4,707 research outputs found
Studi Tingkat Kebisingan Lalu Lintas Jalan pada Area Sempadan Bangunan (Studi Kasus : Jalan Poros Maros - Makassar, Km. 5 Maccopa)
Kebisingan lalu lintas merupakan faktor yang sangat penting untuk dicarikan solusinya bagi Kenyamanan manusia. Studi ini difokuskan pada pembahasan rancangan area sempadan yang berfungsi untuk mereduksi kebisingan lalu lintas sepanjang jalan raya di Kabupaten Maros. Terdapat dua masalah dalam penelitian ini yaitu, pertama, mengungkapkan berapa besar kuat bunyi lalu lintas di jalan raya tersebut. Kedua, bagaimana merumuskan kriteria rancangan area sempadan berbasis reduksi kebisingan khusus di lokasi sepanjang Jalan Raya di Kabupaten Maros. Tujuan dari penelitian ini untuk mengidentifikasi kuat bunyi lalu lintas jalan raya ditinjau berdasarkan pada area sempadan dan mengembangkan formula untuk memenuhi kriteria rancangan area sempadan berbasis reduksi kebisingan sepanjang jalan raya.
Kabupaten Maros merupakan bagian dari area kawasan pengembangan Mamminasata untuk Provinsi Sulawesi Selatan. Selain itu, karena juga sebagai bagian dari kawasan penting/strategis di Provinsi Sulawesi Selatan, namun permasalahan yang terdapat di Kabupaten Maros salah satunya ialah kebisingan akibat lalu lintas jalan dan akibat rutinitas masyarakat sekitar menjadi hal yang sepatutnya menjadi dasar bagi rancangan kriteria terhadap area sempadan.
Penelitian meliputi identifikasi kuat bunyi lalu lintas jalan dan pola distribusinya berdasarkan letak dan jarak bangunan dari sumber bising sesuai dengan kondisi topografi, sifat material permukaan tanah dan keberadaan barrier yang ada di halaman bangunan. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa kuat bunyi pada area sempadan berkisar 102,5 dB(A), sementara dalam bangunan yang terdekat dengan dinding terluar berkisar 72, 3 dB(A).Standar baku mutu kebisingan dalam bangunan hunian yakni 50 – 60 dB(A), oleh karena itu diperlukan suatu kriteria rancangan sempadan bangunan yang mampu mereduksi kebisingan yang ada.
Kata Kunci : Kebisingan lalu-lintas jalan, Reduksi kebisingan dan Area sempada
Evaluasi Kuat Penerangan Buatan dalam Ruang Kuliah
Penerangan pada malam hari bisa dihasilkan oleh pencahayaan buatan dengan menggunakan lampu. Pemanfaatan jenis dan penempatan lampu memberikan pengaruh terhadap kuat penerangan yang dihasilkan. Selain dari sumber penerangan, tata letak meja dan kursi dalam ruangan tersebut juga memberikan efek terhadap kuat penerangan yang diterima. Letak meja yang tepat berada di bawah lampu lebih maksimal menerima penerangan dibandingkan dengan meja yang letaknya lebih jauh. Penempatan layout yang salah bisa memberikan efek negatif untuk kelangsungan proses perkuliahan. Universitas Teknologi Sulawesi Utara (UTSU) merupakan salah satu penyelenggara pendidikan yang memiliki program perkuliahan malam di Manado. Pihak kampus berusaha memaksimalkan penggunaan ruangan dalam bangunan yang di alihfungsikan dari ruko menjadi kampus. Sehingga sistem pencahayaan yang digunakan hanya mengikuti sistem yang sudah tersedia dalam bangunan ruko tersebut. Dengan adanya penelitian ini, kita bisa melihat kembali efisiensi sistem pencahayaan ruko yang digunakan untuk ruang kuliah dan memberikan masukan kalau ternyata harus ada Perubahan dalam desain dan sistem yang sudah ada. Hal ini dimaksudkan agar tujuan dari pelaksanaan proses perkuliahan bisa terwujud dalam menghasilkan lulusan yang berkualitas. kebutuhan ruangan.
