2,471 research outputs found
The Method of Hypno-circumcision in Klinik Khitan Plus Hypnosis in Pabuwaran Purwokerto Utara Subdistrict
This research explains the method of hypno-circumcision in the clinic. Generally, the service of circumcision still uses a conventional method and less of attention toward the psychological side. Whereas, this factor is very important on how affecting the patients view's toward circumcision. The main goal of this research is to know the implementation of hypnosis in medical field, especially circumcision process in Klinik Khitan Plus Hypnosis Pabuwaran.The method used in this research is descriptive-analysis. This method is used to provide an overview of the method of hypno-circumcision in Klinik Khitan Plus Hypnosis. This research found that method of hypno-circumcision in Klinik Khitan Plus Hypnosis is similar with hypnosis in general. The method of hypno-circumcision into four stages: preparation stage, induction stage, suggestion stage and termination stage. Preparation of hypno-circumcision in Klinik Khitan Plus Hypnosis begins from consultation to Ms. Novi as receptionist. Then, Induction is a main way to bring someone from conscious to subconscious mind. Giving suggestion is the core stage in the process of hypno-circumcision. Last stage is termination which defines as a gradual step to bring the subject to consciousness
Khazanah naskah desa ketangga kecamatan suela kabupaten lombok timur provinsi NTB
Tulisan ini merupakan tulisan perdana mengenai pemaskahan
yang diterbitkan oleh Pusat Penelitian Arkeologi Nasional yang kini menjadi Kantor Asisten Deputi Urusan Arkeologi Nasional. Penelitian Naskah-naskah Kuna di Desa Ketangga, Kecamatan Suela, Kabupaten Lombok Timur dilakukan oleh Ahmad
Cholid Sodrie, M.Hum, Mujib, Tubagus Najib dan Hedi Surahman. Di dalamnya diuraikan berbagai persoalan berkaitan dengan naskah, yaitu ragam tinggalan naskah; teks dan kodeks, serta interpretasi berkaitan dengan naskah-naskah kuna di Ketangga, baik yang berkaitan dengan informasi agama, kebudayaan, fungsi Ketangga dalam penyebaran Islam, kedudukan Ketangga . dalam sistem Kerajaan Selaparang, serta Kegunaan naskah pada masa lalu dan sekarang
Peran Guru MTSN 1 Paron Di Bendo Dalam Pengembangan Keagamaan Di Desa Tempuran, Paron, Ngawi Tahun 2014
Peran Guru MTsN 1 Paron di Bendo dalam Pengembangan Keagamaan di Desa Tempuran, Paron, Ngawi Tahun 2014. Adapun rumusan masalah yang diangkat dalam penelitian ini adalah: (1) Bagaimana pandangan guru MTsN 1 Paron di Bendo tentang keagamaan di desa
Tempuran, Paron, Ngawi? (2) Bagaimana Peran Guru MTsN 1 Paron di Bendo dalam Pengembangan Keagamaan di Desa Tempuran, Paron, Ngawi?. Tujuan dari penelitian ini adalah: Untuk mendeskripsikan pandangan guru MTsN 1 Paron di Bendo tentang keagamaan di desa
Tempuran, Paron, Ngawi tahun 2014 dan untuk mendeskripsikan Peran Guru MTsN 1 Paron di
Bendo dalam Pengembangan Keagamaan di Desa Tempuran, Paron, Ngawi tahun 2014.Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif, karena langsung menggali data di lapangan.Bertujuan untuk mengetahui peran guru MTsN 1 Paron di Bendo
dalam pengembangan keagamaan di desa Tempuran dengan lokasi penelitian ini di MTs N 1
Paron di Bendo.Objek studi kepada kepala sekolah, guru dan masyarakat Tempuran.Teknik
pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi.Adapun analisis
data dilakukan dengan empat tahapan yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Hasil dari penelitian ini adalah pandangan guru MTsN 1 Paron di Bendo tentang keagamaan di
desa Tempuran menunjukan bahwa masyarakatnya memiliki tingkat religiusitas yang tinggi dengan indikasi banyaknya kegiatan-kegiatan keagamaan di desa Tempuran seperti, pengajian hari besar Islam, majelis ta’lim dan dzikir, istighosah, yasinan, khataman, TPA (taman pendidikan Al-Quran) dan diniyah. Adapun peran guru MTsN 1 Paron di Bendo dalam
pengembangan keagamaan di desa Tempuran melalui beberapa cara diantaranya a) sebagai
pendidik yaitu dengan meningkatkan keagamaan masyarakat di desa Tempuran melalui proses pendidikan di sekolah, b) Peran sebagai pembimbing yaitu dengan membantu dalam pembinaan agama masyarakat melalui kajian keislaman di masjid desa Tempuran, c)Peran sebagai
demonstrator yaitu dengan berperan aktif dalam kegiatan keagamaan yang diselenggarakan di
