2,870 research outputs found

    Pengaruh Penerapan Strategi Belajar Preview, Question, Read, Reflect, Ricete, Riview terhadap Keterampilan Membaca Siswa SD

    Get PDF
    The purpose of the research is to analyse the effect of the USAge of learning strategies preview, question, read, reflect, ricete, review on fifth grade child story reading students' skills in 15th state elementary school in south Pontianak. The method that has been used was experiment method with forms of Pre-experimental design in the stake one group pretest posttest design. Research population of the entire fifth grad consists of 24 students in 15thstate elementary school in south Pontianak. The research sample was a class sample that is class fifth. Based on the result of data analysis, the mean of pre test was 63,26 and the mean of post test was 69,56. The hypothesis test result using t-test (Polled Variance) with dk 22 on 5 % significant level as known as table t = 1,717 obtained count (table t = 1,717). Then Ha accepted and Ho rejected. It could be conclude that there is an learning strategies preview, question, read, reflect, ricete, review on fifth grade child story reading students' skills in 15th state elementary school in south Pontianak. The result of the calculation on the effect size is 1,02 (high criteria). It means that the USAge of learning strategies preview, question, read, reflect, ricete, review gave high influence (effect) on fifth grade child story reading students' skills in 15th state elementary school in south Pontianak

    Ketersediaan Kelembagaan dalam Pengembangan Usahatani Rumput Laut (Eucheuma Spinosum) di Desa Kawite Wite Kecamatan Kabawo Kabupaten Muna

    Full text link
    This research aims to know and identify the institutional conditions are available and knowing the strategies of the community in case of institutional infrastructure limitations in the development of farming seaweed. The type of the data being used is the primary data and secondary data. Data analysis using the method of analyses tabulations and descriptive and analysis Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM). The results showed that (1) the availability of the institutional in the development of farming seaweed consisting of capital providers, information providers, and the institutions of providing inputs. The institution that provides capital in the development of seaweed farming in Kawite Wite Villagenamely collecting merchants. Institutions that provide information namely collecting merchants and extension officers, and institutional agencies providing input namely collecting merchants. The priority of the strategy can be done by farmers who do the farming of seaweed in Kawite Wite Village, Kabawo Subdistrict Muna Regency is a strategy 1 (one), namely the Human Resource training and development strategy for farmers worth 12.096. While on strategy 2 (two) as a strategy to optimize the results of production worth 11.311 and strategy 3 (three), namely expanding network marketing strategy valued at 10.685

    Pertentangan Asas Legalitas Formil Dan Materiil Dalam Rancangan Undang-undang Kuhp

    Full text link
    This study discusses on the contradiction of formal and material legality principle in the KUHP bill. The questions posed in this research is what are the forms of said contradiction between the formal and material legality principle in the KUHP bill? The result shows that there exists contradiction between the formal legality principle in article 1 section (1) of the KUHP bill with the material legality principle in article 2 section (2) of KUHP bill. In the author\u27s opinion, the criminalization of applicable laws shall still be conducted through the State\u27s court allthewhile accommodating adat values. However this method shall be the last resort (ultimum remedium) in criminal law, in the sense that if the adat community can settle its disputes on its own, the disputes shall not be brought to the State judiciary. IntisariPenelitian ini membahas tentang pertentangan asas legalitas formil dan materiil dalam rancangan KUHP. Rumusan masalah yang dikemukakan adalah bagaimana bentuk-bentuk pertentangan asas legalitas formil dengan asas legalitas materiel dalam Rancangan Undang-Undang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RUU KUHP)? Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat pertentangan asas legalitas formil dalam pasal 1 ayat (1) RUU KUHP dengan asas legalitas materiil dalam pasal 2 ayat (1) RUU KUHP. Menurut hemat penulis, pemidanaan hukum yang hidup sebaiknya tetap melalui pengadilan negara dengan mengakomodasi nilai-nilai adat. Namun demikian, hal ini hanya sebagai sarana terakhir (ultimum remedium) dalam hukum pidana, artinya sepanjang masyarakat adat melalui lembaga adat, tokoh adat dan masyarakat adat dapat menyelesaikan pelanggaran hukum yang hidup atau hukum adat itu maka tidak perlu dibawah ke ranah pengadilan negara

    Ketidakpastian Hukum Jangka Waktu Penetapan Status Tersangka Dari Proses Penyidikan Sampai Pelimpahan Perkara Ke Persidangan

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jangka waktu penetapan status tersangka dari proses penyidikan sampai pelimpahan perkara ke persidangan. Tipe penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian hukum normative. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan undang-undang (statute approach) dan pendekatan konseptual (conceptual approach). Bedasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat ketentuan yang mengatur mengenai batas waktu penetapan status tersangka mulai dari penyidikan sampai pelimpahan perkara ke persidangan, sehingga status tersangka tergantung pada proses penyidikan. Tidak adanya batas waktu dalam penetapan tersangka menyebabkan ketidakpastian hukum yang dijamin dalam pasal 28 D dan 28 I ayat (2) Undang-undang 1945

