265 research outputs found
Recommended from our members
Cellular interaction of folic acid conjugated superparamagnetic iron oxide nanoparticles and its use as contrast agent for targeted magnetic imaging of tumor cells
The purpose of the study was to develop tumor specific, water dispersible superparamagnetic iron oxide nanoparticles (SPIONs) and evaluate their efficacy as a contrast agent in magnetic resonance imaging (MRI). We have developed SPIONs capped with citric acid/2-bromo-2-methylpropionic acid which are compact, water dispersible, biocompatible having narrow range of size dispersity (8–10 nm), and relatively high T2 relaxivity (R2 = 222L · mmol−1 · sec−l). The targeting efficacy of unconjugated and folic acid-conjugated SPIONs (FA-SPIONS) was evaluated in a folic acid receptor overexpressing and negative tumor cell lines. Folic acid receptor-positive cells incubated with FA-SPIONs showed much higher intracellular iron content without any cytotoxicity. Ultrastructurally, SPIONs were seen as clustered inside the various stages of endocytic pathways without damaging cellular organelles and possible mechanism for their entry is via receptor mediated endocytosis. In vitro MRI studies on tumor cells showed better T2-weighted images in FA-SPIONs. These findings indicate that FA-SPIONs possess high colloidal stability with excellent sensitivity of imaging and can be a useful MRI contrast agent for the detection of cancer
PENGELOLAAN SAMPAH BERDASARKAN PERSPEKTIF MASYARAKAT PANTAI PINTU KOTA DAN PANTAI AIRLOUW MENUJU KOTA AMBON ZERO WASTE
Sampah menjadi perhatian serius karena produksinya mengalami peningkatan drastis setiap tahunnya. Zero wastemerupakan pemahaman yang lebih dari sekedar mendaur ulang sampah, tapi juga mencakup pencegahan dan pengurangan sampah. Kota Ambon merupakan pusat perkembangan pendidikan, jasa perdaangan dan pusat pemerintahan yang sangat aktif dalam peningkatan volume sampah karena kegiatan yang sangat bermacam-macam. Alat yang digunakan adalah ATK dan kuesioner sebagai bahan wawancara. Penelitian dilakukan pada dua lokasi yaitu Pantai Pintu Kota, Desa Latuhalat dan Pantai Airlouw, Desa Airlouw, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon pada Agustus 2023 dengan metode wawancara. Analisis data yang dilakukan adalah secara kuantitatif dan kualitatif menggunakan software Microsoft Excel. Data kualitatif dilakukan melalui tiga tahap analisis yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan menggunakan Microsoft Word. Aspek yang diwawancarai diantaranya adalah pengetahuan, perilaku dan ketersediaan sarana dalam hal pengelolaan sampah. Pada umumnya masyarakat pada kedua lokasi telah memahami dengan baik tentang pentingnya pengelolaan sampah, hanya saja bantuan tetap diperlukan dalam hal penyediaan tempat sampah, sosialisasi terkait pengelolaan sampah terstruktur mulai dari pemilahan sampah sampai dengan digunakan kembali.Sampah menjadi perhatian serius karena produksinya mengalami peningkatan drastis setiap tahunnya. Zero wastemerupakan pemahaman yang lebih dari sekedar mendaur ulang sampah, tapi juga mencakup pencegahan dan pengurangan sampah. Kota Ambon merupakan pusat perkembangan pendidikan, jasa perdaangan dan pusat pemerintahan yang sangat aktif dalam peningkatan volume sampah karena kegiatan yang sangat bermacam-macam. Alat yang digunakan adalah ATK dan kuesioner sebagai bahan wawancara. Penelitian dilakukan pada dua lokasi yaitu Pantai Pintu Kota, Desa Latuhalat dan Pantai Airlouw, Desa