desa Tempuran, seperti pengajian, baksos, khutbah jumat, d)Peran sebagai teladan dengan
memberikan teladan yang baik di dalam sekolah dan masyarakat, e)Peran sebagai korektor yaitu
dengan bekerja sama dengan masyarakat sebagai korektor dalam membantu penanaman nilainilai agama bagi anak, f) Peran sebagai inisiator yaitu dengan mengembangkan hal yang sudah ada menjadi sempurna dan menemukan hal-hal baru dalam pendidikan keagamaan di dalam
masyarakat
Evaluasi Sistem Pengendalian Intern Pemberrian Kredit Atas Jenis Pembiayaan pada PT. Pegadaian Kantor Cabang Martadinata Samarinda
Pegadaian merupakan badan USAha yang sifatnya bersifat sosial, dengan melandaskan kegiatannya atas dasar hukum gadai. Tujuan dari penelitian ini untuk mengevaluasi sistem pengendalian intern pemberian kredit pada Pegadaian Cabang Martadinata. Penelitian dilakukan dengan membandingkan sistem pengendalian intern yang diterapkan pada pegadaian dengan teori mengenai sistem pengendalian intern. Teknik pengumpulan data yang dipergunakan adalah wawancara, kuesioner, observasi dan penelitian langsung ke objek. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan terhadap pengendalian intern pemberian kredit pada PT. Pegadaian Cabang Martadinata Samarinda, dengan menggunakan kuesioner pengendalian intern yang mengacu pada kerangka kerja COSO pada unsur-unsur pengendalian intern. Hasil pengujian menunjukan bahwa dari unsur-unsur pengendalian intern menurut kerangka kerja COSO, unsur lingkungan pengendalian, penentuan resiko, aktivitas pengendalian, informasi dan komunikasi serta pemantauan sangat efektif, ditemukan bahwa bagian fungsi-fungsi pemisahan tugas kasir, penaksir, penyimpan, administrasi suda sesuai dengan wewenang dan tanggung jawab yang telah diberikan. Adanya berangkas tempat penyimpan uang tunai dan barang gadai sebagai perlindungan terhadap barang jaminan dan harta Perusahaan, Adanya audit internal dan audit dadakan terutama dibagian keuangan, formulir-formulir kredit serta bukti kas masuk maupun bukti kas keluar memiliki nomor urut cetak, pada pegadaian memiliki bagian kuhusus analisis kredit. Selain itu prosedur pemberian kredit gadai hingga pencairan kredit sangat efektif karena sesuai dengan prosedur yang ada pada teori. Pada kuesioner untuk jawaban ‘Ya\u27 mendapatkan jumlah nilai 95%, sedangkan nilai 5% untuk jawaban ‘Tidak\u27. Berarti PT. Pegadaian cabang Martadinata Samarinda ‘Sangat Efektif\u27. Hal tersebut diakibatkan karena adanya ketegasan dan pemisahan tugas, serta adanya pengawasan yang dilakukan agar aktivitas pada pegadaian sesuai dengan kebijakan standar operasional Perusahaan. Dengan demikian hipotesis yang mengatakan penerapan sistem pengendalian intern pemberian kredit pada PT. Pegadaian Cabang Martadinata di Samarinda Kurang Efektif di tolak
Implementasi pembinaan narapidana dengan pembelajaran agama Islam di Madrasah Diniyah At-Taubah Lapas klas I Kedungpane Semarang
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Implementasi Pembinaan Narapidana dengan Pembelajaran Agama Islam di Madrasah Diniyah At-Taubah Lapas Klas I Kedungpane Semarang.
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif ynag bersifat deskriptif. Data-data yang diperoleh melalui kajian kepustakaan dan penelitian lapangan dengan menggunakan beberapa metode, yaitu: wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis secara deskripkif dengan pola berpikir induktif dipergunakan untuk memperoleh pemahaman tentang pelaksanaan pembinaan narapidana dan pembelajaran dalam madrasah diniyah sebagai pembinaan narapidana.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pembinaan para narapidana di Lapas Klas I Kedungpane Semarang berjalan dengan baik, lancer, dan terencana menginggat begitu pentingnya pembinaan terhadap narapidana. Pembinaan narapidana di Lapas Klas I Kedungpane Semarang terdiri atas pembinaan keagamaan, pembinaan kemandirian, dan pembinaan pengetahuan umum. Dari ketiga jenis pembinaan tersebut yang paling penting dan menjadi tolak ukur dalam pembinaan adalah pembinaan keagamaan. Hal ini dikarenakan bahwa dengan keberhasilan pembinaan keagamaan maka, akan terjadi perubahan sikap dan perilaku beragama bagi narapidana. Dengan perubahan sikap beragama tersebut maka mereka yang dahulunya melakukan perbuatan yang melanggar hokum lantaran mereka sering meninggalkan perintah dalam ajaran agama.
