2,122 research outputs found
An exploration of auction price concentration at the artist level
Auction price studies have typically had an object-based focus, employing models to understand the prices of artworks. In this paper, we take an alternative focus on price heterogeneity, considering the artist, not the artworks, as the level of observation. Understanding how factors relating to the artist, such as gender and region, and their work, such as how diverse their oeuvre is, provides new insights into our overall understanding of price heterogeneity in the art auction market. Using panel data from the Australian Art Sales Digest for auctions containing artworks by Australian Indigenous artists, we investigate artist-level price heterogeneity. We find significant impacts of product and supply diversity, regions, fame and the living status of the artist, particularly a strong death effect. Conversely, there are no significant effects of artist supply factors (number of works offered) or the gender of the artist
Analisis biaya terapi diabetes mellitus di Rumah Sakit Dr. Sardjito Yogyakarta
Abstrak
Diabetes mellitus merupakan penyakit kronis yang diakui pemerintah
Indonesia sebagai masalah kesehatan masyarakat, dengan konsekuensi
tidak hanya pada efek yang tidak dikehendaki, tetapi juga menjadi beban
ekonomi pada sistem pelayanan kesehatan. Tujuan dari penelitian ini adalah
untuk mendapatkan gambaran biaya terapi pada pasien diabetes mellitus
tipe 2 termasuk biaya untuk mengatasi komplikasi.
Penelitian ini dilakukan dengan rancangan deskriptif pada pasien yang
berkunjung ke Bagian EndokrinologiRS Dr. Sardjito Yogyakarta antara bulan
Juli sampai Agustus 2005. Kriteria inklusi adalah pasien yang berkunjung
pada saat penelitian ini dilakukan. Kriteria eksklusi meliputi pasien diabetes
melitus dengan penyakit penyerta lain. Biaya yang dihitung adalah biaya
medik langsung (sudut pandang rumah sakit), yaitu biaya obat, biaya
kunjungan dokter, pemeriksaan laboratorium, biaya untuk mengatasi
komplikasi, dan biaya penyakit penyerta.
Dari 100 pasien yang dianalisis, 44% adalah wanita dan 56% laki-laki.
Rata-rata umur pasien 60,75 tahun dengan rentang antara 41 sampai 85
tahun. Biaya terapi total setiap pasien adalah Rp 208.500 per bulan, nilai
terbesar adalah Rp 754.500. Biaya tertinggi adalah biaya obat (59,5%),
diikuti biaya untuk mengatasi komplikasi (31%). Kontrol gula darah dengan
menggunakan terapi kombinasi, terbesar adalah dengan sulfonilurea dan
biguanid (44,62%). Kombinasi biguanid, a-glukosidase inhibitor, dan insulin
menunjukkanbiaya obat terbesar, yaitu Rp571.000. Hipertensi,neuropathy,
dan hiperlipidemia adalah komplikasi yang sering terjadi. Biaya untuk
mengatasi komplikasi terbesar adalah pasien dengan komplikasi hipertensi
dan retinopathy,yaitu sebesar Rp 754.500.
Kata kunci : identifikasiblaya, diabetes mellitus, Rumah Saklt Dr. Sardjlt
IMPLEMENTASI PROGRAM BANTUAN OPERASIONAL MANAJEMEN MUTU (BOMM) (Suatu Studi Dakriptif tentang Implementasi Program Bantuan Operasional Manajemen Mutu (BOMM) di SMU Negeri 6 Surabaya dan SMU Negeri 19 5urabaya)
ABSTRAKSI
Otonomi pendidikan telah dilalcsanakan di negara kita telah menimbulkan suatu pendekatan baru dalam upaya peningkatan mutu pendidikan atau yang dikenal dengan Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah (MPMBS). Hal tersebut telah mendorong Direktorat Pendidikan Menengah Umum Departemen Pendidikan Nasional untuk mengalokasikan sejumlah anggaran untuk mendukung upaya peningkatan mutu penyelenggaraan pendidikan, seperti diadakannya program peningkatan mutu dan relevansi pendidikan menengah umum, yang diarahkan untuk meningkatkan mutu keluaran SMU, yang salah satunya diberikan dalam bentuk bantuan operasional majemen mutu (BOMM).
