6,148 research outputs found
THE STUDENT LEARNING DIFFICULTY FACTOR XI CLASS BUILDING DRAWING LESSONS OF EXPERTISE BUILDING SMK NEGERI 3 YOGYAKARTA
This study aims at determine the influence of the most dominant factor OF
learning difficulties of the students in Grade XI Subject Areas Building Drawing
Building SMK Negeri 3 Yogyakarta, learning difficulties were factors include: (1)
Internal factors consist of: (a) Physical factors, (b) Factors Psychology, and (2)
External factors consist of: (a) Family environmental factors, (b) and School of
Environmental Factors (c) Environmental factors Society.
The research was conducted at SMK Negeri 3 Yogyakarta. The sample of
this research is the Department of Building class XI student of 85 students drawn
from a population of 113 students who are of 4 classes namely GB1, GB2, GB3,
and KK. The sampling technique using a proportional sampling. Techniques of
data retrieval is done by distributing questionnaires and documentation.
Validation test by consulting with the lecturers and experts to test the validity
items using application programs excel 2007, while the reliability of the
instrument using Cronbach Alpha coefficient. Data analysis techniques performed
descriptively by finding the mean (M) score of learning difficulties experienced
by students to draw a building subjects.
The results of this study indicate that a class XI student of building
expertise SMK Negeri 3 Yogyakarta to draw a building subjects have difficulty
learning from a selected number of samples, the results obtained (1) learning
difficulties physical factor 8.23%, (2) learning difficulty factor Psychology of
21.18%, (3) difficulty learning environment factors family 15.29%, (4) difficulty
learning school environment factors 11.76%, (5) difficulty learning community
environment factors 12.94%. So the class XI students building area of expertise to
learn the dominant factor is the difficulty factor of Psychology.
Key words: Learning Difficulties, Drawing Buildings, SMK Negeri 3 Yogyakart
KERJASAMA BILATERAL INDONESIA DAN TIONGKOK (2022) DALAM UPAYA PEMULIHAN EKONOMI DAMPAK PANDEMI COVID-19
The emergence of the COVID-19 pandemic has created new pressures on the world, particularly in the field of economy. Previously, the global economy was optimistic about improvement, but the virus quickly spread and caused many casualties. Unprecedented mitigation efforts have brought about many changes in interactions at both individual and institutional/national levels. Measures such as lockdowns, physical distancing, and travel bans/restrictions have resulted in a significant decline in economic activities, with substantial impacts. Therefore, Indonesia and China have agreed to jointly carry out bilateral cooperation to restore the economic effects of the pandemic. This study is a qualitative descriptive research that outlines the agreed-upon cooperation between Indonesia and the People's Republic of China as a form of bilateral collaboration to recover from the economic impact of the pandemic. The research findings reveal that within this bilateral cooperation, several international collaborations have been agreed upon, including cooperation on COVID-19 vaccines, provision of healthcare equipment and personal protective equipment (PPE), and agreements to enhance digital economic cooperation
Media and Modernity: the Role of the Printing Press in the Modernization of Western Society
One of the influential factors in the formation of modern society in the Westernworld and subsequently spread to over the world has been the discovery of printing presswhich can be found in the form of printing method, printing company and print media.Since it was firstly used by Gutenberg in about 15th century AD, information which waspreviously delivered through oral medium with a limited audience, then through a methodof printing can be reproduced in large quantities and can be read by more audience, acrossdistance and time. Printing method which encourages the emergence of large printingcompanies and then print media has contributed in transforming modern cultural life ofsociety.In addition, the advent of the printing industries which has transformed intotransnational corporations as well as the emergence of journals and regular newspapersalso contributes significantly in raising public spaces as a medium for discussion andcritical thinking amidst society. Ultimately, this information media transformation brings achange in the state system which is more open and leads to the emergence of ideas ofnationalism which becomes an important milestone in transforming traditional societiesinto modern societies
Penggunaan Alat Peraga Gambar Dalam Upaya Meningkatkan Aktivitas Dan Hasil Belajar Matematika Pada Siswa Kelas II SDN I Bentangan Wonosari Klaten
Tujuan penelitian ini adalah: (1) Untuk mengetahui pengaruh penggunaan alat peraga gambar terhadap aktifitas peserta didik dan hasil belajar matematika peserta didik Kelas II SDN I Bentangan Wonosari Klaten, (2) Ingin mengetahui
seberapa jauh pemahaman dan penguasaan mata pelajaran matematika setelah digunakannya alat peraga gambar pada peserta didik Kelas II SDN I Bentangan Wonosari Klaten.
Bentuk penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas, berlangsung 2 siklus. Tiap siklus terdiri dari 4 tahapan yaitu perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Penelitian ini dilaksanakan di kelas II SDN 1 Bentangan, Wonosari dengan jumlah siswa 42 anak. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi dan tes.