Nilai kuat penerangan yang direkomendasikan untuk ruang perkuliahan yaitu 250 lux. Dengan adanya patokan ini diharapkan bahwa setiap perencanaan sistem penerangan untuk ruang kelas bisa dilakukan dengan baik sebelum digunakan sepenuhnya, mengingat Kenyamanan visual masing-masing orang berbeda. Jadi diharapkan dengan perencanaan yang memenuhi standar bisa memenuhi kriteria Kenyamanan manusia pada umumnya.
Kata Kunci : Penerangan, Pencahayaan Buatan, Ruang Kulia
Penelitian terhadap Ruang Kelas SMA Aquino Manado dengan Menggunakan Velux Daylighting Visualizer 2
Dalam proses perencanaan dan perancangan arsitektural suatu bangunan, disyaratkan memperhatikan kondisi iklim setempat yang dapat berpengaruh terhadap Kenyamanan, keselamatan dan ketahanan suatu bangunan. Kenyamanan yang dimaksud adalah memberikan Kenyamanan baik psikis maupun fisik kepada pengguna dalam melakukan berbagai aktivitasnya. Melihat begitu pentingnya cahaya bagi manusia untuk beraktivitas, maka tidaklah mengherankan jika penerapan cahaya pada bangunan juga memegang peranan penting bagi keberhasilan fungsi dari bangunan tersebut. Berdasarkan hasil observasi yang telah dilakukan, menunjukkan bahwa ruang kelas tidak memenuhi standar pencahayaan yang baik untuk ruang kelas (200 – 300 lux). Hal itu terlihat dari suasana ruang kelas yang masih gelap. Oleh karena itu perlu dilakukan sebuah rekomendasi dan revisi penerangan alami siang hari menjadi pencahayaan alami di SMA Aquino Manado untuk mengatasi masalah yang ada. Hasil analisa pengukuran di lapangan sangat berpengaruh terhadap faktor-faktor lingkungan (intensitas terang langit, kondisi awan, posisi bangunan, material dan warna cat permukaan, posisi titik ukur, dimensi dan letak bukaan). Sedangkan, untuk penggunaan simulasi software juga berpengaruh terhadap faktor di atas dengan catatan, untuk mendapatkan nilai yang optimal dan efektif maka dilakukan desain “rekayasa” pada variabel –variabel yang ada pada software tersebut.
Kata Kunci : SMA Aquino Manado, VELUX, Kuat Cahay
Pengaruh Iklim Terhadap Bentuk Dan Bahan Arsitektur Bangunan
Iklim merupakan faktor alam yang sangat penting bagi eksistensi arsitektur bangunan di seluruh permukaan bumi ini. Karena iklim memiliki banyak unsur di dalamnya yang sangat berpengaruh bagi kehidupan, keberlangsungan hidup manusia sehari-hari serta bermanfaat bagi penerapannya terhadap arsitektur. Bangunan yang direncanakan harus memanfaatkan matahari dan iklim sebagai sumber energi primer dan dirancang untuk mengakomodasi Perubahan Perubahan sebagai konsekwensi siklus iklim secara harian, musiman maupun tahunan dan mengalami versi cuaca yang berbeda sesuai dengan keberadaannya pada suatu garis lintang geografis tertentu di permukaan bumi ini. Perbedaan iklim yang ada di belahan bumi ini ikut mempengaruhi perbedaan karakter / ciri khas dari arsitektur bangunan masing-masing wilayah yang dibagi atas empat (4) wilayah iklim. Sehingga mengakibatkan manusia merancang bangunannya sebagai tempat hunian, aktivitas / kerja dan lain-lain harus seiring bahkan memanfaatkan kondisi alam dan iklim agar memperoleh Kenyamanan yang thermal.
Iklim memiliki pengaruh yang cukup besar bagi bentuk arsitektur suatu bangunan. Bentuk bangunan di suatu wilayah tidak akan sama, sekalipun bangunan tersebut berada di dalam satu kawasan pembagian iklim. Namun, jika ditinjau secara klimatik bentuk arsitektur suatu bangunan akan sama prinsipnya untuk satu kawasan pembagian iklim. Hal ini diakibatkan karena bentuk bangunan yang seiring dengan kondisi alam, matahari, angin, cuaca bahkan iklim yang ada di wilayah tersebut. Iklim juga berpengaruh terhadap penggunaan bahan bangunan dan berpengaruh juga terhadap penggunaan teknologi pada suatu konstruksi bangunan. Oleh sebabnya itu, teknologi produksi dalam dunia konstruksi dan material sangat berkembang dengan pesat seiring dengan berkembangnya penggunaan bahan / material suatu bangunan.