Sebagai salah satu program pendidikan yang tergolong baru, program BOMM sangat menarik untuk diteliti mengingat selama ini program yang djjalankan selama ini banyak berupa program yang bersifat sentra/istik tanpa memberikan kesempatan kepada sekolah, sebagai salah satu institusi pelalcsana pendidikan, untuk menjalankan kegiatan sekolahnya dengan mandiri, yang kegiatankegiatannya telah disesuaikan dengan kondisi riil sekolah. Untuk itu, penelitian ini dilakukan untuk melihat bagaimana implementasi program bantuan operasional manajemen mutu (BOMM) khususnya di Kota Surabaya.
Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode pene/itian kua/itatif dengan tipe pene/itian deskriptif, dimana penelitian dimalcsudkan untuk memberikan gambaran mengenai fenomena sosial tertentu secara cermat dan terperinci sehingga dapat diperoleh suatu pemahaman yang lebih jelas mengenai fenomena tersebut. Adapun lokasi penelitian yang dipilih oleh peneliti adalah di SMU Negeri 6 Surabaya dan SMU Negeri 19 Surabaya. Teknik pengarnbilan sampel pada penelitian ini adalah teknik pengambilan sampe/ purposif, dimana data yang diperoleh berasal dari orang-orang yang ahli dan terkait dengan permasalahan penelitian. Agar suatu hasil penelitian dapat dipertanggungjawabkan baik secara praktis maupun ilmiah, maka diperlukan teknik pemerilcsaan keabsahan data-dalam penelitian ini temik yang digunakan adalah teknik triangu/asi sumber.
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa implementasi program BOMM -yang mengambillokasi penelitian di SMU Negeri 6 Surabaya dan SMU Negeri 19 Surabaya-telah be~alan dengan baik. Akan tetapi tidak jarang juga ditemui kendala-kendala yang bersifat teknis seperti kurangnya komunikasi serta keterbatasan aparat pelalcsana dalam menjalankan kegiatan program BOMM. Dengan digunakannya kajian ilmu Administrasi Negara sebagai dasar analisis hasil dari penelitian ini, maka penulis berharap agar hasil penelitian dapat digunakan untuk memperkaya kajian ilmu Administrasi Negara, khususnya kajian ilmu Studi Implementasi
Developing Healthcare Team Observations for Patient Safety (HTOPS): senior medical students capture everyday clinical moments
Background Aviation has used a real-time observation method to advance anonymised feedback to the front-line and improve safe practice. Using an experiential learning method, this pilot study aimed to develop an observation-based real-time learning tool for final-year medical students with potential wider use in clinical practice. Methods Using participatory action research, we collected data on medical students’ observations of real-time clinical practice. The observation data was analysed thematically and shared with a steering group of experts to agree a framework for recording observations. A sample of students (observers) and front-line clinical staff (observed) completed one-to-one interviews on their experiences. The interviews were analysed using thematic analysis. Results Thirty-seven medical students identified 917 issues in wards, theatres and clinics in an acute hospital trust. These issues were grouped into the themes of human influences, work environment and systems. Aviation approaches were adapted to develop an app capable of recording real-time positive and negative clinical incidents. Five students and eleven clinical staff were interviewed and shared their views on the value of a process that helped them learn and has the potential to advance the quality of practice. Concerns were shared about how the observational process is managed. Conclusion The study developed an app (Healthcare Team Observations for Patient Safety—HTOPS), for recording good and poor clinical individual and team behaviour in acute-care practice. The process advanced medical student learning about patient safety. The tool can identify the totality of patient safety practice and illuminate strength and weakness. HTOPS offers the opportunity for collective ownership of safety concerns without blame and has been positively received by all stakeholders. The next steps will further refine the app for use in all clinical areas for capturing light noise
Urinary concentrations of the soluble adhesion molecule E-cadherin and total protein in patients with bladder cancer
The Journey Experience of Visually Impaired People on Public Transport in London
The use of public transport is critical for Visually Impaired People (VIP) to be independent and have access to out-of-home activities. Despite government policies promoting accessible transport for everyone, the needs of VIP are not well addressed, and journeys can be very difficult to negotiate. Journey requirements can often differ from those of other categories of people on the disability spectrum. Therefore, the aim of this research is to evaluate the journey experience of VIP using public transport. Semi-structured interviews conducted in London are used. The results show that limited access to information, inconsistencies in infrastructure and poor availability of staff assistance are the major concerns. Concessionary travel, on the other hand, encourages VIP to make more trips and hence has a positive effect on well-being. The findings suggest that more specific policies should be introduced to cater to the special needs of particular disabilities rather than generalising the types of aids available. It is also concluded that the journey experience of VIP is closely related to an individual’s independence and hence inclusion in society
The Tinnitus Retraining Therapy Trial (TRTT): study protocol for a randomized controlled trial
- …
