1,440 research outputs found

    Louis Tisa, Professor of Microbiology and Genetics, College of Life Sciences and Agriculture, travels to Argentina

    Get PDF

    Chemotactic properties of Escherichia coli mutants having abnormal Ca2+ content

    Get PDF
    The calA, calC, and calD mutants of Escherichia coli are known to be sensitive to Ca2+ (R. N. Brey and B. P. Rosen, J. Bacteriol. 139:824-834, 1979). In the absence of any added stimuli for chemotaxis, both the calC and the calD mutants swam with a tumbly bias. Both the calC and the calD mutants were defective in chemotaxis as measured by computer analysis, use of swarm plates, and capillary assays. The calA mutant was only slightly defective in motility and only slightly impaired in chemotaxis. Chemotactically wild-type cells had an intra-cellular free-Ca2+ level of about 105 nM. The intracellular free-Ca2+ levels of the mutants, as determined by use of the fluorescent Ca2+ indicator dye fura-2 or fluo-3, were about 90, about 1,130, and about 410 nM for calA, calC, and calD, respectively. Lowering the intracellular free-Ca2+ levels in wild-type cells and in the tumbly cal mutants by use of Ca2+ chelators promoted running (smooth swimming). Overexpression of CheZ (which causes dephosphorylation of CheY-phosphate) in the wild type and in the tumbly cal mutants decreased the level of tumbliness (which is caused by CheY-phosphate). The calA mutant was 4- to 10-fold more resistant than the wild type to the inhibitory effect of omega-conotoxin on chemotaxis. omega-Conotoxin had no effect on Ca2+ extrusion by wild-type E. coli; that result suggests that omega-conotoxin affects Ca2+ transport at the point of entry instead of exit

    Molecular Characterization of Protease Activity in Serratia sp. Strain SCBI and Its Importance in Cytotoxicity and Virulence

    Get PDF
    A newly recognized Serratia species, termed South African Caenorhabditis briggsae isolate (SCBI), is both a mutualist of the nematode Caenorhabditis briggsae KT0001 and a pathogen of lepidopteran insects. Serratia sp. strain SCBI displays high proteolytic activity, and because secreted proteases are known virulence factors for many pathogens, the purpose of this study was to identify genes essential for extracellular protease activity in Serratia sp. strain SCBI and to determine what role proteases play in insect pathogenesis and cytotoxicity. A bank of 2,100 transposon mutants was generated, and six SCBI mutants with defective proteolytic activity were identified. These mutants were also defective in cytotoxicity. The mutants were found defective in genes encoding the following proteins: alkaline metalloprotease secretion protein AprE, a BglB family transcriptional antiterminator, an inosine/xanthosine triphosphatase, GidA, a methyl-accepting chemotaxis protein, and a PIN domain protein. Gene expression analysis on these six mutants showed significant downregulation in mRNA levels of several different types of predicted protease genes. In addition, transcriptome sequencing (RNA-seq) analysis provided insight into how inactivation of AprE, GidA, and a PIN domain protein influences motility and virulence, as well as protease activity. Using quantitative reverse transcription-PCR (qRT-PCR) to further characterize expression of predicted protease genes in wild-type Serratia sp. SCBI, the highest mRNA levels for the alkaline metalloprotease genes (termed prtA1 to prtA4) occurred following the death of an insect host, while two serine protease and two metalloprotease genes had their highest mRNA levels during active infection. Overall, these results indicate that proteolytic activity is essential for cytotoxicity in Serratia sp. SCBI and that its regulation appears to be highly complex

    Influence of Temperature on the Physiology and Virulence of the Insect Pathogen Serratia sp. Strain SCBI

    Get PDF
    The physiology of a newly recognized Serratia species, termed South African Caenorhabditis briggsae Isolate (SCBI), which is both a nematode mutualist and an insect pathogen, was investigated and compared to that of Serratia marcescens Db11, a broad-host-range pathogen. The two Serratia strains had comparable levels of virulence for Manduca sexta and similar cytotoxic activity patterns, but motility and lipase and hemolytic activities differed significantly between them

    Komunikasi Nonverbal Partai Aceh Untuk Menarik Simpati Masyarakat Pada Pemilu 2014 Di Kabupaten Aceh Selatan

    Get PDF
    Dalam rangka memenangkan pemilihan umum pada pemilu 2014 yang lalu, setiap partai harus memiliki cara tersendiri dan berbeda dengan partai-partai yang lain, dalam kampanye Partai Aceh banyak ditemukan pesan-pesan yang disampaikan melalui komunikasi nonverbal seperti lambang-lambang, gambar, simbol, dan slogan-slogan serta baliho yang dipajang di tempat-tempat umum, di sudut-sudut kota dan di pinggir-pinggir jalan raya yang tujuannya untuk menarik simpati masyarakat agar memilih Partai Aceh, karena komunikasi nonverbal juga banyak digunakan dalam komunikasi politik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk-bentuk komunikasi nonverbal yang digunakan Partai Aceh untuk menarik simpati masyarakat pada pemilu 2014 di Kabupaten Aceh Selatan. Manfaat penelitian ini untuk memberi sumbangan serta kontribusi pemikiran terhadap perkembangan ilmu komunikasi Islam terkait dengan komunikasi nonverbal Partai Aceh. Metodologi penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode pengumpulan data lapangan (field research) yang dilakukan melalui wawancara tidak berstruktur, observasi dan dokumentasi. Sumber data dipilih berdasarkan tujuan dan jenis data yang diperlukan. Sumber data yang terpenting adalah sumber data skunder yang diperoleh dari pengurus Partai Aceh dan beberapa orang masyarakat yang ikut memilih partai Aceh. Berdasarkan penelitian yang dilakukan ditemukan hasilnya bahwa: beberapa bentuk komunikasi nonverbal yang digunakan oleh Partai Aceh diantaranya adalah melalui foto-foto caleg yang menggunakan pakaian adat, bendera dan lambang Partai Aceh, berfoto dengan tokoh agama, posko pemenangan Partai Aceh, melakukan pendekatan dengan masyarakat dan perangkat adat, menampilkan seni budaya Aceh Selatan, dekorasi lapangan kampanye, dan menghadirkan pemimpin yang berpengaruh atau karismatik. Meski sudah dilakukan semaksimal mungkin masih tetap terjadi hambatan dalam Partai Aceh yang terjadi di lapangan, baik dari hambatan internal yang ada dalam tubuh partai itu sendiri maupun hambatan eksternal yang terjadi dari luar Partai Aceh. Hambatan-hambatan yang terjadi di lapangan, ternyata tidak menurunkan suara masyarakat untuk memilih Partai Aceh dalam memenangkan pemilu 2014 yang lalu, hal ini terbukti bahwa Partai Aceh tetap meraup suara terbanyak dan dapat mengungguli partai-partai pesaing lainnya