Keywords : Iklim, Bentuk, Bahan dan Arsitektur Banguna
ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN DENGAN MASALAH KERUSAKAN INTEGRITAS KULIT PADA PENDERITA DIABETES MELITUSDI RSI JEMURSARI SURABAYA
Diabetes melitus atau biasa disebut DM adalah suatu penyakit yang di sebabkan kurang nya insulin dan menyebabkan gangguan metabolisme yang di tandai dengan hiperglikemi berhubungan dengan abnormalitas metabolisme karbohidrat, lemak dan protein, hiperglikemia yang lama akan menyebabkan arterosklerosis, penebalan membran basalis dan perubaha n pada saraf perifer dan menyebabkan terjadinya gangren, hal ini menyebabkan terjadinya kerusakan integritas kulit. Penelitian studi kasus ini bertujuan untuk melaksanakan asuhan keperawatan pada klien dengan Diabetes Melitus.
Studi Kasus ini menggunakan metode pengumpulan data secara
wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Subyek penelitian dilakukan pada dua klien dengan masalah kerusakan integritas kulit pada penderita diagnosa Diabetes Melitus. Tindakan keperawatan untuk menangani hipertermi pada kedua klien meliputi pengkajian, analisa data, diagnosa keperawatan, intervensi keperawatan, implementasi keperawatan, dan evaluasi yang terdapat dalam asuhan keperawatan.
Hasil penelitian studi kasus menunjukkan klien dengan DM yang memiliki masalah keperawatan kerusakan integritas kulit mempunyai keluhan utama badan terasa lemas, kaki terasa kaku dan tebal dan pada hasil pemeriksaan laboratorium di temui adanya tanda peningkatan kadar gula darah
Simpulan dari hasil penelitian studi kasus ini adalah dalam asuhan
keperawatan pada klien dengan DM yang menjadi maslah keperawatan utama yang harus di selesaikan adalah pencegahan resiko infeksi, karena terdapatnya kerusakan integritas kulit
Studi Kenyamanan Akustik Ruang Karaoke Diva Manado
Proses perencanaan dan perancangan arsitektural bangunan, disyaratkan memperhatikan kondisi akustik ruang setempat yang dapat berpengaruh terhadap Kenyamanan dan ketahanan suatu bangunan. Kenyamanan yang dimaksud adalah memberikan Kenyamanan baik psikis maupun fisik kepada pengguna dalam kaitannya dengan bunyi. Pada saat ini, masih terdapat beberapa bangunan hiburan (tempat karaoke) yang memiliki masalah dalam hal penangan bunyi atau suara yang bisa memicu kebisingan, diantaranya ialah Diva Manado yang akan dijadikan sebagai objek penelitian.
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh suara kebisingan terhadap ruang karaoke yang berdampingan juga untuk mengukur tingkat Kenyamanan yang dirasakan pengguna akibat kebisingan yang ditimbulkan oleh aktivitas dari ruang bersebelahan Dengan akustik yang efektif, maka bunyi maupun suara akan dapat diterima oleh telinga sesuai dengan batas ambang kebisingan yang telah direkomendasikan (NC) dalam suatu ruang sehingga segala aktifitas dalam ruangan akan berjalan dengan lancar.
Adapun metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi, Pengambilan data dilakukan dengan mengukur tingkat intensitas bunyi, volume ruangan dan jenis material permukaan ruang. Pengukuran dilakukan pada dua ruang yang bersebelahan dengan kondisi lagu saja; lagu dan bernyanyi. Hasil yang diukur pada kondisi paling bising di ruang 1 yakni NR = 21,544 dB, PWL = 112,286 dB, TI gabungan = 109, 03 dB sedangkan di ruang 2 yakni NR = 21,544 dB, PWL = 116,886 dB, TI gabungan = 113,01 dB.
Kata Kunci : Kebisingan, Ruang karaoke dan kusti
- …