Madrasah Diniyah at-Taubah adalah sebuah madrasah yang terdapat didalam lingkungan Lapas Klas I Kedungpane Semarang. Madrasah ini merupakan bentuk keseriusan pemerintah dalam memberikan pembinaan kepada narapidana. Bentuk pelaksanaan pembinaan dengan pembelajaran agama Islam meliputi beberapa tahap diantaranya perencanaan (perencanaan kurikulum, tenga pengajar, dan perencanaan sarana dan prasarana), pelaksanaan pembelajaran (dilakukan sesuai dengan jadwal, Pembina, materi, dan penerapan metode yang jelas) dan evaluasi
UPAYA MENGATASI KESULITAN SISWA DALAM OPERASI PERKALIAN DENGAN METODE LATIS
Salah satu permasalahan yang dihadapi siswa adalah lemahnya kemampuan siswa dalam operasi perkalian. Siswa kesulitan dalam operasi perkalian dengan menggunakan cara bersusun. Sejalan dengan itu, tujuan penelitian ini adalah untuk mengatasi kesulitan siswa dalam operasi perkalian dengan menerapkan metode perkalian latis. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif yang dilakukan di kelas VII Sekolah Menengah Pertama dengan melibatkan enam siswa yang mengalami kesulitan dalam operasi perkalian. Penelitian ini dilaksanakan dalam 3 tahap yaitu: 1) perencanaan; 2) pelaksanaan yang terdiri dari 3 bagian: tes diagnostik, tes treatment, dan wawancara; 3) evaluasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mereka sangat tertarik dan senang dengan metode ini. Mereka mampu menyelesaikan operasi perkalian dengan mudah, walaupun masih ada siswa yang kurang teliti. Namun, hal itu tidak membuat mereka merasa jenuh bahkan menjadi lebih semangat untuk memperbaiki kesalahannya. Siswa lebih memilih metode ini dalam menghitung perkalian dari pada metode yang dikenal sebelumnya.
Kata kunci: kesulitan siswa, operasi perkalian, metode latis
Peningkatan Kinerja Pelayanan Publik Melalui Peningkatan Motivasi Spiritual
Officer\u27s performance in Regional Disaster Relief Agency (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kebumen Regency, based on the existing data in the field, is not yet optimum. This circumstance was related to threefactors namely ability, working discipline, and spiritual motivation. This research aimed to analyze the influence of ability, working discipline, and spiritual motivation toward officers performance in BPBD of Kebumen Regency. The research method used was quantitative analysis, the data obtained by givingquestionnaire, answers were analyzed by multiple linier regression to determine the relations between independent variables: the ability, working discipline, and spiritual motivation with the dependent variable wasperformance. After analyzing three variables, it was found that performance of Civil Servant on Regional Disaster Management Agency Kebumen was good. The result showed that the ability (X1) influenced performance of Civil Servant on Regional Disaster Management Agency Kebumen with percentage of 37.7%;working discipline (X2) influenced performance of Civil Servant on Regional Disaster Management Agency Kebumen with percentage of 72.3%; spiritual motivation infuenced performance of Civil Servant on Regional Disaster Management Agency Kebumen up to 66.1%. The result also showed positive relations between three variables, as those variables were impactful in significant way. Finally; ability, working discipline and spiritual motivation influenced overall performance of Civil Servant on Regional Disaster Management Agency Kebumen up to 78.3%. It means that the greater level of ability, working discipline and spiritual motivation resulted to a greater level performance of Civil Servant on Regional Disaster Management Agency Kebumen, and vice versa
ANALISIS ANGGARAN, PENDAPATAN DAN BIAYA OPERASIONAL UNTUK MENINGKATKAN EFESIENSI PADA PERUSAHAAN KERETA API DAOP 9 JEMBER
This research was conducted to find out hoe the budge, income and operational cost efficiency of Daop 9 Jember by knowing what incone and operational cost are incurred by KAI Daop 9 Jember. This research uses quantitative research. Quantitative research in the form of number will be presented in descriptive feom using secondary data for 5 years (2018-2022) sourced from PT KAI Daop 9 Jember profit and loss report data.
The results ofresearch at KAI Daop 9 Jember is small due to interest factors from the community causing an economic situation in the Daop 9 Jember area. Operasional cost for Daop 9 Jember are quite large, this is due to the breadth and length of infrastructure whice requires guite large maintenance cost. The level if efficiency that occurs at KAI Daop 9 Jember is entirely inefficienst. This happens operasional cost incurres by the company are greater than the amount of income received by the company. Regarding the level of effectiveness in the revenue budget needed for the train, while the operational cost budget for KAI Daop 9 Jember is entirely rffective in managing the budget needed for train operasional needs
- …