Hasil penelitian ini menunjukkan penggunaan alat peraga gambar dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar matematika siswa kelas II SDN I Bentangan Wonosari Klaten. Peningkatan tersebut dapat dilihat dari meningkatnya aktifitas dan siswa pada setiap siklusnya, yaitu: pada siklus I jumlah siswa yang memenuhi kriteria sangat aktif ada 4 anak, aktif ada 8 anak, cukup aktif ada 20 anak dan kurang aktif ada 10 anak meningkat menjadi siswa yang memenuhi kriteria sangat aktif 5 anak, aktif ada 10 anak, cukup aktif ada 25 anak dan kurang aktif ada 2 anak pada siklus II. Sedangkan hasil belajar siswa mengalami peningkatan dari nilai rata-rata sebelum tindakan ke siklus I yang semula 61,78 meningkat menjadi 84,16. Dari siklus I 84,16 menjadi 89,11 pada siklus II. Jumlah siswa yang mencapai KKM juga meningkat dari 20 anak pada pra tindakan menjadi 34 anak pada siklus I. Dari 34 anak pada siklus I menjadi 39 anak pada siklus II. Dengan demikian, dapat diambil kesimpulan bahwa melalui penggunaan alat peraga gambar dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar
matematika pada siswa kelas II SDN 1 Bentangan Wonosari Klaten
Apa itu kewirausahaan? seri 1 modul pelatihan : kewirausahaan sosial berbasis masalah lingkungan bagi kelompok usia produktif
Modul ini disusun dengan tujuan sebagai bahan ajar untuk mendukung pengayaan materi program pelatihan Kewirausahaan Sosial Berbasis Masalah Lingkungan Bagi Kelompok Usia Produktif. Melalui Modul ini diharapkan peserta didik, khususnya masyarakat yang menjadi wirausahawan sosial baru dapat memahami pengertian, tujuan, manfaat, bentuk-bentuk
kegiatan, serta prinsip kewirausahaan sosial serta dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam kegiatan usaha yang sedang dirintisnya
Upaya Meningkatkan Kemampuan Kognitif Melalui Penggunaan Alat Peraga Kotak Pintar Pada Kelompok ATK PGRI Pandeyan Semester II Tahun 2011/2012
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan kognitif anak melalui
penggunaan alat peraga kotak pintar pada anak didik kelompokA TK PGRI
Pandeyan Tahun Pelajaran 2011/2012.Jenis penelitian ini adalah penelitian
tindakan kelas. Subjek penelitian tindakan ini adalah anak kelompokA TK PGRI
Pandeyanyang berjumlah 15 anak. Penelitian ini bersifat kolaboratif antara
peneliti, guru kelas dan kepala sekolah. Data dikumpulkan melalui observasi,
wawancara dan dokumentasi. Keabsahan data diperiksa dengan triangulasi. Data
dianalisis dengan tehnik koparasi/perbandingan, yaitu membandingkan hasil yang
dicapai oleh anak dengan indikator kinerja.Hasil penelitian ini menunjukkan
bahwa kemampuan kognitif anakmengalami peningkatan pada setiap siklusnya.
Kemampuan kognitif anak meningkatdari prasiklus 40,6% menjadi 60,63% pada
siklus I. Pada siklus II kemampuannya meningkat menjadi 72,43% dan pada
siklus III meningkat hingga mencapai 82,65%. Kesimpulan dari penelitian ini
adalah melalui penggunaan alat peraga kotak pintar dapat meningkatkan
kemampuan kognitif anak
PEMBINAAN KECERDASAN SOSIAL SISWA MELALUI KEGIATAN PRAMUKA : Studi Kasus di Sekolah Dasar Negeri 3 Kota Serang
Penelitian dilatarbelakangi oleh perilaku yang bertolak belakang dan menggambarkan perbedaan kecerdasan sosial antara siswa peserta aktif dan bukan peserta akatif kegiatan pramuka di SDN 3 Kota Serang. Penelitian ini bertujuan untuk menggali, mengkaji, dan mengidentifikasi informasi-argumentasi tentang pembinaan kecerdasan sosial siswa melalui kegiatan pramuka di SDN 3 Kota Serang. Teori yang digunakan adalah yang berkaitan dengan kecerdasan sosial dan kegiatan ekstrakurikuler pramuka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-naturalistik dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi partisipatif di sekolah, wawancara diantaranya dengan beberapa warga sekolah, diantaranya kepala sekolah, anggota komite sekolah, pegawai Dinas Pendidikan Kota Serang Bagian Ketenagakerjaan dan Kesiswaan Sekolah Dasar dan orang tua siswa, serta analisis dokumen yang terkait dengan kegiatan pramuka. Data dianalisis dengan tahapan; pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi, kemudian diuji keabsahannya menggunakan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1)Program pramuka di SDN 3 kota Serang berisikan pembinaan kecerdasan sosial siswa. (2)Melalui kegiatan pramuka di SDN 3 Kota Serang dilakukan pembinaan kecerdasan sosial yaitu kerjasama, tolong menolong, sopan santun, saling menghormati dan menghargai, hemat, serta menjaga kebersihan lingkungan. (3)Kendala pembinaan kecerdasan sosial siswa melalui pramuka di SDN 3 Kota Serang disebabkan faktor internal, yaitu tenaga pembina dan pelatih pramuka yang tidak konsisten dan tidak sungguh-sungguh dalam menjalankan tugasnya, serta kurangnya partisipasi siswa untuk mengikuti kegiatan pramuka, disamping sarana kepramukaan yang kurang memadai. Kegiatan pramuka sebagai wahana pembinaan kecerdasan sosial siswa disarankan untuk dilaksanakan secara serius dan konsisten. Namun demikian, diharapkan ada penelitian lanjutan untuk penyempurnaan pembinaan kecerdasan sosial siswa melalui kegiatan pramuka
