111 research outputs found
Evaluasi Purna Huni Ruang Praktik Kriya Kayu SMK Negeri 5 Malang
Sekolah Menengah Kejuruan dengan jurusan kriya memiliki kinerja fungsi ruang, karakteristik ruang dan kebutuhan aktivitas terhadap ruang yang berbeda-beda, khususnya ruang praktik untuk kriya kayu. Seiring berjalannya waktu, berkembangnya teknologi, peminat terhadap jurusan baru juga kebutuhan akan fasilitas sekolah yang bertambah, menimbulkan Sekolah Menengah Kejuruan perlu meningkatkan kapasitas fasilitas untuk mewadahi penambahan kebutuhan pengguna. Seperti halnya SMK Negeri 5 Malang, pada awalnya merupakan SMK yang berfokus pada jurusan-jurusan kriya. Salah satu contoh Perubahan ruang pada SMK Negeri 5 adalah pada ruang praktik kriya kayu, dimana luasan ruang praktik tersebut diperkecil dan dialihfungsikan menjadi ruang-ruang teori. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk untuk mencari tahu bagaimana kesesuaian dimensi ruang praktik kriya kayu SMK Negeri 5 terhadap tuntutan dan karakteristik kerja. Metode yang digunakan adalah evaluasi purna huni dengan membandingkan data eksisting dengan standar yang dilakukan secara kuantitatif. Hasil dari evaluasi purna huni untuk mengetahui sejauh mana ruang praktik kriya kayu dapat berfungsi sesuai dengan kebutuhan pengguna sekaligus mencari solusi terkait masalah dimensi ruang praktik
Pemanfaatan Ruang Bersama sebagai Area Belajar pada Asrama Putra Universitas Brawijaya Malang
Pendidikan merupakan salah satu poin penting di dalam mengukur kemajuan suatu bangsa, termasuk Indonesia. Saat ini sistem pendidikan pada perguruan tinggi mengalami Perubahan serining berkembangnya zaman. Konsep pendidikan secara formal (di dalam kelas) tidak cukup untuk mendukung kegiatan pembelajaran mahasiswa, sehingga konsep pembelajaran learning byself menjadi sebuah solusi permasalahan tersebut. Pada Universitas Brawijaya, diketahui bahwa area-area bersama yang tersebar di area kampus selalu dimanfaatkan oleh mahasiswa untuk area belajar mereka. Dari observasi awal tersebut mendapatkan sebuah hipotesa awal bahwa mahasiswa membutuhkan sebuah learning space untuk mendukung kebutuhan belajar mereka. Kemudian dari hipotesa tersebut, diterapkan Asrama Putra UB sebagai objek penelitian. Sehingga tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ruang bersama asrama saat ini sudah mengakomodir kebutuhan belajar mereka, serta bagaimana rancangan ruang bersama yang sesuai dengan kebutuhan bersama mereka?. Sehingga terdapat dua tahapan penelitian secara kuantitatif, yang pertama adalah untuk mengetahui kebutuhan belajar mereka sebagai mahasiswa dan kebutuhan belajar pada ruang bersama asrama. Kemudian hasilnya diketahui bahwa ruang bersama belum mengakomodir kegiatan belajar mereka, sehingga dilanjutkan pada tahap kedua dengan mengevaluasi ruang bersama yang ada untuk mengetahui mengapa mereka kurang memanfaatkan ruang bersama tersebut, dan hasilnya dapat menjadi masukan untuk rancangan ruang bersama yang sesuai dengan kebutuhan belajar penghuni asrama sebagai mahasiswa
Ruang Perawatan Spa Dengan Pemanfaatan Tanaman Aromatik Pada Fasilitas Relaksasi Di Malang
Salah satu bentuk inovasi perancangan ruang perawatan spa, yaitumengoptimalkan ruang perawatan tersebut sebagai sarana terapi kesehatan denganmenggunakan konsep tanaman aromatik pada desain ruang perawatannya. Karenapada Kenyataannya banyak fasilitas relaksasi yang dijumpai kurang memaksimalkanpengolahan ruang dalam dengan memanfaatkan tanaman aromatik sebagai saranaterapi aroma alami pada ruang perawatannya. Inovasi baru pada ruang perawatanspa tersebut mengabungkan dua fasilitas pelayanan yang dapat dilakukan secarabersamaan, yaitu pelayanan spa dan terapi alternatif berupa terapi aroma. Desainruang perawatan tersebut diharap mampu memberikan kontribusi kepadamasyarakat dengan jalan memberikan fasilitas relaksasi spa yang menerapkankonsep terapi aroma sebagai terapi alternatif yang mampu merangsangpengembalian kesehatan tubuh secara fisik, psikis, emosional, serta pikiran
Aksesbilitas Lansia di Panti Werdha Hargodedali
Prosentase lansia dari tahun-ketahun semakin meningkat, Hal ini diiringi dengan penurunan dalam berbagai aspek, khususnya aspek motorik. Di Kota Surabaya telah banyak berdiri panti werdha yang menaungi lansia, guna memberikan kehidupan yang lebih sejahtera. Panti Werdha Hargodedali adalah salah satu panti werdha yang dikelola oleh pihak swasta, saat ini jumlah lansia penghuni panti werdha tersebut sebanyak 48 jiwa lansia, sebanyak 20,8% lansia yang tinggal disana memerlukan tongkat/walky stick sebagai alat bantu berjalan. Oleh karena itu lansia seharusnya tinggal dalam lingkup area yang responsif terhadap kondisinya. Dalam kajian ini aspek aksesibilitas pada ruang yang kerap digunakan lansia akan dikaji untuk disesuaikan dengan kondisi lansia yang ada. Pengamatan dimulai dari analisis kondisi eksisting terhadap standar yang berlaku, kemudian dikaitkan dengan perilaku lansia dan hasil dari wawancara pada setiap sampel yang ada. Sehingga dapat disimpulkan prosentase ketidak sesuaian aspek aksesibilitas Panti Werdha Hargodedali dengan kondisi lansia yang ada, selain itu didapatkan juga beberapa titik hambatan yang terjadi pada lansia ketika beraktivitas. Serta memberikan rekomendasi desain yang bersifat penyelesaian masalah yang ada pada area-area yang dominan digunakan lanisa beraktivitas
