9,210 research outputs found

    Negotiation of Meaning in the English as a Foreign Language Classroom Interaction

    Full text link
    Studi ini difokuskan pada negosiasi makna di dalam bahasa Inggris sebagai interaksi kelas bahasa asing. Dua pertanyaan penelitiannya adalah: 1) Tipe-tipe transaksi, pertukaran,perpindahan dan tindakan apakah yang terjadi pada negosiasi makna dalam bahasa Inggris sebagai sebuah Interaksi Kelas Bahasa Asing antara dosen dan mahasiswa? 2) Sampai padatingkatan apakah dosen dan mahasiswa memerankan peranan di dalam proses negosiasi makna dalam bahasa Inggris sebagai sebuah Interaksi Kelas Bahasa Asing? Penelitian ini menggunakan metode kualitatif-deskriptif. Subjek studi ini adalah dosen dan mahasiswa semester enam padaProgram Studi Pendidikan Bahasa Inggris pada kelas Metodologi Penelitian. Analisis ini pada dasarnya didasarkan pada analisis wacana kelas yang diajukan oleh Sinclair dan Coultharddengan sistem yang disebut: transaksi, pertukaran, perpindahan, dan tindakan. Hasil dari studiini menunjukkan bahwa (a) tiga tipe transaksi pokok yang terjadi pada wacana kelas EFL adalah; 1) melaporkan transaksi sebanyak 44 kali (45,36%), 2) memunculkan transaksisebanyak 35 kali (35.05 %), dan 3) mengarahkan transaksi sebanyak 19 kali (19.59 %). (b) Tipe-tipe pertukaran yang terjadi pada wacana kelas EFL meliputi 14 jenis pertukaran, yangterjadi sebanyak 128 kali, tetapi yang paling sering terjadi adalah membatasi (boundary), yaitu sebanyak 51 kali (39.84 %) dari keseluruhan kejadian pertukaran, sedangkan memperkuat (reinforce) dan menerima (accept) menempati posisi terendah, yaitu satu kali (0.78 %) dari keseluruhan kejadian pertukaran. (c) Tipe-tipe perpindahan yang terjadi pada wacana kelas EFL di dalam kelas Metode Penelitian adalah: 1) Perpindahan Awal (pembukaan) terjadi sebanyak 36 kali (37.5 %), 2) Perpindahan Respon (memberikan jawaban) terjadi sebanyak 34 kali (35.42 %), dan Perpindahan Umpan-Balik (tindak lanjut) terjadis sebanyak 26 kali (27.08 %).(d) Pada tipe-tipe tindakan yang terjadi pada wacana kelas EFL, terdapat 22 jenis tindakan yang terjadi, sebanyak 1.106 kali, tetapi yang paling sering terjadi adalah yang membenarkan(acknowledge), yaitu sebanyak 238 kali (21.52 %) dari seluruh kejadian tindakan, sementara memeriksa (check) menempati posisi terendah yaitu 3 kali (0.27 %) dari seluruh kejadiantindakan. Peran dosen dan mahasiswa di dalam proses negosiasi makna antara lain: 1) proses ritual yang dilakukan oleh dosen, sebanyak 8 kali (53.33 %), proses ritual yang dilakukan oleh mahasiswa, sebanyak 7 kali (46.67 %); sementara ritual negosiasi yang dilakukan sebanyak 12kali dibagi ke dalam Data I sebanyak 6 kali atau 50 % dan Data II sebanyak 6 kali atau 50 % pula. Diharapkan bahwa hasil dari studi ini akan memberikan informasi kepada para dosenbahsa Inggris di Indonesia sebagai konteks EFL mengenai beberapa strategi yang dapat digunakan untuk mengoptimalkan makna negosiasi antara dosen dan mahasiswa di dalam wacana kelas. Partisipasi mahasiswa di dalam wacana kelas EFL tergantung kepada bagaimana dosen menciptakan situasi, dengan menggunakan metode-metode yang tepat, karakteristik mahasiswa, serta alat-alat instruksi pilihan serta tidak didominasi oleh dosen

    Strong Admissibility Revisited (proofs)

    Get PDF
    Postprin

    Modeling importance assessment processes in non-routine decision problems

    Get PDF
    Het afwegingsproces moet worden onderscheiden van de uiteindelijke afweging (het belangrijkheidsoordeel ofwel de aan attributen toegekende gewichten). Het afwegingsproces betreft de denkprocessen die leiden tot de gewichten. Zulke processen zijn uiterst relevant voor de bedrijfskunde en voor inzicht in de dagelijkse praktijk van\ud management. Een manager moet bij beslissingen verschillende soorten informatie (technische, financiële) integreren tot een keuze uit alternatieven. Ondanks de multidisciplinaire pretenties van de bedrijfskunde is niet bekend hoe dit gebeurt. De input en output van multidisciplinaire beslissingsprocessen zijn uitgebreid bestudeerd, wat zich afspeelt in het hoofd van de manager bij het integreren van informatie is voor bedrijfskundigen, maar ook voor psychologen, nog grotendeels onbekend. Er is veel bekend over het genereren van alternatieven, het scoren ervan, en over instrumenten om gewichten te achterhalen, maar niet over denkprocessen met betrekking tot het vaststellen van gewichte

