371 research outputs found

    Studi Pemetaan Peta Kota (Studi Kasus Kota Manado)

    Full text link
    The rapid physical growing of Manado city influenced the city's structure so that the current city's map is not accurate because there are new streets that haven't been pictured in the current city's map. So an accurate delineation is needed to drumming up the Manado's physical growing. TheGlobal Positioning System (GPS) is needed to draw an accurate street network map.The Manado's street network map is a tool to obtain the image of the street network's scientific data by drawing the signs and informations so that can be easily read and understandable. In the planning to make Manado's street network map, research with the GPS Garmin 76CSx model is carrying out. GPS is a tool to detect a point at the earth's surface with enough high carefulness. In a determining a position, the GPS's receiving units receive the signals from GPS satellite and do the computation about the signals.In this research, to get to draw the Manado's street network structure two important phases are carrying out which are data collecting process and drawing process with computerization. In the data collecting process, survey with GPS at all the street network in the Manado city's range iscarrying out. And in the drawing process with computerization using computer soft wares which are MapSource and AutoCAD 2008, all of the data from GPS are transfered to computer which will be processed with the two programs.The street network tracking survey is carrying out so that every coordinate point in the Manado can be specified. The determining of the streets' internodes is needed to process the coordinate point.The drawing process is carrying out in some phases, started with the GPS calibration to the street network drawing. From the drawing process, we can see that the carefulness of Bakosurtanal map is different with the GPS's map. At the GPS's map there are new streets that are none in the Bakosurtanal map and there are also the old streets that are gone now because of the housing development

    Analisa Garis Keinginan Pergerakan Di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara

    Full text link
    Analisa perkembangan kebutuhan transportasi, diperlukan perencanaan transportasi yang matang untuk kebutuhan transportasi penumpang dan barang baik waktu sekarang dan waktu yang akan datang. Penelitianini untuk menganalisis pergerakan berbasis rumah tangga di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, seberapa besar pengaruh faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya bangkitan, membentuk model bangkitanpergerakan, mendapatkan pola garis keinginan, mengetahui model karakteristik perjalanan, serta mengetahui frekwensi perjalanan di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara.Metode yang di gunakan yakni metode survei. Data yang digunakan berupa data sekunder, primer dan penyebaran kuisioner dengan pengambilan sampel secara acak sebanyak 20% dari populasi di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara. Metode analisa data yang digunakan yaitu: Analisa Regresi Linier Berganda dengan menggunakan bantuan komputer dan perangkat lunak yaitu program microsoft excel .Persamaan Regresi yang dihasilkan yaitu: Y = 0,437 + 0.261 X1 + 0,293 X2 + 0,505 X4 . Dengan koefisien determinasi (R2) sebesar 0, 61664.Bangkitan pergerakan di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara ditentukan 61,66% ≈ 62%, oleh variabel komposisi keluarga, jumlah anggota keluarga yang bekerja dan jumlah anggota keluarga yang bekerja danbelajar.Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa distribusi perjalanan masyarakat di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara paling dominan tersebar di Kecamatan Kaidipang, karena merupakan ibukota Kabupaten.Bangkitan pergerakan ini, menunjukan masyarakat di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara tingkat aktivitasnya yang cukup tinggi sehingga mengakibatkan pergerakan yang cukup signifikan untuk setiap hari.Bangkitan pergerakan yang dihasilkan diilustrasikan dalam bentuk garis keinginan

    PENDEKATAN ANALISIS RESIKO ATAS REZIM ANTI PENCUCIAN UANG DALAM RANCANGAN KUHP

    Get PDF
    Rezim pencucian uang dalam bingkai perkembangan tindak pidana khusus memberikan pemahaman dan perhatian khu.ws di dalam upaya pencegahan dan pemberantasannya. Rancangan Kitab Undang Undang Hukum Pidana dalam semangatnya untuk melakukan rekodifikasi, konsolidasi, dan pembangunan hukum yang komprehensif patut dianalisis berdasarkan pendekatan Risk Based Assessment Approach atas pengaturannya, yang lebih terkesan seperti kompilasi dibandingkan dengan semangat tersebut, dan bersifat ambigu dan ambivalen. Persoalan memasukkan jiwa khusus menjadi komponen umum dalam suatu tubuh harus memperhatikan pada costs of crime maupun risk based approach tersebut. Artikel ini akan menganalisis lebih mendalam mengenai upaya pembangunan rezim anti pencucian uang yang saat ini telah diupayakan dengan maksimal, namun berbanding terbalik dengan semangat pengaturan dalam Rancangan Undang Undang tentang Kitab Undang Undang Hukum Pidana (selanjutnya disingkat RKUHP) ini. Metode yang digunakan di dalam penulisan artikel ini adalah pendekatan penelitian hukum yuridis normatif atas perangkat peraturan hukum yang telah ada yaitu Undang Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang dan berbagai perangkat aturan hukum lainnya, dan RKUHP. Pada gilirannya RKUHP harus memperhatikan lebih mendalam adanya ketidaksiapan dilakukannya proses adaptasi atas pendekatan costs of crime and risk based approach apabila RKUHP tersebut mengabaikan perumusan norma, pertimbangan rasa kepastian, ketertiban, dan keadilan hukum tanpa mengabaikan cita hukum yang ingin dihadirkan sebuah karya perdana (master piece) dari bangsa Indonesia sendiri. Ketidakmampuan pemberian ruang pengaturan yang lebih spesifik dan luwes di dalam pengaturannya menyebabkan cita hukum dan semangat pembangunan rezim anti pencucian uang ini tidak maksimal, dan memunculkan kerentanan di dalam penegakannya