    Membrane topology of the ArsB protein, the membrane subunit of an anion-translocating ATPase

    Get PDF
    The ars operon of the conjugative R-factor R773 encodes an oxyanion pump that catalyzes extrusion of arsenicals from cells of Escherichia coli. The oxyanion translocation ATPase is composed of two polypeptides, the catalytic ArsA protein and the intrinsic membrane protein, ArsB. The topology of regions of the ArsB protein in the inner membrane was determined using a variety of gene fusions. Random gene fusions with lacZ and phoA were generated using transposon mutagenesis. A series of gene fusions with blaM were constructed in vitro using a beta-lactamase fusion vector. To localize individual segments of the ArsB protein, a ternary fusion method was developed, where portions of the arsB gene were inserted in-frame between the coding regions for two heterologous proteins, in this case a portion of a newly identified arsD gene and the blaM sequence encoding the mature beta-lactamase. The location of a periplasmic loop was determined from V8 protease digestion of an ArsA-ArsB chimera. From analysis of data from 26 fusions, a topological model of the ArsB protein with 12 membrane-spanning regions is proposed

    Tanggung Jawab Industri Farmasi Terhadap Penerapan Aturan Pemerintah Tentang Cpob

    Get PDF
    Begitu pentingnya obat dalam hidup manusia sehingga dalam pembuatannya pun obat harus memenuhi kriteria efficacy, safety, dan quality. Kriteria tersebut harus terpenuhi mulai dari pembuatan, pendistribusian hingga penyerahan obat ke tangan konsumen harus diperhatikan agar kualitas obat tersebut tetap terjaga sampai pada akhirnya obat tersebut dikonsumsi oleh pasien. Pada tahap pembuatan obat, pemerintah sudah membuat suatu pedoman (guideline) yaitu Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) agar obat dapat memenuhi ketiga kriteria obat yang sudah disebutkan diatas. Penerapan CPOB dalam industri farmasi bertujuan untuk memastikan mutu obat yang dihasilkan sesuai dengan persyaratan dan tujuan penggunaannya. Aspek yang diatur dalam CPOB meliputi Manajemen Mutu, Personalia, Bangunan Dan Fasilitas, Peralatan, Sanitasi Dan Higiene, Produksi, Pengawasan Mutu, Inspeksi Diri,Audit Mutu Dan Audit & Persetujuan Pemasok, Penanganan Keluhan Terhadap Produk Dan Penarikan Kembali Produk, Dokumentasi, Pembuatan Dan Analisis Berdasarkan Kontrak, Kualifikasi Dan Validasi. Salah satu industri farmasi yang ada di wilayah Cikarang Kabupaten Bekasi adalah PT. Pharma Laboratories, senantiasa melakukan upaya peningkatan kesehatan masyarakat dengan memproduksi obat yang aman, efektif dan bermutu dengan harga terjangkau dan menerapkan CPOB dalam seluruh proses produksinya. PT. Pharma Laboratories juga telah memiliki sertifikat CPOB

    Tanggung Jawab Profesi Bidan terhadap Tindakan Inisiasi Menyusui Dini dalam Upaya Mengurangi Angka Kematian Bayi ( Studi di Desa Cibentang Kecamatan Bantarkawung Kabupaten Brebes Jawa Tengah )

    Get PDF
    Inisiasi menyusui dini adalah proses bayi menyusu segera setelah dilahirkan, dimana bayi dibiarkan mencari puting susu ibunya sendiri. Pelaksanaan IMD merupakan tanggungjawab dari seluruh praktisi kesehatan (bidan). Inisiasi Menyusui Dini (IMD) penting karena sebagai tindakan penyelamatan kehidupan dan dapat meyelamatkan 22% dari bayi yang meninggal sebelum usia satu bulan. Sehubungan dengan manfaat IMD yang begitu besar dalam rangka menurunkan angka kematian bayi baru lahir di Indonesia dan sekaligus pemenuhan hak anak, kementrian kesehatan RI sudah memberikan pedoman pelaksanaan IMD sesaat setelah bayi lahir. Pedoman ini berlaku untuk tenaga medis yang bertugas di seluruh Puskesmas dan jaringannya dalam upaya meningkatkan pelayanan kesehatan bayi baru lahir di Indonesia.Pemerintah juga telah mengatur mengenai Inisiasi Menyusui Dini dalam sebuah peraturan yaitu Peraturan Pemerintah No 33 Tahun 2012 tentang Pemberian Air Susu Ibu Ekslusif pada pasal
    corecore