1,145 research outputs found
Developing National Character Through Mathematics Instruction Via Mathematics Instruction With Problem-Based Learning In Jigsaw Typed Cooperative Setting
National character which is the goal of national education is the intelligent character based on the value of faith, piousness, and noble qualities. Mathematics instruction oriented towards the development of learners’ potential most strategically contributes to the accomplishment of the goal. One of learning alternatives which can develop national character is mathematics instruction with problem based learning (PBL) in Jigsaw typed cooperative setting.
Key words: problem-based, Jigsaw, characte
Developing National Character Through Mathematics Instruction Via Mathematics Instruction With Problem-Based Learning In Jigsaw Typed Cooperative Setting
National character which is the goal of national education is the intelligent character based on the value of faith, piousness, and noble qualities. Mathematics instruction oriented towards the development of learners’ potential most strategically contributes to the accomplishment of the goal. One of learning alternatives which can develop national character is mathematics instruction with problem based learning (PBL) in Jigsaw typed cooperative setting.
Key words: problem-based, Jigsaw, characte
HUBUNGAN PENERAPAN METODE DISKUSI KELOMPOK KECIL DENGAN PRESTASI BELAJAR PADA SISWA KELAS X DI SEKOLAH MENENGAH ATAS (SMA) NEGERI 1 JALAKSANA KABUPATEN KUNINGAN
Ikin Sodikin. Nim 50540276. ”Hubungan Penerapan Metode Diskusi Kelompok
Kecil Dengan Prestasi Belajar Pada Siswa Kelas X di Sekolah Menengah Atas (SMA)
Negeri 1 Jalaksana Kabupaten Kuningan”. Skripsi. Cirebon:Tadris Pendidikan
Agama Islam, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri, September 2012.
Proses pembelajaran yang dilakukan guru pada pelajaran Pendidikan Agama
Islam di dominasi oleh guru (teacher centered) dengan metode konvensional.
Akibatnya siswa merasa jenuh/membosankan, tidak termotivasi, dan kesulitan dalam
memahami materi yang disampaikan oleh guru. Salah satu upaya untuk mengatasi
rasa jenuh/bosan siswa yaitu dengan penggunaan metode diskusi kelompok kecil
sehingga bisa membantu siswa dalam memahami materi dengan baik supaya proses
pembelajaran menjadi lebih efektif dan efisien.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengatahui penerapan metode diskusi
kelompok kecil di Kelas X Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Jalaksana
Kabupaten Kuningan, untuk mengatahui prestasi belajar siswa dengan penggunaan
metode diskusi kelompok kecil di Kelas X Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1
Jalaksana Kabupaten Kuningan dan untuk mengatahui hubungan penerapan metode
diskusi kelompok kecil dengan prestasi belajar di Kelas X Sekolah Menengah Atas
(SMA) Negeri 1 Jalaksana Kabupaten Kuningan.
Penentuan metode pembelajaran secara tepat dan disesuaikan dengan materi
memungkinkan siswa untuk belajar lebih baik. Penggunaan metode diskusi kelompok
kecil sebagai alat bantu dalam pembelajaran yang dapat mengaktifkan siswa dan
memotivasi siswa dalam belajar, sehingga siswa mampu memahami materi dengan
baik dan dapat meningkatkan prestasi belajar siswa.
Penelitian ini mengambil sampel yang terdiri dari Kelas X.A sebanyak 34 siswa
dan kelas X-B sebanyak 34 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah
obervasi, tes dan angket. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan
menggunakan uji statistik meliputi uji normalitas, uji homogenitas, uji t (hipotesis),
dan uji korelasi.