Airlouw, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon pada Agustus 2023 dengan metode wawancara. Analisis data yang dilakukan adalah secara kuantitatif dan kualitatif menggunakan software Microsoft Excel. Data kualitatif dilakukan melalui tiga tahap analisis yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan menggunakan Microsoft Word. Aspek yang diwawancarai diantaranya adalah pengetahuan, perilaku dan ketersediaan sarana dalam hal pengelolaan sampah. Pada umumnya masyarakat pada kedua lokasi telah memahami dengan baik tentang pentingnya pengelolaan sampah, hanya saja bantuan tetap diperlukan dalam hal penyediaan tempat sampah, sosialisasi terkait pengelolaan sampah terstruktur mulai dari pemilahan sampah sampai dengan digunakan kembali
Uji Efek Imunomodulator Ekstrak Etanol Daun Permot (Passiflora foetida L.) dengan Parameter Delayed Type Hypersensitivity
Imunomodulator adalah senyawa tertentu yang dapat mengatur atau menyeimbangkan mekanisme pertahanan tubuh baik secara spesifik maupun non-spesifik, baik melalui mekanisme pertahanan seluler maupun humoral. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan efek imonomodulator ekstrak etanol daun permot (Passiflora foetida L.) dengan parameter Delayed Type Hypersensitivity. Penelitian ini menggunakan 15 ekor mencit jantan dibagi dalam 5 kelompok yang terdiri dari 3 ekor mencit. Kelompok I sebagai kelompok normal (tanpa perlakuan), kelompok II (diinduksi SDMD 10% v/v), kelompok III, IV dan V (kelompok perlakuan) yang diberi EEDP dengan dosis masing-masing 0,4 g/KgBB, 0,8 g/KgBB dan 1,2 g/KgBB. Pemberian sediaan uji diberikan secara oral selama 7 hari. Pada hari ke-3 dan hari ke-7, hewan uji diinduksi dengan SDMD 10% v/v secara intraperitonial danintraplantar. Pengamatan dilakukan dengan mengukur perubahan volume kaki mencit pada jam ke-4, ke-24 dan ke-48. Data penelitian diolah secara statistik dengan metode Kruskal-Wallis yang dilanjutkan dengan uji Mann-Whitney, diperoleh bahwa kelompok EEDP dosis 0,4 g/KgBB, 0,8 g/KgBB, dan 1,2 g/KgBB menunjukkan tidak berbeda nyata (p>0,05). Berdasarkan hasil penelitian dapat ditarik kesimpulan bahwa EEDP dapat memberikan efek imunomodulator dengan dosis efektif 0,4 g/KgBB, 0,8 g/KgBB, dan 1,2 g/KgBB
Potensi Sediaan Mouthwash Ekstrak Kulit Buah Pinang (Areca catechu L.) sebagai Antibakteri Streptococcus mutans
Areca nut husk (Areca catechu L.) contains chemical compounds such as tannins, flavonoids and alkaloids, which are basically compounds that play a role in inhibiting bacterial growth. The purpose of this study was to formulate a mouthwash preparation of areca nut husk extract (Areca catechu L.) and to determine the activity of the preparation based on antibacterial activity against the growth of Streptococcus mutans bacteria. The formulation consisted of negative control (K-), positive control (K+) and samples of areca nut husk extract (Areca catechu L.) with concentrations of 5%, 10% and 15% respectively. Parameters observed in this study included pH test, viscosity test, cycling test, and preparation activity test. The results showed that areca fruit peel had an inhibition of 9.1 mm (F1), 10.5 mm (F2), 12.4 mm (F3). The conclusion that Areca nut husk extract (Areca catechu L.) can be formulated into physically and chemically stable mouthwash preparations, and mouthwash preparations from Areca nut shell extract (Areca catechu L.) have antibacterial activity in inhibiting the growth of Streptococcus mutans bacteria.