    Analisis Kesempatan Kerja di Provinsi Sulawesi Utara

    Get PDF
    This study aims to describe the development of employment and analyze changes in the structure of employment by employment and employment status in North Sulawesi Province. This study uses secondary data of Population Census, National Labor Force Survey, and North Sulawesi in Figures 2010 and 2015. Data analysis using simple calculation method, that is data according to employment and job status calculated percentage then displayed in table and graph form to explain about changes of labor structure in North Sulawesi Province. The results showed that employment opportunities according to employment in North Sulawesi Province dominated by three sectors, namely the agricultural sector, service sector, and trade sector. Sectors in the secondary sector are low in providing employment opportunities in North Sulawesi. If employment is simplified into three sectors, namely primary, secondary and tertiary sectors, then the largest employment opportunities are in the tertiary sector (trade, transportation, finance, services), then primary (agriculture), and the lowest in the secondary sector (mining , industry, electricity and buildings). Based on employment status, the highest percentage is to work as a worker/employee/employee with an increasing tendency. However, when grouped into formal and informal sectors, the highest employment opportunity is in the informal sector. Based on the result of the research, it is concluded that job opportunity of agriculture sector still dominates employment in North Sulawesi. The role of agriculture/primary sector in providing job opportunities decreased; on the contrary the service sector/tertiary role was increasing. Employment opportunities by employment status in North Sulawesi, the highest percentage is employed as laborers/employees/employees. The role of the formal sector in providing employment increases, while the informal sector is declining

    Pengaruh Keterlibatan Kerja, Lingkungan Kerja, dan Kompensasi terhadap Kinerja Karyawan pada PT. Bangun Wenang Beverages Manado

    Full text link
    Keberhasilan suatu Perusahaan sangat ditentukan oleh hasil kerja karyawan, untuk itu karyawan diharapkan memiliki kinerja yang tinggi.Perusahaan harus menciptakan lingkungan kerja yang baik serta kompensasi sebagai penghargaan terhadap kinerja karyawan.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh keterlibatan kerja, lingkungan kerja dan kompensasi terhadap kinerja karyawan pada PT. Bangun Wenang Beverages Manado. Metode yang digunakan asosiatif dengan teknik analisis linear berganda.Sampel yang ditetapkan sebanyak 50 karyawan dengan metode sampling jenuh.Hasil penelitian menunjukkan keterlibatan kerja, lingkungan kerja, dan kompensasi memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan pada PT. Bangun Wenang Beverages. Manajemen sebaiknya lebih memperhatikan keterlibatan kerja karyawan, menciptakan lingkungan kerja yang kondusif serta pemberian kompensasi yang sesuai kepada para karyawan sehingga dapat mendorong karyawan untuk senantiasa meningkatkan kinerja mereka. Kata kunci: keterlibatan kerja, lingkungan kerja, kompensasi, kinerja karyawa

    Pengaruh Bauran Pemasaran Terhadap Keputusan Konsumen Berbelanja Pada PT Jumbo Swalayan Manado

    Full text link
    . This study aimed to determine the effect of marketing mix on consumer shopping decisions on PT Jumbo Supermarket in Manado. Marketing mix consists of product, price, promotion and place as the independent variable and the consumer's decision to shop as the dependent variable. In this research using correlation and regression analyzes with the total sample of 45 customers. Partial results showed all the hypotheses of the elements of the marketing mix significantly influence the consumer's decision to shop, but the biggest influence is the element of the place. Likewise, simultaneous marketing mix significantly influence consumer shopping decisions. Impikasi of this study, expected jumbo self-management should continue to integrate the elements of the marketing mix to enable the powerful synergy for maximum business performance. For further research, researchers can develop other variables that consumer shopping decisions can be assessed from different elements

    Beban Kerja, Organizational Citizenship Behavior, dan Keterlibatan Kerja Pengaruhnya terhadap Kinerja Karyawan PT. Pln (Persero) Wilayah Suluttenggo Area Manado

    Full text link
    Kesuksesan usaha dalam meningkatkan kualitas dan produktivitasnya melibatkan karyawan, karyawan menjadi penentu utama. Kinerja karyawan adalah kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang karyawan dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah Beban Kerja, Organizational Citizenship Behavior, dan Keterlibatan Kerja berpengaruh terhadap Kinerja Karyawan PT. PLN (Persero) Suluttenggo Area Manado dengan sampel sebanyak 51 karyawan tetap, menggunakan metode probability sampling khususnya proportionate stratified random sampling. Penelitian ini merupakan penelitian asosiatif dengan menggunakan analisis Regresi Berganda. Hasil penelitian menunjukan secara simultan Beban Kerja, Organizational Citizenship Behavior, dan Keterlibatan Kerja berpengaruh terhadap Kinerja Karyawan. Lebih lanjut, Beban Kerja tidak berpengaruh terhadap Kinerja Karyawan, namun Organizational Citizenship Behavior dan Keterlibatan Kerja berpengaruh positif terhadap Kinerja Karyawan. Sebaiknya para karyawan PT. PLN (Persero) Suluttenggo Area Manado lebih efisien dalam menyelesaikan Beban Kerja yang diterima dengan lebih fokus pada manajemen waktu sehingga tugas pekerjaan mereka dapat terselesaikan sesuai dengan waktu yang ditetapkan. Para karyawan juga diharapkan mempertahankan bahkan meningkatkan Organizational Citizenship Behavior dan Keterlibatan Kerja yang tinggi agar tercipta kinerja para karyawan menjadi lebih baik. Kata kunci: beban kerja, organizational citizenship behavior, keterlibatan kerja, kinerja karyawa
    corecore