Lolired, Jaguar Merah dan Kancing Pink. Variabel yang diamati meliputi tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai), diameter batang (mm), luas daun (cm ), jumlah kuntum bunga, diameter bunga (cm) dan waktu muncul bakal bunga (hst). Hasil penelitian menunjukkan pemberian paklobutrazol menghambat tinggi tanaman dan mempercepat waktu muncul bakal bunga. Varietas krisan pot memberikan respon terhadap tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai), diameter batang (mm), luas daun (cm 2 ), jumlah kuntum bunga, diameter bunga (cm) dan waktu muncul bakal bunga (hst). Hasil terbaik dari perlakuan konsentrasi paklobutrazol adalah 300 ppm, menghambat tinggi tanaman sehingga tinggi tanaman rendah dan membuat waktu muncul bakal bunga menjadi lebih cepat. Varietas Super Red variabel pengamatan terbaik pada tinggi tanaman dan waktu muncul bakal bunga, Varietas Kancing Pink pada variabel pengamatan jumlah daun dan jumlah kuntum bunga, Lolipop pada variabel pengamatan diameter batang dan luas daun, Jaguar Merah pada variabel pengamatan diameter bunga. Tidak ada interaksi antara konsentrasi paklobutrazol dan varietas krisan pot.
Insertion as an alternative to workfare: active labour market schemes in the Parisian suburbs
Many governments have tightened the link between welfare and work by attaching conditionality to out-of-work benefits, extending these requirements to new client groups, and imposing market competition and greater managerial control in service delivery – principles typically characterised as ‘workfare’. Based on field research in Seine-Saint-Denis, we examine French ‘insertion’ schemes aimed at disadvantaged but potentially job-ready clients, characterized by weak conditionality, low marketization, strong professional autonomy, and local network control. We show that insertion systems have resisted policy attempts to expand workfare derived principles, reflecting street-level actors’ belief in the key advantages of the former over the latter. In contrast with arguments stressing institutional and cultural stickiness, our explanation for this resistance thus highlights the decentralized network governance of front-line services and the limits to central government power
Childhood lead exposure in France: benefit estimation and partial cost-benefit analysis of lead hazard control
<p>Abstract</p> <p>Background</p> <p>Lead exposure remains a public health concern due to its serious adverse effects, such as cognitive and behavioral impairment: children younger than six years of age being the most vulnerable population. In Europe, the lead-related economic impacts have not been examined in detail. We estimate the annual costs in France due to childhood exposure and, through a cost benefit analysis (CBA), aim to assess the expected social and economic benefits of exposure abatement.</p> <p>Methods</p> <p>Monetary benefits were assessed in terms of avoided national costs. We used results from a 2008 survey on blood-lead (B-Pb) concentrations in French children aged one to six years old. Given the absence of a threshold concentration being established, we performed a sensitivity analysis assuming different hypothetical threshold values for toxicity above 15 μg/L, 24 μg/L and 100 μg/L. Adverse health outcomes of lead exposure were translated into social burden and economic costs based on literature data from literature. Direct health benefits, social benefits and intangible avoided costs were included. Costs of pollutant exposure control were partially estimated in regard to homes lead-based paint decontamination, investments aiming at reducing industrial lead emissions and removal of all lead drinking water pipes.</p> <p>Results</p> <p>The following overall annual benefits for the three hypothetical thresholds values in 2008 are: €22.72 billion, €10.72 billion and €0.44 billion, respectively. Costs from abatement ranged from €0.9 billion to 2.95 billion/year. Finally, from a partial CBA of lead control in soils and dust the estimates of total net benefits were € 3.78 billion, € 1.88 billion and €0.25 billion respectively for the three hypothesized B-Pb effect values.</p> <p>Conclusions</p> <p>Prevention of childhood lead exposure has a high social benefit, due to reduction of B-Pb concentrations to levels below 15 μg/L or 24 μg/L, respectively. Reducing only exposures above 100 μg/L B-Pb has little economic impact due to the small number of children who now exhibit such high exposure levels. Prudent public policies would help avoiding future medical interventions, limit the need for special education and increase future productivity, and hence lifetime income for children exposed to lead.</p
CAMPUR KODE DALAM LIRIK-LIRIK LAGU KARYA PROJECT POP
Kajian mengenai bahasa dalam penelitian ini berkaitan dengan bahasabahasa
yang
digunakan
dalam
lirik-lirik
lagu,
wujud
campur
kode
dalam
lirik-lirik
lagu
dan faktor yang melatarbelakangi terjadinya campur kode dalam lirik-lirik
lagu tersebut. Bahasa-bahasa yang ada dalam lirik lagu tersebut berupa bahsa
Inggris, bahasa Arab, bahasa Jawa, bahasa Betawi, bahasa Padang. Wujud-wujud
campur kode yang ada dalam lirik-lirik lagu tersebut berwujud kata, frase, klausa,
idiom, dan baster (gabungan kata), dan faktor yang melatarbelakangi campur kode
dalam lirik-lirik lagu tersebut adalah karena faktor eksistensi kelompok
masyarakat (artis) yang ingin menyesuaikan dengan penikmat musik
(masyarakat), sehingga kebebasan dalam mengembangkan kreativitas dan
berkarya menjadi dasar dalam melakukan campur kode.