    Energy-efficient adaptive wireless network design

    Get PDF
    Energy efficiency is an important issue for mobile computers since they must rely on their batteries. We present an energy-efficient highly adaptive architecture of a network interface and novel data link layer protocol for wireless networks that provides quality of service (QoS) support for diverse traffic types. Due to the dynamic nature of wireless networks, adaptations are necessary to achieve energy efficiency and an acceptable quality of service. The paper provides a review of ideas and techniques relevant to the design of an energy efficient adaptive wireless networ

    Analisis Fenomena Penampang Alir Vertical Axis Wind Turbine (VAWT) Tipe Heliks Terhadap Kecepatan Angin Sebagai Pembangkit Listrik Alternatif Berskala Rumah Tangga

    Full text link
    Penelitian ini membahas fenomena (turbulensi angin dan penyebaran tekanan) pada penampang alir vertical axis wind turbine (VAWT) tipe helix terhadap kecepatan angin sebagai pembangkit listrik alternatif berskala rumah tangga. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui turbulensi aliran angin terhadap sudu angin helix vertikal dan daya yang dihasilkan turbin dengan variabel penelitian kecepatan aliran udara (4, 8, dan 12 m/s), bentuk blade (1/2 lingkaran dan lurus dengan masing-masing berjumlah 3 buah sudu), dan pola aliran (laminar dan turbulen). Penyimulasian memanfaatkan software GAMBIT 2.2.3 dan FLUENT 6.3.26. Simulai dimulai dengan membuat pemodelan 2 buah bentuk blade melalui GAMBIT (tahap preprocessing), lalu membagi elemen atau objek tersebut menjadi bagian-bagian terkecil (meshing) melalui FLUENT, mendefinisikan kondisi batas untuk aliran udara yang akan dilalui blade, dan penginterasian dari objek yang telah dibuat terhadap sejumlah kondisi batas tersebut (tahap solusi). Hasil penelitian menunjukkan bahwa turbulensi penampang alir pada blade ½ lingkaran (1,4 – 28 m/s) yang tidak jauh berbeda dengan blade lurus yaitu 1,1 – 22 m/s (kecepatan udara 4 m/s, demikian dengan kecepatan lainnya). Sedangkan, turbulensi contour of pressure terbaik pada blade ½ lingkaran yaitu 13,8-40,4 Pascal (kecepatan 4 m/s). Daya tertinggi yang diserap blade (dayaangin)terhadap dayaturbin terdapat pada kecepatan udara 4 m/s dengan efisiensi sebesar 19,6% (9,335 dari 47,628 Watt). Sedangkan, yang terendah pada 12 m/s dengan efisiensi 10,34% (132,967 dari 1285,956 Watt)

    Reconfigurable Mobile Multimedia Systems

    Get PDF
    This paper discusses reconfigurability issues in lowpower hand-held multimedia systems, with particular emphasis on energy conservation. We claim that a radical new approach has to be taken in order to fulfill the requirements - in terms of processing power and energy consumption - of future mobile applications. A reconfigurable systems-architecture in combination with a QoS driven operating system is introduced that can deal with the inherent dynamics of a mobile system. We present the preliminary results of studies we have done on reconfiguration in hand-held mobile computers: by having reconfigurable media streams, by using reconfigurable processing modules and by migrating functions

    The HPx software for multicomponent reactive transport during variably-saturated flow: Recent developments and applications

    Get PDF
    Abstract HPx is a multicomponent reactive transport model which uses HYDRUS as the flow and transport solver and PHREEQC-3 as the biogeochemical solver. Some recent adaptations have significantly increased the flexibility of the software for different environmental and engineering applications. This paper gives an overview of the most significant changes of HPx, such as coupling transport properties to geochemical state variables, gas diffusion, and transport in two and three dimensions. OpenMP allows for parallel computing using shared memory. Enhancements for scripting may eventually simplify input definitions and create possibilities for defining templates for generic (sub)problems. We included a discussion of root solute uptake and colloid-affected solute transport to show that most or all of the comprehensive features of HYDRUS can be extended with geochemical information. Finally, an example is used to demonstrate how HPx, and similar reactive transport models, can be helpful in implementing different factors relevant for soil organic matter dynamics in soils. HPx offers a unique framework to couple spatial-temporal variations in water contents, temperatures, and water fluxes, with dissolved organic matter and CO2 transport, as well as bioturbation processes

    On the Difference between Assumption-Based Argumentation and Abstract Argumentation

    Get PDF
    Acknowledgements The first author has been supported by the National Research Fund, Luxembourg (LAAMI project) and by the Engineering and Physical Sciences Research Council (EPSRC, UK), grant ref. EP/J012084/1 (SAsSy project). The second and third authors have been supported by CNPq (Universal 2012 - Proc. no. 473110/2012-1), CAPES (PROCAD 2009) and CNPq/CAPES (Casadinho/PROCAD 2011).Peer reviewedPostprin
    corecore