315 research outputs found
Recommended from our members
Analysis of rapidly synthesized guest-filled porous complexes with synchrotron radiation: practical guidelines for the crystalline sponge method
A detailed set of synthetic and crystallographic guidelines for the crystalline sponge method based upon the analysis of expediently synthesized crystal sponges using third-generation synchrotron radiation are reported. The procedure for the synthesis of the zinc-based metal–organic framework used in initial crystal sponge reports has been modified to yield competent crystals in 3 days instead of 2 weeks. These crystal sponges were tested on some small molecules, with two being unexpectedly difficult cases for analysis with in-house diffractometers in regard to data quality and proper space-group determination. These issues were easily resolved by the use of synchrotron radiation using data-collection times of less than an hour. One of these guests induced a single-crystal-to-single-crystal transformation to create a larger unit cell with over 500 non-H atoms in the asymmetric unit. This led to a non-trivial refinement scenario that afforded the best Flack x absolute stereochemical determination parameter to date for these systems. The structures did not require the use of PLATON/SQUEEZE or other solvent-masking programs, and are the highest-quality crystalline sponge systems reported to date where the results are strongly supported by the data. A set of guidelines for the entire crystallographic process were developed through these studies. In particular, the refinement guidelines include strategies to refine the host framework, locate guests and determine occupancies, discussion of the proper use of geometric and anisotropic displacement parameter restraints and constraints, and whether to perform solvent squeezing/masking. The single-crystal-to-single-crystal transformation process for the crystal sponges is also discussed. The presented general guidelines will be invaluable for researchers interested in using the crystalline sponge method at in-house diffraction or synchrotron facilities, will facilitate the collection and analysis of reliable high-quality data, and will allow construction of chemically and physically sensible models for guest structural determination
Recommended from our members
GABA-modulating bacteria of the human gut microbiota.
The gut microbiota affects many important host functions, including the immune response and the nervous system1. However, while substantial progress has been made in growing diverse microorganisms of the microbiota2, 23-65% of species residing in the human gut remain uncultured3,4, which is an obstacle for understanding their biological roles. A likely reason for this unculturability is the absence in artificial media of key growth factors that are provided by neighbouring bacteria in situ5,6. In the present study, we used co-culture to isolate KLE1738, which required the presence of Bacteroides fragilis to grow. Bioassay-driven purification of B. fragilis supernatant led to the isolation of the growth factor, which, surprisingly, is the major inhibitory neurotransmitter GABA (γ-aminobutyric acid). GABA was the only tested nutrient that supported the growth of KLE1738, and a genome analysis supported a GABA-dependent metabolism mechanism. Using growth of KLE1738 as an indicator, we isolated a variety of GABA-producing bacteria, and found that Bacteroides ssp. produced large quantities of GABA. Genome-based metabolic modelling of the human gut microbiota revealed multiple genera with the predicted capability to produce or consume GABA. A transcriptome analysis of human stool samples from healthy individuals showed that GABA-producing pathways are actively expressed by Bacteroides, Parabacteroides and Escherichia species. By coupling 16S ribosmal RNA sequencing with functional magentic resonance imaging in patients with major depressive disorder, a disease associated with an altered GABA-mediated response, we found that the relative abundance levels of faecal Bacteroides are negatively correlated with brain signatures associated with depression
Indian Idols Drinking Milk: Understanding the Phenomenon and Its Implications for Social Reform
The mass media have occasionally been reporting miracles such as stone idols sipping milk or bleeding in India The author argues for viewing such irrational happenings as the examples of the social psychological phenomenon of conformity to the group norms i e informal unwritten prescriptions of what the group might think to be right and desirable By identifying people as likely 1 sources of accurate information and 2 standards of desirable behaviors in a given situation it is proposed that a shift from conformity to the norms to compliance to the laws might be helpful in building a New Indi
