3,627 research outputs found
Parameter estimation of GOES precipitation index at different calibration timescales
We examined two techniques that adjust the parameters of the GOES Precipitation Index (GPI) by combining the polar microwave and the geosynchronous infrared observations at three frequencies: daily, pentad, and monthly. The first technique is the adjusted GPI (AGPI), and the second is the universally adjusted GPI (UAGPI). The study shows that rainfall estimates can be improved by frequent calibrations providing there is sufficient superior (microwave) rainfall sampling within the calibration time and space domain. For this work, daily and pentad calibrations produce monthly rainfall estimates almost as good as monthly calibration. The daily calibration produced better daily rainfall estimates than pentad and monthly calibration, but it generates similar pentad rainfall estimates to these of the pentad calibration. The monthly calibrated scheme is not suitable for the daily and pentad rainfall estimates. Under the current twice-per-day sampling rate of polar-orbiting microwave observations, the pentad calibration scheme is suggested for the monthly, pentad, and daily rainfall. The potentials of applying the UAGPI and the AGPI techniques for daily rainfall estimation are also investigated. Copyright 2000 by the American Geophysical Union
Inertia and chiral edge modes of a skyrmion magnetic bubble
The dynamics of a vortex in a thin-film ferromagnet resembles the motion of a
charged massless particle in a uniform magnetic field. Similar dynamics is
expected for other magnetic textures with a nonzero skyrmion number. However,
recent numerical simulations revealed that skyrmion magnetic bubbles show
significant deviations from this model. We show that a skyrmion bubble
possesses inertia and derive its mass from the standard theory of a thin-film
ferromagnet. Besides center-of-mass motion, other low energy modes are waves on
the edge of the bubble traveling with different speeds in opposite directions.Comment: updated simulation detail
Menghitung Ketepatan Jawaban Soal Ujian Essay dengan Penerapan Algoritma Boyer-Moore
Pendidikan memegang peranan penting dalam mempersiapkan mahasiswanya menjadi sumber daya manusia yang berkualitas. Untuk mengukur prestasi belajar seorang mahasiswa perlu dilakukan sebuah tes atau ujian untuk menguji setiap mata kuliah yang telah dilakukan pada saat proses belajar mengajar. Jenis tes pun ada beberapa macam, seperti tes tertulis, tes lisan, dan tes praktek. Pada tes tertulis pun terdapat beberapa jenis soal, salah satunya adalah soal berbentuk essay. Soal essay adalah soal dimana mahasiswa harus menjawab soal dengan kalimat yang diingat atau dibuat sendiri, hal tersebut membuat kemungkinan munculnya jawaban dengan variasi yang banyak sangat tinggi, hal ini membuat dosen membutuhkan waktu dan tenaga yang banyak. Diperlukannya sebuah sistem yang bisa digunakan oleh dosen untuk mengetahui ketepatan jawaban soal essay. Algoritma Boyer-Moore adalah algoritma yang digunakan untuk pencarian string dengan pola pencarian dari kanan ke kiri, Algoritma Boyer-Moore dianggap sebagai algoritma pencocokan string yang paling efisien dalam aplikasi-aplikasi yang biasa digunakan, seperti aplikasi text editor untuk fungsi “search” dan “subtitute”. Penelitian ini menerapkan algoritma Boyer-Moore untuk mencari kunci jawaban yang dosen anggap benar pada jawaban mahasiswa dengan cara dosen menginputkan kunci jawaban secara utuh lalu akan dipecah menjadi perkata dan dosen memberi poin pada setiap kata untuk dihitung sebagai nilai. Mahasiswa hanya perlu menginputkan jawaban yang dianggap benar dan algoritma Boyer-Moore akan mencari kunci jawaban yang diinputkan oleh dosen pada jawaban mahasiswa. Output yang dihasilkan akan berupa persentase ketepatan per soal dan nilai seluruh mahasiswa yang mengikuti mata kuliah. Hasil dari kuesioner yang disebarkan kepada dosen dan ahli sistem menunjukkan hasil sangat layak pada kedua responden
Pengaruh Pemanfaatan Jenis Dan Konsentrasi Lipid Terhadap Sifat Fisik Edible Film Komposit Whey-porang