    The Higgs Potential in the Type II Seesaw Model

    Get PDF
    We perform in the type II seesaw setting, a detailed study of the dynamical features of the corresponding general renormalizable doublet/triplet Higgs potential that depends on five dimensionless couplings and two mass parameters after spontaneous symmetry breaking, and highlight the implications for the Higgs phenomenology. In particular, we determine i) the complete set of tree-level unitarity constraints on the couplings of the potential and ii) the exact tree-level {\sl all directions} boundedness from below constraints on these couplings. When combined, these constraints delineate precisely the theoretically allowed parameter space domain within our perturbative approximation. Among the seven physical Higgs states of this model, the mass of the lighter (heavier) CP-even state h0 (H0) will always satisfy a theoretical upper (lower) bound that is reached for a critical value mu_c of mu (the mass parameter controlling triple couplings among the doublet/triplet Higgses). Saturating the unitarity bounds we find m_h0 < {\cal O}(0.7 - 1 TeV), while the upper bound for the remaining Higgses lies in the several tens of TeV. However, the actual masses can be much lighter. We identify two regimes corresponding to mu > mu_c and mu < mu_c. In the first regime the Higgs sector is typically very heavy and only h0 that becomes SM-like could be accessible to the LHC. In contrast, in the second regime, somewhat overlooked in the literature, most of the Higgs sector is light. In particular the heaviest state H0 becomes SM-like, the lighter states being the CP-odd Higgs, the (doubly) charged Higgses and a decoupled h0, possibly leading to a distinctive phenomenology at the colliders.Comment: 55 pages, 9 figures, no major changes, references added, a comment added to sec 3.1, typos correcte

    Dosa dan Dimensi Psikologis yang Terkandung di Dalamnya

    Full text link
    Dosa adalah segala perbuatan yang bertentangan dengan kehendak dan perintah Allah SWT. Sampai disini belum dibedakan besar kecilnya dosa. Abdullah bin Abbas berkata,“ Setiap perbuatan menentang ajaran Islam adalah dosa besar.”, kelalaian dan kekhilapan yang dilakukan manusia ini dapat dianggab sebagai dosa-dosa kecil, namun dosa-dosa kecil ini bila terus-menerus dilakukan maka akan menjadi dosa besar. Tulisan ini mencoba mengungkap serba sedikit tentang perbuatan dosa yang sering dilakukan manusia serta dilihat dimensi psikologis yang terkandung dalam perbuatan dosa tersebut sehingga dampak apa saja yang terjadi bagi pelaku dosa. Diawali dari defenisi dosa, macam-macam dosa, deminsi psikologis yang terkandung dalam perbuatan dosa, serta efek psikologis perbuatan dosa pada kehidupan seseorang

    Perbandingan Prevalensi Parasit pada Insang dan Usus Ikan Mujair (Oreochromis Mossambicus) yang Tertangkap di Sungai Aloo dan Tambak Kedung Peluk, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis parasit yang terdapat pada insang dan usus ikan mujair (Oreochromis mossambicus) yang tertangkap di Sungai Aloo dan Tambak Kedung Peluk serta mengetahui prevalensi dari parasit tersebut. Jumlah ikan yang tertangkap di Sungai Aloo yaitu 27 ekor sedangkan di Tambak Kedung Peluk yaitu 40 ekor. Ikan yang diperoleh seluruhnya diukur panjang total dan berat badan kemudian hasil yang diperoleh digunakan untuk uji homogenitas. Nilai signifikansi yang diperoleh untuk Sungai Aloo adalah 0,301 dan Tambak Kedung Peluk adalah 0,937, ini menunjukkan sampel yang diperoleh adalah sama (homogen) karena nilai signifikansi yang diperoleh lebih besar dari taraf signifikansi yaitu 0,05. Organ yang diperiksa yaitu insang dan usus. Pengamatan parasit dilakukan dengan menggunakan metode natif. Pada insang ikan mujair yang diperoleh di Sungai Aloo dan Tambak Kedung Peluk tidak ditemukan ektoparasit. Pada usus ikan mujair di Sungai Aloo ditemukan Ascaris sp. pada fase telur fertil dengan prevalensi sebesar 85%, fase telur yang mengalami pembelahan dengan prevalensi sebesar 22,22%, fase larva dengan prevalensi sebesar 14,8% dan Trichuris trichiura dengan prevalensi sebesar 55,5%. Pada usus ikan mujair di Tambak Kedung Peluk di temukan Ascaris sp. pada fase telur fertil dengan prevalensi sebesar 45%, fase telur unfertil dengan prevalensi sebesar 90% dan fase telur yang belum menetas dengan prevalensi sebesar 40

    Faktor-faktor yang Berpengaruh pada Kepuasan Kerja Auditor (Studi Empiris pada Kantor Akuntan Publik di Daerah Semarang)

    Full text link
    The purposefrom this research is examining the influence ofOrganizationalCommitment, Professional Commitment, Job Autonomy andOrganizational-Professional Conflict (OPC) on Auditor\u27s Job Satisfaction.The population of this research is auditors that work in publicaccountant firm located at Semarang, The sample taken from 45 auditorsfrom 8 public accountant firm at Semarang. Method of data collection in thisresearch is using questionnaire. Method of data analysis is reliability and validityanalysis, classic assumption analysis and hypotheses analysis is using linearregression analysis.The result indicates all variables reliable, valid and fulfil classic assumption. Theresult of hypotheses analysis are Organizational Commitment has positive influence but not significantly on job satisfaction, Professional Commitment has positive influence and significantly on job satisfaction, Job Autonomy has positive influence and significantly on job satisfaction and OPC has negative influence and significantly on job satisfaction
    corecore