Upaya Pengembangan Posyandu Madya dan Purnama Menjadi Posyandu Mandiri (Studi Kasus di Kecamatan Rogotrunan, Labruk Kidul, Senduro Kabupaten Lumajang)
Background: Autonomy lntegrited Health Services (posyandu mandiri) that was caracteristic oplimalitation posyandu work still few amount in Indonesia. Whereas work optimum posyandu help intense in descent rate mortality maternal and neonatal in Indonesia. Because that problems be needed a certaine exemine about develop effort a (posyandu) become (posyandu mandiri). This research aim to exemine (posyandu madya and pumama) develop become (posyandu mandiri) in Lumajang regency. Methods: Research kind is applied with sample withdrawal method as (if) purposive. Unit analysis was posyandu. Research location is Lumajang regency (sample area posyandu in East Java) with time implementation 8 month. Data analysis as (if) descriptive. Research variable are posyandu forming process, posyandu power source, adequate supply health functionary, fund source, means-infrastucture, activity, information system, building, and flash past sector coopertion. Results: Showed that since existence "Gerbang Mas" program, change many occur posyandu of workin Lumajang regency. That change was posyandu forming have to based on leave decision letter. Posyandu builder toconsist some element district-house of village-village. Amount cadre and manager have established. Limitied is health center community (puskesmas) employee because (posyandu) amount increase. Income and cost estimate region (APBD) like to incite fund for made (posyandu) to be mandiri and qualified. 30% means-infrastucture to increase from latter. (Posyandu) open schedule once month. Activity average has standard appropriate, except healthy fund average was still low. Building more guided and more be continued. Addition activity and information system carefully already, but still be needed follow up from flash past sector cooperation is happened
Penerapan Konsep Fleksibilitas Ruang Pada Interior Butik Muslim
Butik merupakan salah satu bangunan komersil yang juga kerap mengalami Perubahan khususnya pada bagian interiornya. Adanya perkembangan tren busana muslim yang terus berkembang berkaitan dengan ruang yang dibutuhkan untuk memperjualbelikan busana tersebut, seperti halnya yang terjadi pada butik muslim. Permasalahan desain interior butik sendiri adalah selalu berlomba-lomba menciptakan konsep ruang butik yang mampu menghadirkan nuansa baru serta estetika yang menarik bagi pelanggan. Hampir semua butik khususnya untuk butik muslim yang memiliki karakter ruang yang tetap, sedangkan Perubahan tren kerap terjadi pada busana muslim tersebut, maka show room butik tersebut tidak dapat menyesuaikan dengan Perubahan tren busana muslim. Fleksibilitas ruang penting untuk diterapkan pada ruangan yang cenderung mengalami Perubahan suasana, sehingga desain pada ruang penjualan butik muslim dapat didesain fleksibel dan adaptif terhadap Perubahan tren busana yang terjadi. Oleh sebab itu, kajian ini bertujuan untuk mencoba menerapkan konsep desain interior fleksibel pada salah satu butik muslim di Malang yaitu butik Shafira. Interior butik Shafira didesain fleksibel dengan menerapkan konsep fleksibilitas pada beberapa elemen pelingkup ruang. Konsep fleksibilitas yang diterapkan adalah konsep Konvertibilitas dan versalitilitas yang diterapkan pada elemen pelingkup ruang
Perancangan Sarana Paud Dengan Konsep Frugal Architecture Di Karangploso Kabupaten Malang
Frugal architecture merupakan sebuah konsep perancangan guna menghemat biaya pembangunan dan memanfaatkan bahan bangunan yang ada di sekitar demi keberlangsungan masyarakat lokal terutama masyarakat tidak mampu untuk dapat menciptakan sebuah bangunan yang terjangkau bagi masyarakat tidak mampu sehingga tetap dapat merasakan atau menikmati karya arsitektural pada bangunan. Dewasa ini, kondisi pendidikan di Negara Indonesia sangat memprihatinkan. Mahalnya biaya pendidikan menjadi pengambat anak bangsa untuk mendapatkan pendidikan. Masyarakat kurang mampu menjadi korban mahalnya biaya pendidikan sehingga para orang tua tidak bisa menyekolahkan anak-anak mereka. Oleh karena itulah diperlukan sarana pendidikan anak usia dini yang dapat membantu masyarakat tidak mampu untuk mengenyam pendidikan dengan menerapkan konsep Frugal Architecture pada bangunan PAUD. Tujuan penulisan skripsi ini adalah merancang bangunan pendidikan dengan memanfaatkan potensi bahan material lokal yang tersedia dengan bentukan yang hemat dan sederhana sesuai dengan konsep Frugal Architecture. Proses pemilihan material yang digunakan, dengan menggunakan metode pemilihan material Frugal Architecture, yaitu beberapa jenis bahan bangunan dan berbagai macam kriteria-kriteria Frugal Architecture dikumpulkan, untuk kemudian di lakukan proses penilaian sehingga mendapatkan material Frugal Architecture. Hasil desain yang didapat berupa bangunan Pendidikan Anak Usia Dini yang menggunakan material Frugal Architecture
- …