Psychological Foundations of the Cleanliness Initiative in Ahmedabad City of India
Spitting on the roads of and littering around a city in India have been of concern to national leaders and civil servants since the pre-independence years It was unsurprising therefore that the Prime Minister Narendra Modi launched the Swachh Bharat Abhiyan SBA as a nation-wide cleanliness campaign on October 2 2014 at Rajghat New Delhi The cleanliness initiative by the Ahmedabad Municipal Commissioner i dissuades spitting on the roads and littering around the city ii collects fines from those whose photos are captured by CCTV cameras and iii invites active participation of all residents of Ahmedabad in the cleanliness drive The authors present psychological foundations of this initiative arguing that all residents ought to hold the offender and anyone else associated with such an offense as accountable Further they raise four new issues with the current cleanliness drive and offer suggestions for how to resolve the
PENGARUH SELF REGULATED LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR FISIKA SISWA SMA MUHAMMADIYAH 3 JAKARTA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh observasi pendahuluan dengan melakukan
pengamatan secara langsung dan wawancara dengan pendidik dan peserta didik
SMA Muhammadiyah 3 Jakarta oleh peneliti. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui ada atau tidaknya pengaruh faktor internal dalam diri peserta didik (self
regulated learning) yang diiringi penggunan model pembelajaran discovery
learning terhadap hasil belajar fisika peserta didik di SMA Muhammadiyah 3
Jakarta. Metode penelitian One Group Pretest-Postest Design. Sampel yang
digunakan dalam penelitian ini ialah Non-probability sampling dengan metode
quota sampling. Pada pengujian validitas 34 butir kuisioner self regulated learning
(SRL) sebanyak 31 butir valid dan 3 butir drop. Pada pengujian reabilitas
dengan kategori reabilitas sangat tinggi. Pada
pengujian validitas soal tes hasil belajar fisika menggunakan 33 soal pilihan ganda
dengan 25 soal valid dan 8 soal drop. Pada saat uji reabilitas menggunakan
microfost excel = 0,443, maka dapat dilihat dari hasil uji
reabilitas tersebut dapat disimpulkan bahwa instrument tersebut reliable. Dari
perhitungan uji kesukaran yang dilakukan 21 soal masuk ke dalam kategori mudah,
4 soal masuk kategori sedang, dan 0 soal masuk kategori sukar. Pada uji daya
pembeda soal 5 soal masuk kategori kurang, 15 soal masuk dalam kategori cukup
baik, 5 soal masuk dalam kategori baik. Setelah itu dilakukannya pretest dan
posttest dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan hasil belajar peserta didik
dari sebelumnya dan sesudah diberi perlakuan. Selanjutnya pada uji normalitas
diperoleh signifikansi hitung 1,00 (tidak normal) pada kuisioner SRL, 0,143
(normal) pada pretest dan 0,1082 (normal) pada posttest. Uji homogenitas dapat
disimpulkan data bersifat homogen karena = 3.76 < = 35.172 dengan taraf
signifikansi 0.05. Pada uji hipotesis menggunakan uji gain, dapat dilihat adanya
peningkatan yang signifikan dari penelitian ini. Maka dari ini bahwa diterima
dan ditolak
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING BERBASIS SCIENTIFIC APPROACH TERHADAP BERPIKIR KREATIF SISWA PADA PEMBELAJARAN FISIKA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh hasil belajar
fisika siswa dengan menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning
pada siswa kelas XI SMA Muhammadiyah 1 Jakarta pada semester 1 tahun ajaran
2019-2020. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif
dengan desain penelitian Nonequivalent Control Group Design. Sampel yang
digunakan adalah teknik sampling jenuh.Pada uji validitas dengan menggunakan
Kolerasi Product Moment, sebanyak 25 soal uraian dengan 21 soal valid dan 4 soal
drop. Sedangkan uji realibilitas menggunakan rumus KR-21 memperoleh rhitung =
0,567 > rtabel 0,3961, maka data tersebut memiliki instrument yang
reliabel.Selanjutnya data analisis uji persyaratan yaitu uji normalitas dengan
menggunakan uji Liliefors Galat Taksiran diperoleh L0 0,141 < Lt 0,173, maka
dapat disimpulkan bahwa data berdistribusi normal. Sedangkan uji homogenitas
dengan menggunakan dua varian atau uji fisher diperoleh pre-tes kelas kontrol dan
eksperimen Fhitung < Ftabel (1,23 < 1,98), sedangkan post test kelas kontrol dan