Hasil penelitian penerapan metode diskusi kelompok kecil siswa menjawab
option sangat setuju sebesar 60.0% dengan kategori cukup ini terletak pada rentang
55% - 74%, prestasi belajar siswa dengan menggunakan metode diskusi kelompok
kecil nilai rata-rata 73.38 dengan kategori Cukup terletak pada rentang 55% - 74%
dan hubungan antara variabel X dan Y sebesar 0,888 dengan katagori Tinggi pada
rentang 0,70-0,90. Maka Ho ditolak dan Ha diterima artinya terdapat hubungan
penerapan metode diskusi kelompok kecil dengan prestasi belajar di Kelas X Sekolah
Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Jalaksana Kabupaten Kuningan
Pengaruh Model Pembelajaran Koperatif Tipe Think Talk Write Terhadap Kemampuan Komunikasi Dan Penalaran Matematis
Artikel ini melaporkan hasil temuan suatu kuasi eksperimen dengan disain tes akhir kelompok kontrol
untuk menelaah pengaruh pembelajaran Kooperatif tipe Thik Talk Write dan kemampuan awal
matematika siswa terhadap kemampuan komunikasi dan penalaran matematis. Studi ini melibatkan 80
siswa dari tiga SMP level sedang di kota Cimahi. Instrumen penelitian terdiri dari dua set tes komunikasi
dan penalaran matematis. Penelitian menemukan bahwa pembelajaran Kooperatif tipe Thik Talk Write
memberikan pengaruh terbesar dibandingkan dengan pengaruh pembelajaran konvensional dan
kemampuan awal matematika siswa terhadap kemampuan komunikasi dan penalaran matematik.
Ditemukan pula tidak terdapat interaksi antara pembelajaran dengan level kemampuan awal matematika
siswa terhadap kemampuan komunikasi maupun penalaran matematis.
Kata Kunci : komunikasi matematis, penalaran matematis pembelajaran Kooperatif, Tipe TTW
PERANAN MATEMATIKA DALAM MENUMBUHKAN KARAKTER SISWA
Saat ini pendidikan nasional tengah menggalakkan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa yang diarahkan pada upaya mengembangkan nilai-nilai yang mendasari suatu kebajikan sehingga menjadi suatu kepribadian diri warga negara. Melalui pelajaran matematika yang diajarkan di sekolah juga terdapat budaya karakter bangsa yang dapat terbentuk dalam diri setiap manusia (peserta didik) yang mempelajarinya.
Dalam proses pembelajaran, guru matematika dapat mengelola pembelajaran matematika yang mengembangkan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa, misalnya sikap jujur, rasa ingin tahu, kreatif, inovatif, ulet, tekun, percaya diri, pantang menyerah, bertanggung jawab, dan teguh dalam pendirian. Untuk itu, prasyarat yang harus dimiliki seorang guru matematika tentu adalah penerapan nilai-nilai itu terlebih dahulu dan pola sikap, pola tutur, dan pola tingkah laku ‘sang guru’ sendiri. Ini artinya, guru perlu menjadi teladan terlebih dahulu bagi peserta didiknya
Kata Kunci : Matematika, Karakte
PENDEKATAN KONTEKTUAL SEBAGAI PENDEKATAN DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIK YANG HUMANIS DALAM MENINGKATKAN KEMANDIRIAN BELAJAR
Kemandirian belajar dalam matematika merupakan hal yang sangat penting dalam pencapaian hasil belajar matematika siswa. Kemandirian belajar berkorelasi positif dengan hasil belajar matematiaka siswa. Beberapa hasil penelitian menunjukakan bahwa rendahnya kemandirian siswa dalam belajar menyebabkan hasil belajar siswa menurun. Disamping itu terdapat pergeseran dalam pembelajaran yang asalnya pembelajaran itu berfokus pada guru dan sekarang bergeser atau berfokus pada siswa, sehingga kemandirian perlu dikembangkan dalam menyambut pergeseran tersebut. Oleh sebab itu diperlukan pendekatan pembelajaran yang mendorong tersebut sehingga belajar matematika lebih humanis dan dapat meningkatkan kemandirian belajar. Salah satu pendekatan pembelajaran yang diperkirakan dapat meningkatkan hasil belajar dan kemandirian siswa adalah pendekatan konstektua
Pengaruh Model Pembelajaran Koperatif Tipe Think Talk Write Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Dan Koneksi Matematis
Artikel ini melaporkan hasil temuan suatu kuasi eksperimen dengan disain tes akhir kelompok kontrol
untuk menelaah pengaruh pembelajaran Kooperatif tipe Thik Talk Write dan kemampuan awal
matematika siswa terhadap kemampuan pemecahan masalah dan koneksi matematis. Studi ini melibatkan
80 siswa dari tiga SMP level sedang di kota Cimahi. Instrumen penelitian terdiri dari dua set tes
pemecahan masalah dan koneksi matematis. Penelitian menemukan bahwa pembelajaran Kooperatif tipe
Thik Talk Write memberikan pengaruh terbesar dibandingkan dengan pengaruh pembelajaran
konvensional dan kemampuan awal matematika siswa terhadap kemampuan pemecahan masalah dan
koneksi matematik. Ditemukan pula tidak terdapat interaksi antara pembelajaran dengan level kemampuan
awal matematika siswa terhadap kemampuan pemecahan masalah maupun koneksi matematis.