PERILAKU SOSIAL REMAJA TUNADAKSA YANG MENGGUNAKAN JEJARING SOSIAL
Judul penelitian ini: PERILAKU SOSIAL REMAJA TUNADAKSA YANG MENGGUNAKAN JEJARING SOSIAL. Penelitian ini menyangkut tentang perilaku sosial dalam kecenderungan perilaku peran pada remaja tunadaksa. Penelitian ini dilaksanakan di SLB D YPAC Bandung dengan mengambil informan dan subjek penelitian dari sekolah tersebut. Informan terdairi dari guru wali kelas, guru bagian kesiswaan, kepala sekolah, orang tua siswa, dan siswa. Pengambilan subjek penelitian adalah dua orang siswa usia remaja yang menggunakan jejaring sosial facebook. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran mengenai perilaku sosial remaja tunadaksa SLB D YPAC Bandung yang menggunakan jejaring sosial facebook. Adapun metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Metode penelitian ini digunakan karena memiliki tujuan untuk menggambarkan keadaan permasalahan secara objektif dalam kondisi alamiah. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumen. Hasil penelitian terhadap remaja tunadaksa yang menggunakan facebook mengenai perilaku sosialnya di sekolah dalam kecenderungan perilaku peran cukup memadai karena menunjukkan ciri-ciri respon interpersonal seperti memiliki keyakinan diri dalam bergaul, memiliki pengaruh yang kuat terhadap teman sebaya, mampu memimpin teman dalam kelompok, dan memiliki kemandirian dalam menentukan rencananya sendiri. Berdasarkan hasil penelitian tersebut peneliti merekomendasikan agar pihak sekolah dan orang tua untuk senantiasa mengembangkan perilaku sosial remaja tunadaksa agar mampu beradaptasi dengan lingkungan masyarakat dimanapun. Selain itu penggunaan jejaring sosial bagi remaja tunadaksa perlu pengawasan baik dari pihak sekolah maupun orang tuannya sendiri agar terhindar dari penyimpangan-penyimpangan perilaku atau pengaruh-pengaruh yang tidak diharapkan
PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN DAN BUDAYA ORGANISASI TERHADAP KINERJA KARYAWAN PT SUGIH INSTRUMENDO ABADI DI PADALARANG
Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya kinerja karyawan. Hal tersebut ditandai dengan turunnya hasil penilaian kinerja karyawan, serta menurunnya produktivitas sphygmomanometers (tensi darah). Keadaan tersebut harus segera ditangani karena karyawan memiliki peranan sebagai pengelola sistem serta merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan perusahaan dalam mencapai tujuannya. Gaya kepemimpinan dan budaya organisasi dijadikan suatu cara untuk meningkatkan kinerja karyawan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran gaya kepemimpinan, budaya organisasi, kinerja karyawan, pengaruh gaya kepemimpinan dan budaya organisasi terhadap kinerja karyawan, pengaruh gaya kepemimpinan terhadap kinerja karyawan, dan pengaruh budaya organisasi terhadap kinerja karyawan PT Sugih Instrumendo Abadi. Objek yang menjadi unit analisis dalam penelitian ini adalah karyawan PT Sugih Instrumendo Abadi. Variabel bebas (X) dalam penelitian ini adalah gaya kepemimpinan dan budaya organisasi, serta variabel terikat (Y) yaitu kinerja karyawan. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif, verifikatif, dan metode yang digunakan yaitu eksplanatori survei dengan teknik stratifield random sampling, dengan jumlah sampel sebanyak 74 orang. Teknik analisa data yang digunakan adalah regresi linear berganda dengan alat bantu software komputer SPSS 21.0.
Dari hasil penelitian terhadap pengujian hipotesis dapat diketahui bahwa gaya kepemimpinan dan budaya organisasi memiliki pengaruh sebesar 64,5% terhadap kinerja karyawan. Gaya kepemimpinan memiliki pengaruh sebesar 42,5% terhadap kinerja karyawan. Budaya organisasi memiliki pengaruh sebesar 43,3% terhadap kinerja karyawan. Dari penelitian terhadap pengujian hipotesis dapat diketahui bahwa gaya kepemimpinan dan budaya organisasi memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan.
Berdasarkan hasil penelitian ini direkomendasikan sebagai dasar untuk dilakukannya penelitian lain mengenai gaya kepemimpinan dan budaya organisasi dengan indikator dan objek yang berbeda
ANALISIS BUSHU `UKANMURI` YANG MEMPUNYAI MAKNA ATAP
ANALISIS BUSHU `UKANMURI` YANG MEMPUNYAI MAKNA ATAP - Bushu ukanmur
- …