Masalah dalam penelitian ini berupa bahasa-bahasa apa saja yang
mencampuri lirik-lirik lagu karya Project Pop, bagaimanakah wujud campur kode
dalam lirik-lirik lagu karya Project Pop, dan apakah faktor yang melatarbelakangi
Project Pop menciptakan lirik-lirik lagu yang mengandung unsur-unsur campur
kode.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bahasa-bahasa yang
mencampuri lirik-lirik lagu karya Project Pop, mendeskripsikan wujud campur
kode dalam lirik-lirik lagu Karya Project Pop, dan mendeskripsikan faktor yang
melatarbelakangi Project Pop menciptakan lirik-lirik lagu yang mengandung
unsur campur kode.
Metode dan langkah-langkah penelitian dalam penelitian ini meliputi : (1)
jenis penelitian, (2) sumber data dan data, (3) metode pengumpulan data, (4)
metode analisis data, (5) instrumen penelitian, dan (6) prosedur penelitian.
Hasil penelitian ini meliputi: (1) bahasa-bahasa yang mencampuri liriklirik
lagu
karya
Project
Pop,
(2)
wujud
campur
kode
dalam
lirik-lirik
lagu
Projec
Pop, dan (3) faktor yang melatarbelakangi Project Pop menciptakan lirik-lirik lagu
yang mengandung unsur-unsur campur kode.
Dari alasan Project Pop di atas bisa ditarik kesimpulan bahwa lirik-lirik
lagu itu merupakan lirik lagu yang menggambarkan ciri-ciri gaya berbahasa para
remaja saat ini. Ciri-ciri berbahasa itu bisa disebabkan oleh adanya faktor-faktor
kebahasaan yang dilatarbelakangi situasi kebahasaan informal, cenderung pada
situasi santai; pencerminan dan status sosial seseorang, melalui segi pendidikan,
ekonomi, keturunan; dan keterbatasan ungkapan dalam bahasa Indonesia dari
faktor-faktor itulah sehingga muncul adanya campur kode. Di samping itu adanya
campur kode juga disebabkan oleh pemertahanan eksistensi kelompok masyarakat
(artis) yang ingin menyesuaikan dengan penikmat musik (masyarakat), sehingga
kebebasan dalam mengembangkan kreativitas dan berkarya menjadi dasar dalam
melakukan campur kode. Ditambah lagi dengan adanya Licentia Poetica yang
merupakan suatu lisensi atau izin tak tertulis yang diberikan kepada penulis karya
sastra untuk melanggar kaidah tata bahasa Indonesia yang baik dan benar demi
menimbulkan efek-efek tertentu sesuai keinginannya. Singkatnya dengan Licentia
Poetica, seorang penulis diperbolehkan mempergunakan kaidah bahasa sendiri
meski sedikit menyimpang.
Hasil penelitian diharapkan sebagai bahan belajar untuk meningkatkan
pengetahuan dan pemahaman tentang campur kode dalam bidang sosiolinguistik.
Penggunaan campur kode seringkali digunakan pada berbagai situasi. Oleh karena
itu, campur kode merupakan salah satu masalah kebahasaan (pemakaian bahasa)
yang dalam hubungannya dengan masyarakat dan kebudayaan, sebaiknya
digunakan sebagai acuan untuk menghindari penggunaan campur kode dari
bahasa lain