Kata Kunci : pemecahan masalah matematis, koneksi matematis pembelajaran Kooperatif, Tipe TTW
PENGARUH PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH DENGAN SETTING KOOPERATIF JIGSAW TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH DAN KOMUNIKASI MATEMATIS SERTA KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA SMA
Artikel ini melaporkan hasil temuan suatu kuasi eksperimen dengan disain tes
akhir kelompok kontrol untuk menelaah pengaruh pembelajaran berbasis masalah
dengan setting kooperatif JIGSAW, level sekolah, dan kemampuan awal matematika
siswa terhadap kemampuan pemecahan masalah dan komunikasi matematis serta
kemandirian belajar siswa. Studi ini melibatkan 359 siswa dari tiga SMA level rendah,
menengah, dan tinggi di kota Cimahi. Instrumen penelitian terdiri dari dua set tes
pemecahan masalah dan komunikasi matematis serta satu set skala kemandirian
belajar siswa. Penelitian menemukan bahwa pembelajaran berbasis masalah dalam
setting belajar kooperatif JIGSAW memberikan pengaruh terbesar dibandingkan
dengan pengaruh pembelajaran konvensional, level sekolah, dan kemampuan awal
matematika siswa terhadap pencapaian kemampuan pemecahan masalah dan
komunikasi matematik serta kemandirian belajar siswa. Ditemukan pula terdapat
interaksi antara pembelajaran dengan level sekolah dan antara pembelajaran dengan
level kemampuan awal matematika siswa terhadap kemampuan komunikasi
matematis. Namun tidak terdapat interaksi antara pembelajaran dengan level sekolah
dan antara pembelajaran dengan level kemampuan awal matematika terhadap
kemampuan pemecahan masalah matematis dan kemandirian belajar. Temuan lainnya
adalah terdapat asosiasi yang tinggi antara kemampuan pemecahan masalah dengan
kemampuan komunikasi matematis, dan antara kemampuan komunikasi matematis
dengan kemandirian belajar. Namun terdapat asosiasi yang cukup antara kemampuan
pemecahan masalah dengan kemandirian belajar.
Kata kunci : pemecahan masalah matematis, komunikasi matematis pembelajaran
berbasis masalah, belajar kooperatif tipe Jigsaw, kemandirian belajar,
probing, scaffolding, self -concep
Keunggulan Komparatif dan Dampak Kebijakan Pemerintah pada Pengembangan Produksi Jagung di Bengkulu
The objective of this study was to analyze comparative advantage and the impact ofgovernment policy on corn production in Bengkulu. Primary and secondary data werecollected by interviewing corn farmer, traders, and marketing institutional on October 1996.The data were analyzed by using Policy Analysis Matrix (PAM). The result show thatBengkulu corn production have relatively high comparative advantage as reflected by DRCRvalue of 0.5814. The impact of goverment policy gaves disinsentif to develop corn farmers, asto reflected by the value of NPCI=1.1704, NPCO=0.859, and EPC=0.833. To increase theefficiency, the government need to deregulate input (fertilizer) subsidy so that no input pricedifferences between food crop sector and estate crop sector
Assembly and force measurement with SPM-like probes in holographic optical tweezers
We report a high fidelity tomographic reconstruction of the quantum state of photon pairs generated by parametric down-conversion with orbital angular momentum (OAM) entanglement. Our tomography method allows us to estimate an upper and lower bound for the entanglement between the down-converted photons. We investigate the two-dimensional state subspace defined by the OAM states ±ℓ and superpositions thereof, with ℓ=1, 2, ..., 30. We find that the reconstructed density matrix, even for OAMs up to around ℓ=20, is close to that of a maximally entangled Bell state with a fidelity in the range between F=0.979 and F=0.814. This demonstrates that, although the single count-rate diminishes with increasing ℓ, entanglement persists in a large dimensional state space
- …