The study objective was to determine the effect of utilization various lipids with different concentration on physical quality of whey-porang composite edible films. The materials of the study were albumen, whey powder, porang flour and lipids (butter, margarine, beeswax and palm oil). The type of lipids were P1 (beeswax), P2 (margarine), P3 (butter) and P4 (palm oil), and its concentration were 5% and 10%. The variables were moisture content, film thickness, tensile strength and percentage of prolongation. The treatment was designed by nested completely randomized design (CRD) and the data were analyzed by analysis of variance. The Duncan's Multiple Range Test (DMRT) was applied if there were significant differences among treatments. The study found that type of lipids with different concentration had a very highly significant differences (P<0.01) on the moisture content and the tensile strength of edible film. Meanwhile, utilization of various lipids had a significant differences (P<0.05) on the film thickness of edible film, but not on its different concentration. Besides, type of lipid did not significantly influence (P<0.05) the percentage of edible film prolongation. However, its various concentration had a very highly significant differences (P<0.01) on the percentage of edible film prolongation. It can be concluded that utilization of several lipids with various concentrations in whey-porang composite edible films could reduce moisture content, tensile strength, and percentage of composite edible films prolongation but increased the film thickness. The study suggested to use butter lipids with 5% concentration to produce good mechanical edible films. The study needs further experiment about chemical quality and sensory test
Pengaruh Penggunaan Material Cetak Terhadap Waktu Dan Biaya Proyek Pembangunan Rumah Sejahtera Tapak (Rst)
PENGARUH PENGGUNAAN MATERIAL CETAK TERHADAP WAKTU DAN BIAYA PROYEK PEMBANGUNANRUMAH SEJAHTERA TAPAK (RST) Product Innovation Effect Of Housing Housing Consumer Confidence To Developer (A Case Study Of Housing In Jember )Imam Wahyudi1, Ludfi Djakfar2, Arief Rachmansyah31,2Jurusan Teknik Sipil Universitas Brawijaya MalangJl. MT. Haryono No 167 Malang, IndonesiaAbstractThe purpose of this study was to determine the effect of the use of printed materials to the time and cost of development projects Tread Welfare House in Malang and determine the ratio of the time and expense . The method used to analyze the cost and time by using earmed value concept . Estimated completion of aspects of the schedule obtained approximate completion time ( TE ) was 70 days with the use of conventional materials , while using printed material is for 64 days . This case shows the project using print materials to accelerate approximately 8 days of the 72 -day plan . The conclusion of this study is the effect of the use of conventional materials based on the use of earned value schedule states that a plan with almost the same execution time by 72 days to 100 houses , while the performance in terms of cost , is effective for less than the cost of implementing the plan , so there are advantages Rp.72,396,667.04 amounted to 100 houses . While using print materials faster implementation 8 days from the time the plan is as much as 64 days to 100 houses , while the performance is analyzed in terms of costs with earned value concept can be assessed effectively with a gain of Rp.125,139,788.80 to 100 housing units .Keywords : Home Prosperous Tread , Conventional Materials , Materials PrintAbstrakAdapun tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan material cetak terhadap waktu dan biaya proyek pembangunan Rumah Sejahtera Tapak di kota Malang dan mengetahui perbandingan terhadap waktu dan biaya. Metode yang digunakan untuk menganalisis biaya dan waktu yaitu dengan menggunakan earmed value concept. Perkiraan penyelesaian dari aspek jadual didapat perkiraan waktu penyelesaian pekerjaan (TE) adalah 70 hari dengan menggunakan material konvensional, sedangkan menggunakan material cetak adalah sebesar 64 hari. Hal Ini menunjukkan proyek dengan menggunakan material cetak akan mengalami percepatan kurang lebih 8 hari dari waktu rencana 72 hari. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah pengaruh penggunaan material konvensional berdasarkan penggunaan earned value schedule menyatakan bahwa waktu rencana dengan waktu pelaksanaan hampir sama yaitu sebesar 72 hari untuk 100 unit rumah, sedangkan kinerja dari segi biaya dinilai efektif karena biaya pelaksanaan lebih kecil dari rencana, sehingga ada keuntungan sebesar Rp
Pengaruh Kombinasi Dosis Pupuk N, P, Dan K Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Terung (Solanum Melongena L.) [the Influence of Dose Combination Fertilizer N, P, and K on Growth and Yield of Eggplant Crops (Solanum Melongena L.)]