eksperimen Fhitung < Ftabel (1,07 < 1,98), maka dapat disimpulkan bahwa uji
homogenitas tersebut memiliki data varians kelompok berdistribusi homogen.Pada
uji hipotesis digunakan uji-t diperoleh pre test kelas kontrol dan eksperimen thitung
< ttabel(0,02 < 2,065) hipotesis nol (H0) diterima. sedangkan post test kelas kontrol
dan eksperimen thitung > ttabel (4,62 >1,67) pada α = 0,05 hipotesis nol (Ha)
diterima yang menyatakan bahwa adanya pengaruh yang signifikan pada
pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning
pada hasil belajar yang mengacu pada berpikir kreatif siswa kelas XI SMA
Muhammadiyah 1 Jakarta
Efektivitas Metode dan Media Pembelajaran dalam Pembelajaran IPA di Kelas IV Sekolah Dasar
Penelitian bertujuan untuk mengevaluasi sejauh mana metode serta media dalam pembelajaran yang diterapkan oleh pendidik efektif dalam proses pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di jenjang sekolah dasar. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara langsung dengan guru IPA yang mengajar di kelas IV. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa penerapan media pembelajaran yang bervariasi, seperti praktik langsung, peta konsep, dan eksperimen, dapat meningkatkan keaktifan dan minat siswa dalam belajar. Meskipun penggunaan teknologi, seperti aplikasi berbasis game, masih terbatas oleh fasilitas yang ada, media sederhana yang mudah diakses tetap memberikan dampak positif. Pendidik yang memanfaatkan media konkret berhasil membangun lingkungan belajar yang lebih menarik dan interaktif, yang berdampak pada peningkatan pemahaman terkait dengan materi IPA. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemanfaatan media yang sesuai dan beragam memiliki peran penting dalam meningkatkan efektivitas dalam pembelajaran IPA di tingkat sekolah dasar
Optimization of influential parameters for extracellular keratinase production of Bacillus subtilis (MTCC9102) in solid state fermentation using horn meal - a biowaste management
A Bacillus subtilis (MTCC9102) isolate was shown to produce significant amount of keratinase under optimized conditions in solid-state fermentation using Horn meal as a substrate. Optimized value for moisture, inoculum, and aeration were found to be 100% (v/w), 50% (v/w), and 150% (w/w), respectively, and the optimum nitrogen source was peptone and carbon source was dextrose. Maximum keratinolytic activity was observed at 48 h after incubation, and the optimum age (24 h) of inoculum was significant. The influence of cultivation temperature and initial pH of the medium on keratinase production revealed the optimum values for the temperature and pH as 37°C and 7, respectively. Maximum keratinase activity of the crude extract was 15,972 U/mg/ml. These results indicate that this bacterial strain shows a high biotechnological potential for keratinase production in solid-state fermentation, and use of the horn meal as the substrate can be implemented for keratinous solid wastes management
PENGARUH PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH (PBM) TERHADAP KETERAMPILAN PROSES SAINS (KPS) SISWA DALAM PELAJARAN FISIKA SMA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan membuktikan secara empiris bahwa terdapat pengaruh Model Pembelajaran Berbasis Masalah (PBM) terhadap Keterampilan
Proses Sains (KPS) siswa dalam pelajaran fisika. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri
41 Jakarta pada kelas XI IPA Semester genap tahun pelajaran 2013/2014 dengan Bab
Fluida Statis.
Metode penelitian yang digunakan adalah Quasi Eksperiment dengan desain
penelitian One Group Pretest Posttest Design. Dan dalam teknik pengambilan sampel
pada penelitian menggunakan teknik Purpossive Sampling. Sampel yang digunakan
pada penelitian ini yaitu 38 siswa yang terdiri dari kelas eksperimen.
Sebelum data digunakan pada kelas Eksperimen, data diuji coba di SMA Negeri 64
Jakarta. Setelah itu data digunakan pada kelas Eksperimen dan data yang didapatkan
dianalisis terlebih dahulu dengan uji prasyarat analisis melalui uji normalitas
menggunakan Uji Lilliefors Galat Taksiran sehingga didapatkan nilai Lhitung = 0,120 <
Ltabel = 0,144, maka kelas eksperimen dinyatakan berdistribusi normal. Untuk uji
homogenitas menggunakan Uji Bartlett didapatkan nilai x2
hitung = 3,30 < x2
tabel = 28,9,
maka kelas eksperimen dinyatakan homogen. Dan dalam pengujian hipotesis
menggunakan Uji-t didapatkan nilai thitung = 3,052 > ttabel = 1,697. Dengan demikian, dapat
disimpulkan bahwa terdapat pengaruh Model Pembelajaran Berbasis Masalah (PBM)
terhadap Keterampilan Proses Sains (KPS) siswa dalam pelajaran fisika
- …