Kulit buah pinang (Areca catechu L.) memiliki kandungan senyawa kimia berupa tannin, flavonoid dan alkaloid, yang pada dasarnya merupakan senyawa yang berperan dalam menghambat pertumbuhan bakteri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memformulasikan sediaan mouthwash ekstrak kulit buah pinang (Areca catechu L.) dan untuk mengetahui aktivitas sediaan berdasarkan aktivitas antibakteri terhadap pertumbuhan bakteri Streptococcus mutans. Formulasi terdiri dari kontrol negatif (K-), kontrol positif (K+) dan sampel ekstrak kulit buah pinang (Areca catechu L.) dengan masing-masing konsentrasi 5%,10% dan 15%. Parameter yang diamati pada penelitian ini antara lain uji pH, uji viskositas, cycling test, dan uji aktivitas sediaan. Hasil penelitian menunjukan bahwa kulit buah pinang memiliki daya hambat sebesar 9,1 mm (F1), 10,5 mm (F2), 12,4 mm (F3). Kesimpulan bahwa ekstrak kulit buah pinang (Areca catechu L.) dapat diformulasikan menjadi sediaan mouthwash yang stabil secara fisika dan kimia, serta sediaan mouthwash dari ekstrak kulit buah pinang (Areca catechu L.) memiliki aktivitas antibakteri dalam menghambat pertumbuhan bakteri Streptococcus mutans
EDUKASI KESEHATAN MENGENAI BAHAYA OBESITAS PADA IBU RUMAH TANGGA DI DESA WAIMITAL
Obesitas merupakan kondisi keadaan penumpukan lemak berlebih atau tidak normal dalam tubuh. Wilayah pesisir berkembang pesat karena memiliki akses yang mudah serta biaya hidup yang lebih rendah dibandingkan daerah daratan, sehingga menjadikannya tujuan utama migrasi penduduk. Salah satu kawasan pesisir yang mengalami hal ini adalah Desa Waimital, yang terletak di Kecamatan Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat, dengan prevalensi obesitas pada ibu rumah tangga mencapai 33,53%. Data ini menunjukkan bahwa obesitas lebih banyak terjadi pada wanita, terutama ibu rumah tangga. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi kesehatan mengenai bahaya obesitas pada ibu rumah tangga di Desa Waimital. Kegiatan ini dilakukan dengan metode observasional dan wawancara, yang kemudian dilanjutkan dengan edukasi tatap muka (fase ke fase) menggunakan media pamflet. Materi edukasi yang disampaikan meliputi pengertian obesitas, tanda-tanda dan gejalanya, faktor penyebab obesitas yang terdiri dari faktor perilaku dan non-perilaku, bahaya obesitas yang bisa menyebabkan komplikasi, serta cara-cara pencegahannya. Hasilh dari kegiatan ini menunjukkan bahwa masyarakat kini lebih memahami bahaya obesitas dan pentingnya pencegahan sejak dini
Physical activity but not sedentary activity is reduced in primary Sjögren’s syndrome
The aim of the study was to evaluate the levels of physical activity in individuals with primary Sjögren’s syndrome (PSS) and its relationship to the clinical features of PSS. To this cross-sectional study, self-reported levels of physical activity from 273 PSS patients were measured using the International Physical Activity Questionnaire-short form (IPAQ-SF) and were compared with healthy controls matched for age, sex and body mass index. Fatigue and other clinical aspects of PSS including disease status, dryness, daytime sleepiness, dysautonomia, anxiety and depression were assessed using validated tools. Individuals with PSS had significantly reduced levels of physical activity [median (interquartile range, IQR) 1572 (594–3158) versus 3708 (1732–8255) metabolic equivalent of task (MET) × min/week, p < 0.001], but similar levels of sedentary activity [median (IQR) min 300 (135–375) versus 343 (223–433) (MET) × min/week, p = 0.532] compared to healthy individuals. Differences in physical activity between PSS and controls increased at moderate [median (IQR) 0 (0–480) versus 1560 (570–3900) MET × min/week, p < 0.001] and vigorous intensities [median (IQR) 0 (0–480) versus 480 (0–1920) MET × min/week, p < 0.001]. Correlation analysis revealed a significant association between physical activity and fatigue, orthostatic intolerance, depressive symptoms and quality of life. Sedentary activity did not correlate with fatigue. Stepwise linear regression analysis identified symptoms of depression and daytime sleepiness as independent predictors of levels of physical activity. Physical activity is reduced in people with PSS and is associated with symptoms of depression and daytime sleepiness. Sedentary activity is not increased in PSS. Clinical care teams should explore the clinical utility of targeting low levels of physical activity in PSS
IDENTIFIKASI SAMPAH LAUT (MARINE DEBRIS) DI PANTAI PINTU KOTA DAN PANTAI AIRLOUW, KOTA AMBON
Marine debris consists of solid organic and inorganic materials that do not easily decompose, accumulate, scattering across the sea and beaches. The waste problem remains a fundamental problem that has yet to be resolved in various parts of the world, including Ambon City. The data collection techniques were direct observation and waste sampling. Determination of the research location was adjusted to the tidal schedule in August 2023 at Pintu Kota Beach and Airlouw Beach, Ambon City. Results of the study showed that the types of waste obtained were plastic bottles, plastic cups, plastic pieces, plastic packaging, coconut fiber, dry leaves, logs, iron cans, iron scrap, sandals, pampers, cloth, styrofoam, sponges, paper, and others. The results of measuring rubbish at Pintu Kota Beach and Airlouw Beach fall into the mega-debris (>1 m) and macro-debris (>2.5 cm - <1 m) categories, but most of it is in the macro-debris category (>2.5 cm - <1 m), namely 2 cm - 1.74 m. The mass of waste with a high average yield was observed at Pintu Kota Beach, ranged from 100 g at low tide to 121 g at high tide. Meanwhile, the average mass of waste at Airlouw Beach was relatively low at 58 g at high tide and 61 g at low tide. Plastic waste and non-plastic waste were more commonly found during high flood tide. This is possibly due to high rainfall in the east monsoon in Ambon City, which causes currents and waves to carry garbage up to the coast.Sampah laut terdiri dari bahan organik padat dan anorganik yang tidak mudah terurai, menumpuk, serta tersebar di laut dan pantai. Masalah sampah merupakan permasalahan mendasar yang hingga saat ini belum terselesaikan di berbagai belahan dunia, termasuk di Kota Ambon. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi langsung dan pengambilan sampel sampah. Penentuan lokasi penelitian disesuaikan dengan jadwal pasang surut perairan pada bulan Agustus 2023 di Pantai Pintu Kota dan Pantai Airlouw, Kota Ambon. Hasil penelitian menunjukkan jenis sampah yang diperoleh adalah botol plastik, gelas plastik, potongan plastik, kemasan plastik, sabut kelapa, daun kering, batang kayu, kaleng besi, potongan besi, sandal, pampers, kain, styrofoam, spons, kertas, dan lain-lain. Hasil pengukuran sampah di Pantai Pintu Kota dan Pantai Airlouw masuk dalam kategori mega-debris (>1 m) dan makro-debris (>2,5 cm - <1 m), namun yang terbanyak pada kategori makro-debris (>2,5 cm - <1 m), yaitu 2 cm – 1,74 m. Berat sampah dengan rata-rata hasil yang tinggi yaitu di Pantai Pintu Kota sebesar 121 g pada saat air pasang dan 100 g pada saat air surut, sedangkan rata-rata berat sampah di Pantai Airlouw tergolong rendah sebesar 58 g pada saat air pasang dan 61 g pada saat air surut. Sampah plastik maupun sampah non-plastik lebih banyak ditemukan pada saat air pasang, hal ini dimungkinkan karena pada musim timur di Kota Ambon curah hujan cukup tinggi sehingga arus dan gelombang dapat membawa sampah hingga ke pesisir pantai
- …