Pemupukan berimbang merupakan syarat pokok keberhasilan dalam meningkatkan produktifitas tanaman terung. Salah satu upaya dengan mencari dosis yang tepat. Tujuan dari penelitian untuk mengetahui pengaruh kombinasi dosis pupuk N,P,K terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman terung, dan untuk mendapatkan dosis pupuk NPK yang paling tepat dalam meningkatkan produktifitas. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februri 2013 - Juli 2013 di kebun percobaan Balai Penelitian Tanaman Buah, wera, subang. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok dengan 11 perlakuan dan 3 ulangan yang terdiri dari. a. (Kontrol) 0 kg/ha b. ( 0 kg N/ha + 100 kg P2O5/ha + 75 kg K2O/ha) c. ( 100 kg N/ha + 100 kg P2O5/ha + 75 kg K2O/ha) d. ( 200 kg N/ha + 100 kg P2O5/ha + 75 kg K2O/ha) e. ( 300 kg N/ha + 100 kg P2O5/ha + 75kg K2O/ha) f. ( 100 kg N/ha + 0 kg P2O5/ha + 75 kg K2O/ha) g. ( 100 kg N/ha + 200 kg P2O5/ha + 75 kg K2O/ha) h. ( 100 kg N/ha + 300 kg P2O5/ha + 75 kg K2O/ha) i. ( 100 kg N/ha + 100 kg P2O5/ha + 0 kg K2O/ha) j. ( 100 kg N/ha + 100 kg P2O5/ha + 150 kg K2O/ha) k. ( 100 kg N/ha + 100 kg P2O5/ha + 225 kg K2O/ha). Hasil penelitian menunjukan bahwa pemupukan NPK berpengaruh baik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman terung, perlakuan dosis pupuk NPK sebanyak 200 kg n/ha, 100 kh P2O5/ha, 75 kg K2O/ha memberikan pengaruh paling baik terhadap semua parameter pengamatan.KeywordsTerung; Dosis; Kombinasi; NPK; Pupu
Sekolah Tinggi Arsitektur Di Manado (Gestalt Dalam Arsitektur)
Dibutuhkan banyak arsitek lulusan S1 untuk melayani sejumlah penduduk (dengan referensi rata-rata didunia dimana setiap arsitek melayani lebih dari 5000 penduduk). Dengan jumlah penduduk Indonesia yang mencapai 225 juta orang, dan berdasarkan angka rasio rata-rata dunia (1 arsitek untuk setiap sekitar 5000 penduduk) maka diperlukan sebanyak sekitar 47000 arsitek untuk kondisi aktual. Sementara itu sudah tersedia sekitar 12000 arsitek, jadi terdapat kekurangan di Indonesia sekitar 35000 arsitek. Sementara itu hanya sekitar 30% lulusan S1 Arsitektur yang menjadi arsitek professional (anggota ikatan profesi). Jadi untuk mencapai angka 35000 arsitek, diperlukan sekitar 100000 lulusan S1 arsitektur. Sekolah Tinggi Arsitektur hadir sebagai suatu fasilitas yang dapat mencetak lulusan arsitektur dan mewadahi berlangsungnya kegiatan yang bersifat edukatif dalam bidang ilmu arsitektur dengan tujuan untuk mencapai angka rasio rata-rata dunia. Proses Perancangan terdiri dari dua tahap. Tahap pertama adalah Pengembangan Wawasan Komprehensif yang menekankan pada kedalaman kompilasi, analisis dan sintesis tentang Sekolah Tinggi Arsitektur, Sedangkan tahap kedua adalah Transformasi Desain dengan tiga siklus konteks penekanan yaitu Objek, Lokasi, dan Tema. Masing-masing siklus memiliki metode dan strategi khusus namun tetap berkesinambungan. Sekolah Tinggi Arsitektur merupakan wadah pendidikan dalam memperoleh pengetahuan, wawasan serta keterampilan dalam bidang arsitektur. Obyek rancangan ini dibuat dengan tema Gestalt dalam arsitektur. Teori persepsi yang paling banyak berpengaruh dalam bidang seni dan arsitektur adalah teori Gestalt, yang mengungkapkan berbagai fenomena visual. Persepsi merupakan konsep yang sangat penting dalam psikologi. persepsi merupakan sebuah proses yang aktif dari manusia dalam memilah, mengelompokkan, serta memberikan makna pada informasi yang diterimanya
Efektifitas Model Pembelajaran Kooperatif Jigsaw II Danteams-games-tournaments (Tgt) Pada Materi Barisan Dan Deret Ditinjau Dari Tipe Kepribadian Siswa Smk Kelas X Di Kabupaten Klaten
The objectives of this research were to find out on the topic of Sequences and Series: (1) which had better learning achievement among cooperative learning Jigsaw II, cooperative learning TGT or a direct learning; (2) which had better learning achievement between melancholies students, phlegmatic students, sanguine students or choleric students; (3) at each personality types, which had better learning achievement among Jigsaw II, TGT or direct learning, and (4) at each learning models, which had better learning achievement between melancholies students, phlegmatic students, sanguine students or choleric students. This research was a quasi-experimental with 3×4 factorial design. The population was all students in tenth grade of vocational schools technology, health, and agriculture in Klaten Regency on Academic Years 2012/2013. Sampling was done by stratified cluster random sampling technique. The total of sample was 233 students. Statistical tests using the method Lilliefors test for normality, homogeniety of the Bartlett method, anava test with F test (Fisher) and post hoc test using the Scheffe' method. The significance level was 0,05. Based on hypothesis test, it could be concluded as follows: (1) TGT had better learning achievement than Jigsaw II and direct learning, Jigsaw II had better learning achievement than direct learning; (2) there were no any differences in the learning achievement in mathematics of the students with melancholies, phlegmatic, sanguine or choleric personality types; (3) in each personality types, the cooperative learning model TGT had better than cooperative learning Jigsaw II, and both result had better learning achievement in mathematics than the direct learning model; (4) in each learning model, the students with melancholies, phlegmatic, sanguine or choleric personality types have the same learning achievement
- …
